Bank Indonesia (BI) turunkan BI rate sebesar 25 basis poin ke 5.75%
12 Februari 2012 - 20:00:00 WIB Rubric : Finansial
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com) 
Bank Indonesia (BI), melalui Perry Warjiyo, Ph.D ,Direktur Riset Ekonomi BI, mengumumkan penurunan BI rate sebesar 25 basis poin ke 5,75% . Perry menegaskan penetapan BI rate sekarang bertujuan untuk menjangkar prakiraan inflasi kedepan agar sesuai dengan target 4,5% dan keperluan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang cenderung akan lebih rendah karena perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
Dia juga menjelaskan terdapat tiga alasan yang menjadi dasar mereka mengambil keputusan ini. Yang pertama, BI memperkirakan inflasi 2012-2013 akan tetap rendah. Inflasi akhir tahun 2012 ini, tanpa mempertimbangkan rencana kebijakan pemerintah, akan 3.96%. Ini disebabkan oleh prakiraan di tahun 2012, harga komoditas akan turun sebesar 12,8 persen setelah tahun 2011 naik 16,1%. Akan tetapi perkiraan inflasi akan terkoreksi, apabila memasukkan rencana kebijakan pemerintah. Kenaikan TDL 10% akan menambah inflasi 0,2%. Kenaikan HPP beras akan memberikan tambahan sebesar 0,1%. Kenaikan setiap Rp 500 BBM akan memberikan tambahan inflasi sebesar 0.3%.
Yang kedua, pertumbuhan ekonomi kita di 2012 ini akan mengarah pada batas bawah 6,3-6,7%. Ini adalah dampak dari penurunan pertumbuhan ekonomi dunia, jika BI tidak mengambil langkah-langkah stimulus. Pertumbuhan ekonomi dunia yang sebelumnya BI perkirakan 3,75 %turun menjadi 3,3 persen mengingat krisis yang terjadi di Eropa dan pemulihan AS,.
Yang ketiga, BI rate akan lebih memberikan imbal hasil yang menarik bagi Investor. Dengan penurunan BI rate itu pun, imbal hasil dari investasi akan lebih menarik.
Menurutnya, penurunan ini merupakan Langkah kejutan untuk memberikan stimulus dari sisi kebijakan moneter untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai mitigasi dari dampak penurunan pertumbuhan ekonomi dunia. BI meyakini keputusan penurunan BI rate merupakan keputusan rasional dan terukur berdasarkan perkiraan dan simulasi dengan tujuan agar BI bisa tetap mencapai sasaran inflasi.
Gustawana (gusta@wartaekonomi.com)
Sumber Gambar : Google