Agar Petani Tak Tertipu Tengkulak Part I

Instrumen perdagangan Sistem Resi Gudang sebenarnya relatif lama telah diperkenalkan di Indonesia, yakni sejak dikeluarkannya UU No. 9 Tahun 2006 tentang Resi Gudang. Akan tetapi, implementasinya tergolong baru. Baru sekitar dua tahun terakhir inilah geliatnya mulai terlihat, setelah peraturan perundangan turunannya selesai di tahun 2007. Meskipun demikian, hal itu belum cukup untuk dikatakan sempurna, karena masih membutuhkan satu perangkat kelembagaan lagi.
Kepala Badan Pengawas Pasar Berjangka Komoditi (Bappebti) Syahrul R. Sempurnajaya, mengatakan bahwa “Sistem Resi Gudang ini membutuhkan lembaga penjamin. Ini yang kini tengah dimasukkan dalam amandemen SRG, berupa peraturan pemerintah,” jelasnya. Berikut petikan perbincangan mereka:
Kementerian Kelautan & Perikanan dan Kementerian Perdagangan dua bulan lalu melakukan rapat bilateral dan disepakati resi gudang sebagai instrumen perdagangan rumput laut. Bagaimana perkembangan implementasinya?
Implementasi resi gudang dengan kementerian kelautan dan perikanan sebenarnya bagian suatu program. Nah sementara, kita tahu resi gudang ini berdasarkan Undang-Undang no. 32 tahun 2006. Nah, itu menyangkut 8 komoditi. Yaitu gabah, beras, jagung, kopi, karet, kakao, lada, dan salah satunya rumput laut. Di sisi resi gudang, kita juga di Kementerian Perdagangan mendapat bantuan untuk membangun gudang, apakah itu melalui APBN-P, dana stimulus, APBN, atau Dana Alokasi Khusus, yang sekarang sudah mencapai 67 gudang.
Nah, tetapi, MoU dengan KKP itu adalah, mereka membangun gudang di lokasi-lokasi rumput laut. Bagaimana mereka bisa menerapkan resi gudang itu? Sampai sekarang, sejak MoU itu, mereka untuk melakukan resi gudang itu ada syaratnya. Satu, dia harus berstandar nasional. Kedua mereka harus punya alat pengolahnya. Ada sarana pengeringnya dan ada sarana untuk penumpukannya. Ini belum. Kemudian, pengelolanya siapa? Ini harus perusahaan yang memiliki kredibilitas. Kalaupun ditunjuk oleh Pemda, apakah itu KUD atau perusahaan swasta, ya betul-betul memiliki aset yang bisa kita jaminkan. Dan, itu belum ada karena kami anggap belum ada yang mampu. Sekarang baru Perhutani dan PT BGR saja. Kami anggap itu BUMN yang punya aset dan punya tanggung jawab.
Nah, di segi rumput laut ini belum jalan. Walaupun sudah ada MoU dengan kami, tapi mana? Mengapa? Karena polanya salah. Dia menunjuk kelompok yang dulu minta gudang. Sehingga, kalau kelompok lain masuk, tidak bisa. Dia bilang ini kelompok saya. Kira-kira begitu.
Bisa diperjelas kesalahannya di titik mana?
Saya dengar, pada saat gudang ini dibangun, yang menguasai itu kelompok yang minta dibangun gudang itu. Bukan diserahkan ke Pemda, baru kemudian Pemda yang menunjuk. Padahal, ini mestinya untuk semua masyarakat, bukan untuk kelompok. Saya dengar seperti itu.
Sudah ada berapa yang dibangun?
Kalau tidak salah, mereka sudah bangun 13.
Dimana saja lokasinya?
Yang pasti di daerah-daerah Timur.
Resi gudang yang Bappebti bangun sendiri, bagaimana perkembangannya?
Tahun 2009 ada stimulus fiskal, bangun 41 gudang. Kemudian ada APBN-P, bangun 11 gudang. Tahun 2011 ini ada 15 gudang melalui DAK. Dari itu, resi gudang (RG) yang sudah kami terbitkan sampai sekarang totalnya ada sekitar 227 RG. Nilainya Rp 33 miliar. Peningkatannya 157%. Namun, walaupun dibangunnya sejak 2009, sarananya belum lengkap, baru dilengkapi 2010 hingga awal 2011. Itu pun belum semuanya.
Gudang yang sudah operasi paling banyak di daerah mana?
Jawa Barat, di Indramayu, Subang, Cianjur, Majalengka. Di Jawa Tengah itu di Banyumas, Pekalongan, Karang Anyar.
Bunga yang harus dibayarkan petani berapa?
Petani itu disubsidi, jadi petani itu hanya bayar 6% satu tahun.
Kalau tidak disubsidi, petani bayar berapa?
Tergantung bank-nya. Ada yang 12%, 14%.
Dana pemerintah untuk subsidi ini besarannya berapa?
Untuk pertama ini Rp75 miliar.
Uang subsidi melalui Bappebti?
Tidak, itu langsung masuk ke bank.
Mengenai jaminan SRG bagaimana?
Nah, ini yang akan kita tunjuk, lembaga mana yang kira-kira bisa mendekati kelayakan.
Siapa yang akan dipilih?
Kami lakukan beauty contest. Apakah itu Askrindo, Jasindo, KBI, siapa pun bisa, yang penting memenuhi syarat.