Batik, Respek, dan Apresiasi Budaya
18 Februari 2012 - 13:00:00 WIB Rubric : Industri
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com) 
Tidak ada yang meragukan reputasi PT IBM Indonesia. Pelbagai terobosan TI bagi dunia bisnis berhasil dicetak korporasi yang kini dinakhodai oleh Suryo Suwignjo ini. Namun, tahukah Anda, di balik kesuksesan itu, IBM rupanya begitu apresiatif terhadap batik, sehingga menjadi pilihan berbusana para karyawannya, tidak terkecuali Suryo. “Batik itu indah, menggunakannya cukup simpel, dan tidak membuat susah,” ungkap Suryo Suwignjo, Presiden Direktur PT IBM Indonesia.
Alumnus FE UGM ini kemudian menceritakan kesehariannya yang penuh dengan agenda. Terkadang, pada pagi hari ia harus menemui koleganya yang eksekutif asing, siang hari menjamu makan siang kolega lainnya, lalu malam harinya masih dilanjutkan dengan menghadiri resepsi pada beberapa kesempatan. Di situlah, cerita Suryo, batik begitu membantu mobilitasnya. Bukan hanya sebagai busana formal semata, mengenakan batik juga menyiratkan nilai-nilai kesopanan dan nilai budaya yang sangat tinggi. “Batik membuat hari-hari saya menjadi lebih mudah,” ujarnya santai.
Michael K dan Fekum Arieswibowo
Sumber Gambar : Google