Bank Muamalat Incar Pertumbuhan Dana Murah 40 Persen
13 Februari 2012 - 13:00:00 WIB Rubric : Finansial
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com) 
PT Bank Muamalat Tbk ( BMI). makin agresif membesarkan industri perbankan syariah di Indonesia. Rencana aksi korporat di tahun I202 ini adalah ekspansi 100 jaringan baru, sementara itu mereka juga terus menggenjot kenaikan dana murah dengan pemanis program undian berhadiah “ Muamalat Berbagi Rezeki”. Dengan demikian BMI berharap langkah tersebut bisa membuat pertumbuhan bisnis selaras dengan perkiraan pertumbuhan industri yang pada tahun ini yang diprediksi menyentuh level 40–45 persen dari sisi pertumbuhan aset.
Dalam siaran persnya Adrian Gunadi , Direktur Ritel Bank Muamalat mengatakan, program Muamalat Berbagi Rezeki pada 2011 telah memberikan kontribusi signifikan bagi BMI, tercatat kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) ritel sebesar 31 persen. “ Melihat pertumbuhan perekonomin Indonesaia yang bagus di tahun ini, kami berharap ada pertumbuhan DPK ritel menjadi sebesar 40 persen,” jelas Adrianminggu lalu di Surabaya Town Square pada acara penarikan undian Muamalat Berbagi Rezeki periode IV 2011.
Pada tahun lalu, perolehan DPK bank yang mengklaim sebagai bank syariah pertama di Indonesia itu mencapai Rp26,05 triliun, dengan komposisi tabungan dan giro 40 persen sementara deposito 60 persen. Dari total DPK 2011, dana ritel menyumbang 69,10 persen atau setara dengan Rp18 triliun. Tahun ini diharapkan bisa naik 40 persen menjadi sekitar Rp25,2 triliun.
’’ Untuk mempermudah layanan nasabah, kami juga memperkenalkan iMuamalat, yaitu fitur internet bankning sekali gus akan mendukung pertumbuhan bisnis kami. Dengan makin banyaknya komposisi dana murah yang berhasil kami himpun, maka diharapkan kami bisa memberikan margin yang kompetitif bagi pembiayaan kami,’’ tandas Adrian
Sementara untuk penambahan 100 jaringan kantor baru di seluruh Indonesia pada tahun ini, Hendiarto, Direktur Keuangan dan Operasional Bank Muamalat mengatakan investasi untuk penambahan 100 jaringan kantor baru diperkirakan sekitar Rp100 miliar. Rencaanya, penambahan jaringan kantor baru itu akan difokuskan di daerah Jabodetabek dan luar pulau Jawa. Bank Muamalat saat ini memiliki sekitar 400 kantor layanan di Indonesia dan Malaysia.
Terkait dengan pembiayaan pada 2011, perseroan telah menyalurkan Rp22,4 triliun. Sekitar 58 persen di antaranya dialokasikan untuk pembiayaan ritel dengan penyaluran pinjaman maksimal Rp10 miliar. Atau setara dengan Rp13 triliun.
Sufri Yuliardi