Milestone Ketiga Acer Dibawah J. T. Wang
.jpg)
Dari distributor barang elektronik, Acer beranjak menjadi produsen komputer PC, laptop, dan netbook dunia. Tak mau tertinggal di bisnis PC tablet, J. T. Wang pun didaulat menjadi pemimpin baru Acer.
Sejarah penggunaan personal computer (PC) secara masal di dunia bak berjalan beriringan dengan perubahan mendasar bisnis Multitech, perusahaan Taiwan yang dibangun oleh Stan Shih, seorang pengusaha kenamaan Taiwan. Perusahaan itu mampu melakukan manuver bisnis dari sekedar distributor hingga menjadi perusahaan manufaktur PC murah. Karenanya, masyarakat dunia kini melek menggunakan PC desktop dan terutama laptop dengan merek Acer, perwujudan baru baru Multitech.
Di bawah kepemimpinan Gianfranco Lanci, CEO Acer Inc. sebelumnya, Acer berhasil menduduki posisi kedua terbesar produsen PC dunia. Akan tetapi, kemudian perusahaan yang berkantor pusat di Xizhi, New Taipei City, Taiwan, menghadapi dekadensi buruk. Sayangnya, Lanci tak bergeming dengan perubahan yang ada, ia memilih bertahan dengan model bisnis yang dulu menjadikan ia dipercaya taipan Stan Shih. Alhasil, karena hal itu pulalah dirinya harus hengkang.
J. T. Wang lantas muncul sebagai pengganti Lanci. Sosoknya selama ini sebenarnya juga berada di garis depan bisnis Acer. Posisinya hanya selisih satu level dari Lanci. Namun, diantara mereka sangat kentara beda pemikirannya. Bagi Wang, era PC laptop akan segera usai, digantikan era PC tablet.
Pemikiran Wang ini sejalan dengan keinginan para pemegang saham Acer, yang tengah kebakaran jenggot gara-gara pasar laptop tergerus produk tablet Apple, bernama iPad. Maka, secara resmi posisi CEO Acer Inc. akhirnya diserahkan kepada Wang pada 31 Maret 2011.
“Berkaitan dengan perkembangan masa depan perusahaan, Lanci berbeda pandangan dengan mayoritas anggota dewan, dan tidak bisa mencapai konsensus menyusul dialog selama beberapa bulan,” demikian disebutkan pihak Acer dalam pernyataan tertulisnya.
Berdasarkan rekapan Bloomberg, laporan kinerja satu tahun terakhir Acer ternyata memperlihatkan hanya meraup untung 2,3% di pangsa pasar komputer. Padahal, pada periode tersebut total margin yang diraih Apple Inc. mencapai 21,5%. Keuntungan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para pemegang saham untuk mengubah haluan bisnisnya. Mau tidak mau, Lanci yang bersikeras itu harus hengkang.
Perginya Lanci, bagi Wang sendiri adalah sebuah perpisahan dengan masa lalu. Ia mengungkapkan, dari inventarisir faktor yang mempengaruhi pasar laptop, paling besar diakibatkan adanya iPad. Dengan kata lain, Wang telah menyanggupi menghabiskan lebih banyak usaha untuk mengembangkan bisnis dengan produk smartphone dan PC tablet.
“Kami harus mengubah strategi bisnis kami karena industri PC sudah banyak berubah seiring meningkatnya tablet dan beberapa sistem operasi PC,” jelas Wang.
JAJANG YANUAR HABIB DAN FEKUM ARIESBOWO W.
Foto: metrolic.com
(Artikel ini bersumber dari majalah Warta Ekonomi Nomer 16 tahun 2011)