Optimisme Konsumen Indonesia Terus Meningkat, Sinyal Positif bagi Investor Global


26 Januari 2012 - 14:00:00 WIB
Rubric :  EkonomiBisnis
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)




Credit Suisse Research Institute merilis hasil tahunan Emerging Consumer Survey kedua, penelitian mendalam mengenai pendapat konsumen di negara-negara BRIC (brazil, Rusia, India dan China), Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Indonesia. Konsumen-konsumen tersebut mewakili 3,5 miliar penduduk dunia. Tujuan diadakannya survei ini untu mencari tahu keunikan profil dari pola pengeluaran dan pilihan konsumen yang berada di titik vital perubahan struktural dalam permintaan global.

Hal ini yang dialami oleh Indonesia, konsumen Indonesia memiliki perjalanan struktural yang kuat, dapat dikatakan bahwa Indonesia lebih memiliki karaktersitik BRIC dibandingkan dengan konsumen di Rusia. PDB per kapita Indonesua memang ketiga terendah dalam survei ini, namun optimismenya tercatat ketiga tertinggi.

Meningkatnya kepercayaan diri konsumen Indonesia bisa memberikan sinyal positif bagi investor global, ucap Ella Nusantoro, Vice President, Research Credit Suisse. Ia menambahkan, "Walaupun konsumen Indonesia tetap sensitif terhadap harga pangan, masih ada potensi besar untuk sektor-sektor berpenetrasi rendah seperti otomotif dan terknologi apabila sensitivitas ini berkurang."

38% (weighted net) dari responden berharap kondisi mereka akan membaik dalam kurun waktu enam bulan kedepan. Resiko bagi para konsumen di Indonesia adalah sensitivitas terhadap bahan pangan. Dalam survei ini, kebutuhan pangan menempati hampir sepertiga anggaran.

Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)

Sumber Gambar : Google


.