Klaten Miliki Pasar Percontohan


28 Januari 2012 - 13:00:00 WIB
Rubric :  EkonomiBisnis
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)




Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan meresmikan Pasar Cokro Kembang sebagai salah satu dari 10 pasar percontohan yang ditetapkan oleh Kementerian. Program ini diharapkan dapat menciptakan pasar yang lebih bersih, nyaman, segar, aman, jujur, higienis dan ramah lingkungan, serta sesuai dengan sosial budaya setempat. Gita menambahkan,"Kami akan melakukan pendampingan secara berkesinambungan kepada para pedagang dan pengelola pasar sehingga pengetahuan dan kemampuan para pelaku pasar dalam mengelola pasar dapat meningkat."

Pasar Cokro Kembang merupakan salah satu pusat distribusi barang, khususnya bahan kebutuhan pokok masyarakat Jawa Tengah, dengan dibukanya pasar ini diharapkan kegiatan perdagangan dapat dilakukan dengan lebih lancar dan efisien, sehingga mampu menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di Jawa Tengah.

Selain pasar Cokro Kembang, pasar-pasar lain yang menjadi Pasar Percontohan adalah Pasar Pangururan (Kab. Samosir,Sumatera Utara), Pasar Lambocca (Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan), Pasar Pattalassang (Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan), Pasar Minulyo (Kabupaten Pacitan,Jawa Timur), Pasar Panorama (Kota Bengkulu, Bengkulu), Pasar Agung (Kota Denpasar, Bali), Pasar Kewapante (Kabupaten Sikka, NTT), dan Pasar Skow (Kabupaten Jayapura, Papua).

Sebelum dipilih sebagai pasar percontohan, Kementerian Perdagangan terlebih dahulu melakukan kunjungan ke lapangan dan uji kelayakan.Komitmen Pemerintah Daerah juga menjadi salah satu kriteria penilaian penting dalam memilih pasar tersebut. Menurut Mendag, pasar harus dapat memenuhi fungsi strategisnya, antara lain memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat, memberdayakan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), menjadi indikator kestabilan harga dan inflasi nasional, serta penguatan nilai sosial budaya Indonesia. 

Tahun 2012 Kementerian Perdagangan akan mengalokasikan anggaran APBN sebesar Rp.400 miliar untuk dialokasikan ke 53 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Untuk merevitalisasi 79 pasar, 20 diantaranya pasar percontohan. 

Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)

Sumber Gambar : Google


.



counter widget


 

 

 

 




Event WE