Ekonomi Bayangan Sang Naga (II)
14 Januari 2012 - 13:00:00 WIB Rubric : liputan
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com) 
Selain itu, Cina juga berkomitmen untuk tetap menjadi pembeli bagi produk-produk strategis mereka. Imbalannya, pangsa pasar produk-produk konsumsi Yunani ditambah rumor kebersediaan Cina sebagai standby buyer simpanan emas milik negeri beribu kota Athena itu.
Tampaknya bantuan Cina masih belum cukup untuk membuat Yunani bertransformasi menjadi entitas ekonomi yang lebih produktif. Pasalnya, di satu sisi, kebutuhan likuiditas dalam negeri Yunani masih begitu tinggi. Namun, di sisi lain, rakyat Yunani juga menolak mentah-mentah persyaratan yang melekat, berupa program privatisasi, kenaikan tarif pajak, dan pemotongan subsidi.
Akibatnya, para kolega Yunani di Uni Eropa (UE) pun terpaksa memainkan kartu Cina mereka. Cina diminta untuk berpartisipasi lebih aktif. Salah satunya dengan cara ikut menyalurkan bantuan likuiditas senilai kurang lebih US$100 miliar dari paket bantuan 1 triliun euro yang ditawarkan kepada Yunani. Dengan terlibatnya Cina, maka, harapannya, Yunani akan berpikir ulang dengan mempertimbangkan hubungan baik bilateral antara kedua negara. Muaranya jelas, Yunani akan setuju dan bersedia melaksanakan program privatisasi dan pemotongan subsidi yang disyaratkan para kolega UE.
Rangga Lesmana
Sumber Gambar : Google