Yongky Susilo: Tabungan, Deposito & Reksadana


23 Februari 2012 - 12:00:00 WIB
Rubric :  rileks
Diposting oleh : Foenya Dransyalia (foenya@wartaekonomi.com)




Apabila dibedakan menurut waktunya, investasi personal seharusnya memenuhi kebutuhan jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Itulah prinsip yang dipegang Yongky Susilo, Director of Retailer Service The Nielsen Indonesia. Dimulai dari yang paling likuid, terang Yongky, tabungan jelas merupakan investasi jangka pendek yang ia pilih. Untuk jangka menengah, ia memilih deposito. Namun, pria berkacamata ini menyarankan investasi pribadi sebaiknya tidak disimpan terlalu banyak dalam bentuk simpanan karena potensi untuk diboroskan lebih besar. Itulah sebabnya ia  juga berinvestasi jangka panjang dalam bentuk reksadana, asuransi, dan properti. “Kalau ini, potensi memperoleh gain malah lebih besar,” ujarnya, tertawa. 
Soal reksadana, pria lulusan Fresno State University, California, AS, ini mengaku pasar finansial cenderung bergerak volatile, sementara ia tidak memiliki cukup waktu untuk memantau pergerakan harganya karena begitu sibuk dengan pekerjaan. Akan tetapi, ia yakin pasar Indonesia terus bertumbuh, sehingga ia bisa memetik hasil yang baik nantinya. “Jadi, saya tidak terlalu mikirin apakah hari ini harga pasar naik atau turun karena saya percaya pasar Indonesia akan terus growing. Lihat saja, dari indeks yang cuma 2.000, sekarang naik ke 3.000, dan saya yakin akhir tahun ini 4.000. Sehingga, dalam jangka panjang, investasi di reksadana bisa diperoleh manfaatnya,” pungkasnya. 
 
Jajang Yanuar Habib


.



counter widget


 

 

 

 




Event WE