Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:53 WIB. OJK - OJK dorong BPR penuhi modal inti minimum sesuai dengan peraturan OJK Nomor 5/POJK.03/2015.
  • 14:52 WIB. Timah - Pemerintah Republik Federal Jerman tanam sawit di lahan bekas penambangan biji timah di Babel.
  • 14:51 WIB. ESDM - Wamen ESDM meresmikan penerangan jalan umum tenaga surya di Universitas Andalas.
  • 14:50 WIB. Datascrip - PT Datascrip buka gerai ke-20 Canon Image Square di Kota Semarang.
  • 14:49 WIB. Pangan - Kab.Empat Lawang akan dijadikan sentra pangan terutama beras.
  • 14:48 WIB. Kopra - Harga kopra di Ambon Rp4.300/kg.
  • 14:47 WIB. Cengkih - Harga cengkih di Ambon bertahan Rp87.000/kg.

Asosiasi: Butuh puluhan juta dolar AS untuk bangun akses jalan PLTP

Jakarta (Antara News) - Ketua Asosiasi Panasbumi Indonesia (API) Prijandaru Effendi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menuju sumber panas bumi membutuhkan biaya hingga puluhan juta dolar AS, lantaran letaknya berada di daerah perhutanan. Hal ini dinilai menjadi salah satu penghmabat pertumbuhan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Indonesia.

"Bisa sampai 30 juta, bahkan pernah ada hingga 65 juta dolar AS hanya untuk membangun jalan. Semua anggaran sepenuhnya berasal dari kantong perusahaan," ungkapnya saat ditemui di acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2018 di Jakarta, Jumat.

Oleh karena itu, dia berharap pihak pemerintah bisa terus memberikan dukungan terhadap pengembangan potensi energi panas bumi ini. Sebab menurutnya, panas bumi tak bisa lagi disebut sebagai energi masa depan, melainkan energi saat ini yang harus segera dimaksimalkan.

"Indonesia kan punya potensi sekitar 29 ribu MW. 17 ribu MW sudah reserve, yang sisanya itu masih potensi. Nah potensi itu baru bisa menjadi reserve setelah di bor. Saat ini memang mahal, tapi kalau kita bicara longterm, nantinya akan murah," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Ida Nuryatin juga mengakui jika pembangunan infrastruktur memang menjadi kendala terbesar saat ini, yang berdampak pada harga energi panas bumi menjadi sangat mahal. Sementara untuk membangun jalan tersebut, harus melewati proses perizinan yang berliku-liku.

"Dan untuk membuka hutan itu banyak sekali ketentuan yang harus ditaati. 'Oh ini enggak boleh, oh itu bolehnya hanya sampai sini'. Maka harus ada dana ekstra dari pengembang untuk membuat jalan," ucap Ida.

IIGCE adalah pameran kolaboratif industri panas bumi yang digelar oleh Kementerian ESDM dan API untuk memamerkan berbagai inovasi teknologi panas bumi, dari surface hingga subsurface, upstream hingga downstream. Selain itu, ajang ini pun menjadi platform dialog representatif bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas berbagai permasalahan di industri panas bumi di tanah air.

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.17 3,734.94
British Pound GBP 1.00 18,447.47 18,263.53
China Yuan CNY 1.00 2,107.04 2,086.19
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,149.00 14,009.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,042.96 9,942.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.90 1,785.04
Dolar Singapura SGD 1.00 10,446.69 10,342.56
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,044.97 15,882.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,467.04 3,430.22
Yen Jepang JPY 100.00 12,776.77 12,646.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.378 -36.388 628
2 Agriculture 1604.794 -11.878 21
3 Mining 1940.127 4.527 47
4 Basic Industry and Chemicals 888.309 -14.973 71
5 Miscellanous Industry 1338.979 -8.175 46
6 Consumer Goods 2638.097 -16.371 51
7 Cons., Property & Real Estate 455.949 -3.945 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1207.267 -6.802 72
9 Finance 1235.093 -8.628 91
10 Trade & Service 834.167 6.854 155
No Code Prev Close Change %
1 INTD 141 190 49 34.75
2 OCAP 72 97 25 34.72
3 JAYA 432 540 108 25.00
4 INPS 2,400 3,000 600 25.00
5 SIMA 258 322 64 24.81
6 BALI 895 1,115 220 24.58
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 CLAY 1,395 1,725 330 23.66
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 MFMI 650 790 140 21.54
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,425 1,095 -330 -23.16
2 TALF 332 260 -72 -21.69
3 IBFN 266 232 -34 -12.78
4 INCI 570 510 -60 -10.53
5 KOIN 302 272 -30 -9.93
6 POLI 1,160 1,055 -105 -9.05
7 PJAA 1,500 1,400 -100 -6.67
8 SMDM 178 168 -10 -5.62
9 SDPC 110 104 -6 -5.45
10 TBIG 4,440 4,200 -240 -5.41
No Code Prev Close Change %
1 UNTR 26,500 27,950 1,450 5.47
2 BMRI 7,325 7,100 -225 -3.07
3 ADRO 1,415 1,410 -5 -0.35
4 PGAS 2,640 2,650 10 0.38
5 BNLI 1,055 1,055 0 0.00
6 JPFA 2,330 2,340 10 0.43
7 INDY 2,180 2,170 -10 -0.46
8 BUMI 163 158 -5 -3.07
9 SQMI 272 332 60 22.06
10 ANTM 1,035 1,055 20 1.93