Astra: Ekspansi Sejalan dengan Cerahnya Perekonomian


20 Februari 2012 - 16:00:00 WIB
Rubric :  Industri
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)




Astra, perusahaan yang dibangun William Soryadjaya dan banyak melahirkan leader-leader papan atas ini, pada 20 Februari memperingati hari jadinya yang ke-55. Bertempat di kantor pusat Astra, kawasan Sunter II,  ulang tahun kali ini berlangsung hikmat. “Sepanjang perjalanannya sejak 1957, Astra senantiasa mendedikasikan segenap karya dan usahanya untuk kemajuan Indonesia, sejalan dengan salah satu butir Catur Dharma,” ujar Prijono Sugianto, Presiden Direktur PT Astra International Tbk.

“Sejak kelahirannya, banyak suka dan duka yang telah dilewati Astra,” tambah Prijono. Setelah bangkit dari krisis multi dimensi 1998, lanjut Prijono, Astra kembali dihantam krisis  tahun 2008  dan sekarang krisis Eropa. “Tapi Astra dengan manajemennya yang solid mampu keluar dari situasi sulit. Semuanya merupakan suatu pembelajaran dan kumpulan  pengalaman panjang, yang dijadikan bekal manajemen Astra untuk beradaptasi dan bersikap fleksibel dalam berbagai kondisi,” tandasnya.

Astra memang harus diakui memiliki sistem perusahaan salah satu yang terbaik di Indonesia. Dengan visi-misi-strategies-values yang clear, Astra ibarat mesin pencari uang yang tinggal dinyalakan saja, maka semuanya akan berjalan. Dengan filosofi Catur Dharma, Astra dapat mengarahkan sekitar 168 ribu sumber daya manusia (SDM) menuju target-target yang sudah diterapkan perusahaan. 

“Tahun lalu, Astra memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai Rp317 Triliun,” ujar Prijono. Astra juga kini memiliki 158 perusahaan dan akan terus mencari blue ocean-blue ocean baru. “Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 240 juta, dodominasi usia produktif di bawah 30 tahun, dengan pendapatan per kapita USD3.500 dan pertumbuhan GDP stabil di angka 6-7%, Indonesia akan menjadi satu dari tujuh pusat pertumbuhan dunia, bersama dengan China, India, Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan Inggris,” ujar Prijono.

(redaksi@wartaekonomi.com)


.



counter widget


 

 

 

 




Event WE