BPS: Inflasi Bulan Januari 2012 0.76%
01 Februari 2012 - 15:00:00 WIB Rubric : EkonomiBisnis
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com) 
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan tingkat inflasi Januari 2012 sebesar 0,76%, secara umum dari Desember 2011. Ini artinya uang sejumlah Rp 1000 pada Desember 2011 berdaya beli sama dengan uang Rp 1007.60 pada Januari 2012. Dengan kata lain, barang-barang konsumsi yang tadinya dapat diperoleh dengan hanya menukarkan uang Rp 1000 pada bulan Desember 2011, pada bulan Januari 2012 baru bisa dimiliki dengan menukarkan uang sebesar Rp 1007,6,- tujuh rupiah dan enam puluh sen lebih mahal daripada harga satu bulan sebelumnya. Angka ini (0.76%) diperoleh dari perhitungan selisih Indeks Harga Konsumen (IHK) Januari 2012 sebesar 130,90 dan Desember 2011 129,91 terhadap nilai IHK Desember 2011.
Dari 66 kota, 62 kota, mengalami inflasi dan sisanya 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banjarmasin sebesar 2,92% dan terendah di Banda Aceh yaitu 0,02%. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong, yaitu 0.38% dan terendah terjadi di Manado 0.13%.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Januari 2012 antara lain: beras, ikan segar, daging ayam ras, telur ayam ras, tomat sayur, minyak goreng, rokok kretek filter, tarif sewa rumah, nasi dengan lauk, rokok kretek, tarif kontrak rumah, tarif angkutan udara, ikan diawetkan, bayam, kacang panjang, kangkung, ketimun, wortel, kue basah, soto, gula pasir, rokok putih, batu bata/ batu tela, semen, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga dan upah pembantu rumah tangga. Komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan.
Kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi pada januari 2012 yakni: bahan makanan (0.45%), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0.12%), kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar (0.12%), kelompok kesehatan (0.02%), kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga (0.01%) dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan (0.04%). Kelompok sandang pada bulan ini relatif stabil atau tidak memberikan sumbangan terhadap inflasi nasional.
Gustawana
Sumber Gambar : Google