HSBC Green Festival 2011


25 Agustus 2011 - 15:00:00 WIB
Rubric :  csr
Diposting oleh : Arief Hatta (hatta@wartaekonomi.com)




HSBC mengadakan Green Festival 2011 di bantaran Kali Pesanggrahan, Karang Tengah, Cinere (25/6), untuk mengkampanyekan kearifan budaya lokal dalam program konservasi lingkungan hidup. Acara yang merupakan puncak dari rangkaian kegiatan World Environment Month yang diadakan HSBC selama bulan Juni ini, melibatkan lebih dari 1.000 orang karyawan HSBC dan Bank Ekonomi beserta para keluarga, dan juga warga masyarakat sekitar bantaran kali dengan menggandeng Kelompok Tani Lingkungan Hidup (KTLH) Sangga Buana pimpinan Bang Idin.

Selama puluhan tahun Bang Idin mengajak warga sekitar melakukan kegiatan konservasi lingkungan di bantaran Kali Pesanggrahan dekat tempat tinggal mereka. Hasilnya memang luar biasa. Selain bersih dari sampah, bantaran Kali Pesanggrahan juga menjadi rimbun dengan berbagai pepohonan seperti Melinjo, Bambu, Karet, dan Rengas. Berawal dari niatnya menjaga lingkungan, usaha Bang Idin juga memberikan nilai ekonomi. Warga menanam berbagai sayuran dan buah di ladang pinggir kali. Ladang-ladang itu menghasilkan Singkong, Terong, Timun Suri, Cabai, Pisang, Pare, dan Ubi yang bisa digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Kebiasaan Bang Idin dan warga melepaskan bibit ikan ke Kali Pesanggrahan, juga memberi hasil yang menggembirakan. Setiap harinya, jumlah ikan di Kali Pesanggrahan yang bisa dipancing mencapai 30kg. Tak jauh dari kali, Bang Idin pun membuka pemancingan yang penghasilannya lumayan. Usaha pria asli Betawi ini pun ternyata tidak hanya membawa manfaat bagi warga sekitar, tapi lebih luas lagi. Penelitian HSBC Water Warrior yang terdiri dari murid-murid SMA yang dibimbing oleh seorang ahli, menemukan bahwa kualitas air Kali Pesanggrahan lebih baik dari air di kali lainnya. Bagi Bang Idin, perilaku menjaga kali yang ternyata membawa banyak manfaat ini, seharusnya juga bisa terapkan di 12 kali lainnya yang melintasi Jakarta.

Review Warta Ekonomi:

Kegiatan HSBC Green Festival ini adalah kegiatan yang memberikan keuntungan ekonomis bagi perusahaan dan dilakukan dalam perspektif jangka panjang perusahaan atau menjadi bagian integral dari strategi korporat dalam melanggengkan bisnisnya karena internal HSBC sendiri mempunyai divisi Corporate Sustainability dengan kegiatan-kegiatan CSR-nya yang bersifat sustainable. Dengan kegiatan ini, dalam jangka panjang masyarakat akan mengingat HSBC sebagai ‘bank hijau’.

Komentar Jalal, Direktur Lingkar Studi CSR / A+ CSR Indonesia:

Mungkin, setelah Carol Sanford menerbitkan bukunya yang luar biasa, The Responsible Business: Reimagining Sustainability and Success (2011), pertanyaan pertama yang terlontar di benak para pengamat ketika melihat inisiatif CSR suatu perusahaan adalah pada tingkatan mana perusahaan itu sedah menjalankan CSR-nya. Sanford telah meletakkan sebuah pijakan yang sangat kokoh dalam melihat inisiatif CSR, yaitu kontinum antara responsibility project—responsibility program—responsible business. Hal tersebut juga yang pertama kali terlontar dalam benak ketika menilai inisiatif CSR oleh HSBC dan Pertamina.

Salah satu penanda paling penting di dalam kontinum itu adalah apakah perusahaan sudah mengurusi isu-isu bisnis intinya dengan benar. Apakah bisnis inti perbankan? Kalau uji materialitas kita lakukan terhadap tanggung jawab sosial bisnis perbankan, maka sangatlah cepat kita bisa sampai pada kesimpulan bahwa perbankan diharapkan untuk melakukan penapisan investasinya, bukan saja terkait dengan kelayakan finansial, melainkan juga kelayakan sosial dan lingkungan. Responsible lending—demikian istilah yang biasa dipergunakan oleh HSBC—merupakan bentuk CSR paling utama untuk perbankan. Apakah HSBC sudah melakukannya? Jelas, mereka bukan saja melakukan penapisan investasi dengan cara demikian, melainkan juga mempeloporinya. HSBC adalah salah satu penanda tangan pertama Equator Principles yang mewajibkan penapisan berdasarkan manajemen dan kinerja sosial serta lingkungan. Laporan Keberlanjutan HSBC 2010—yang baru saja keluar akhir Mei 2011—dengan sangat kuat menggarisbawahi tanggung jawab itu.

Karena itu, ketika HSBC melakukan kegiatan-kegiatan CSR yang mungkin dipandang banyak pihak tidak terlalu terkait dengan bisnis intinya, orang kemudian tidak memandangnya remeh. Mengajak pekerja dan keluarganya menanam pohon, memfasilitasi riset mengenai kesehatan sungai, dan sebagainya akan dipandang sebagai peneguhan atas komitmennya yang tinggi pada keberlanjutan. Dengan meminta pekerja dan keluarganya untuk berpartisipasi, HSBC sedang menularkan komitmennya kepada pemangku kepentingan terdekat.

DINA KARINA SEPTYANI
(Tulisan ini bersumber dari majalah Warta Ekonomi nomer 14 tahun 2011)


Berita Rubric Terkait
.



counter widget


 

 

 

 




Event WE