Indonesia jadi Anggota IWAIT
07 Januari 2011 - 16:00:00 WIB Rubric : EkonomiBisnis
Diposting oleh : Suryo Saputro (suryo@wartaekonomi.com) 
International Workshop on Advanced Image Technology atau IWAIT, subuah Konferensi internasional khusus kalangan para peneliti, akademisi dan kalangan profesional di bidang teknologi citra terkini kembali digelar. Kali ini, Indonesia mendapat kesempatan menjadi tuan rumah , Kenferrensi dibuka oleh Menteri Riset & Teknologi RI, Suharna Surapranata . Ajang yang berlangsung selama dua hari pada tanggal 7-8 Januari di Hotel Santika Premiere, Jakarta. Penyelanggaraanya dipercayakan kepada Univesitas Multimedia Nusantara (UMN).
Kepercayaan sebagai tuan rumah, sekaligus menandakan secara resmi masuknya Indonesia ke dalam jajaran board member IWAIT. Konferensi internasional yang pertama kali diselenggarakan di Jeju Island, Korea Selatan pada tahun 1998 ini digagas oleh Prof. Masayuki Nakajima dari Tokyo Institute of Technology, serta Prof. Sang Uk-LEE dari Seoul National University, Korea Selatan. Sampai tahun ini, tercatat sudah ada 14 negara yang tergabung sebagai anggota IWAIT. Setiap anggota berkomitmen ketersediaan makalah hasil penelitian mereka.
Pada penyelenggaraannya tahun ini, sejumlah pembicara yang berkompeten di bidangnya akan hadir untuk memaparkan makalah dengan topik paling hangat yang sedang menjadi pembicaraan tidak hanya di Asia namun di dunia. Sebagai contoh, sebagai pembuka akan hadir Prof. Charles M.Falco dari University of Arizone, USA dengan topik “Ibn al-Haytham and The Origins of Image Technology”. Atau pada hari kedua akan hadir Masayuki Tanimoto, dari Universitas Nagoya Jepang yang akan membahas tema “Free-viewpoint TV”.
P.M Winarno, Director of Risearch & Community Outreach, UMN selaku ketua umum penyelenggara IWAIT 2011 mengatakan, dengan penyelenggaraan IWAIT khususnya di Indonesia, diharapkan peneliti bidang teknologi citra di Indonesia dapat lebih berperan aktif dalam kegiatan IWAIT serta tidak ketinggalan isu dan perkembangan terhangat di Asia dan dunia internasional. Sekaligus juga, melalui ajang semacam ini bisa menjadi ruang sarana dan motivasi bagi peneliti Indonesia untuk bisa bertukar gagasan dan berkontribusi pada perkembangan teknologi citra di Indonesia khususnya.
Sufri Yuliardi (redaksi@wartaekonomi.com)