Perbaiki Metode Tanam, Hindari Stagnasi (I)


11 Desember 2011 - 10:00:00 WIB
Rubric :  kolom
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)




Keberadaan industri teh Indonesia selama ratusan tahun telah memberikan dampak yang sangat luas terhadap kesejahteraan petani. Namun, bahaya stagnasi membayangi. Teh merupakan minuman paling populer di dunia setelah air minum atau air putih. Minuman ini dikenal pertama kali sekitar 2.737 tahun sebelum Masehi dari negeri Cina dan kini telah menyebar ke berbagai penjuru dunia. Beberapa negara seperti Inggris, Jepang, Korea, dan Rusia bahkan memiliki tradisi minum teh yang sangat populer di negaranya dan telah menjadi tradisi yang berlangsung selama ratusan tahun.Sebagai minuman yang populer, teh menjadi komoditas unggulan di dunia. Kepopuleran minuman teh disebabkan oleh khasiat yang dikandungnya, terutama teh hijau yang populer sebagai minuman kesehatan. Berbagai penelitian ilmiah membuktikan minuman teh mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap penyakit dan sebagai antioksidan yang memperlambat proses penuaan.

Pada umumnya produksi teh dilakukan oleh negara miskin dan negara berkembang. Karena industri ini mampu menyerap tenaga kerja yang besar, mulai dari proses penanaman/produksi daun teh, pengolahan teh menjadi produk lanjut sehingga industri teh menjadi sangat krusial di negara-negara tersebut. Sekitar 97% hasil produksi teh merupakan produk teh hitam dan selebihnya adalah teh hijau. Industri teh di Indonesia merupakan industri yang telah berkembang selama ratusan tahun. Teh pertama kali masuk bukan sebagai komoditas konsumsi seperti yang ada sekarang ini melainkan sebagai tanaman hias. Teh baru diproduksi secara massal pertama kali pada tahun 1828 di masa kolonialisme Belanda sebagai komoditas tanam paksa oleh Gubernur Van Den Bosch. Dan, sejak itu, teh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Perkebunan teh yang beroperasi di Indonesia saat ini sebagian merupakan perkebunan teh warisan masa kolonialisme.

Keberadaan perkebunan teh dan industri pengolahan teh membawa dampak yang sangat luas di daerah sekitarnya. Usaha perkebunan teh di Indonesia, yang sebagian besar merupakan usaha perkebunan rakyat, memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kesejahteraan petani kecil di pedesaan. Tenaga kerja yang diserap industri teh di seluruh Indonesia mencapai lebih dari 300.000 orang. Pengusaha teh di suatu wilayah sering kali harus membangun sendiri fasilitas infrastruktur pendukung seperti jalan dan saluran air. Bahkan tidak jarang, fasilitas lain seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat peribadatan juga turut dibangun, sehingga daerah tersebut menjadi berkembang.

Happy F

Sumber Gambar : Google




.



counter widget


 

 

 

 




Event WE