CIMB Niaga Raup Laba Bersih Rp3,17 Triliun

Bank CIMB Niaga berhasil meraup laba bersih konsolidasi (diaudit) yang berakhir 31 Desember 2011 mencapai Rp3,17 triliun, atau naik 25% dari perolehan pada periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp2,55 triliun. Perolehan laba bersih ini menghasilkan earning per share (EPS) sebesar Rp126,77, lebih besar dari angka tahun sebelumnya yang sebesar Rp106,46. Hal ini diungkapkan Arwin Rasyid, Presiden Direktur CIMB Niaga pada Analyst Meeting PT Bank CIMB Niaga Tbk. yang diselenggarakan pada hari Rabu, (22/02) di Jakarta.
Wan Razly Abdullah, Direktur Strategy & Finance PT Bank CIMB Niaga Tbk menjelaskan, peningkatan laba bersih ini terutama disebabkan oleh meningkatnya laba operasional CIMB Niaga sebesar 17% dari Rp8,89 trilliun di tahun 2010 menjadi Rp10,37 trilliun di tahun 2011, dikarenakan adanya pertumbuhan kredit menjadi sebesar Rp125,70 triliun, atau naik 20% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp104,89 triliun.
Pertumbuhan kredit terjadi di seluruh segmen, Komersial, Korporasi dan Retail yang masing-masing tumbuh sebesar 23%, 19% dan 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tahun 2011, CIMB Niaga juga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Total aset CIMB Niaga tercatat sebesar Rp166,80 triliun, naik 16% dibandingkan total aset periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp143,65 triliun. Adapun Return on Asset (ROA) tercatat sebesar 2,85%, naik 10 bps dari periode yang sama tahun sebelumnya di level 2,75%.
Arwin mengatakan, penyaluran kredit Mikro Laju dan pembiayaan otomotif dari anak usaha, PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF), merupakan segmen bisnis yang mencatat pertumbuhan kredit tertinggi. “Hingga akhir 2011, penyaluran kredit Mikro Laju CIMB Niaga dan pembiayaan otomotif CNAF tumbuh masing-masing sebesar 352% dan 111% menjadi Rp1,22 triliun dan Rp8,28 triliun,” kata Arwin.
Arwin menambahkan, Meningkatnya penyaluran kredit CIMB Niaga turut didukung dengan meningkatnya perolehan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 12% menjadi Rp131,81 triliun. CASA (current account savings account) naik 14% menjadi Rp58,42 triliun per 31 Desember 2011. Rasio dana murah CIMB Niaga meningkat menjadi 44,32%, atau naik 74 basis poin (bps) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk tahun buku 2011, CIMB Niaga juga membayar dividen interim sebesar Rp7,95 per saham atau total sebesar Rp200 miliar.
Sufri Yuliardi