Portal Berita Ekonomi Selasa, 12 November 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:56 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,22% di awal sesi I.
  • 08:52 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 62,11 USD/barel
  • 08:51 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 56,74 USD/barel
  • 08:51 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.456 USD/troy ounce
  • 08:50 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yuan pada level 7,0044 Yuan/USD
  • 08:49 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,05% terhadap Dollar AS pada level Rp 14.062 per USD
  • 08:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,10% terhadap Yen pada level 109,16 Yen/USD
  • 08:47 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,03% terhadap Poundsterling pada level 1,2856 USD/GBP
  • 08:47 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,02% terhadap Euro pada level 1,1029 USD/Euro
  • 08:46 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng dibuka positif 0,51% pada level 27.064
  • 08:34 WIB. Bursa - Indeks Strait Times dibuka positif 0,36% pada level 3.252
  • 08:33 WIB. Bursa - Indeks Nikkei dibuka positif 0,17% pada level 23.377
  • 07:09 WIB. Bursa - Indeks KOSPI dibuka positif 0,30% pada level 2.130
  • 07:08 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,20% pada level 3.087
  • 07:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 0,04% pada level 27.691

Aturan tarif baru jaga stabilitas maskapai penerbangan dan daya beli masyarakat


Jakarta (ANTARA News) -- Langkah pemerintah dalam merilis aturan tarif maskapai penerbangan berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, dinilai merupakan langkah yang tepat untuk membantu stabilitas industri maskapai penerbangan.

Praktisi Hukum Udara dari Dentons HPRP Andre Rahadian, mengatakan bahwa jika dalam aturan terdahulu komponen yang menentukan batas tarif semua dijadikan satu, hingga tidak bisa dipilah faktor mana yang menjadi penyebab tingginya harga tiket penerbangan.

“Aturan baru ini menyederhanakan komponen penentu harga, hingga kini komponen harga dibagi dua kelompok. Tarif dasar dan surcharge (tuslah/biaya tambahan).  Dengan adanya komponen hanya tarif dasar ini  maka harga tiket dapat turun, dan hanya pada kondisi tertentu, seperti saat harga Avtur naik atau musim liburan (high season), harga bisa naik dengan pengenaan tuslah tersebut, tapi tetap dengan persetujuan Menteri,” jelas Andre.

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan dua aturan terbaru terkait tarif tiket pesawat. Kedua aturan tersebut yakni Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 tahun 2019 dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 72 Tahun 2019. Lewat kedua aturan tersebut, tarif batas bawah tiket pesawat menjadi 35 persen dari tarif batas atas. Aturan ini berlaku 1 April 2019.

“Aturan baru ini dapat mengakomodir aspek keberlangsungan industri maskapai penerbangan dan juga aspek kemampuan daya beli masyarakat,” kata Andre Rahadian, yang juga Ketua Masyarakat Hukum Udara.

Menurutnya, pengelompokan semua komponen menjadi satu tarif membuat harga sulit diturunkan karena di dalamnya termasuk komponen-komponen operasional yang sudah fixed. Sedangkan harga tiket murah agak sulit untuk menjamin keberlangsungan maskapai. Dulu maskapai bisa memberikan harga murah dan tidak wajar karena menggunakan strategi promosi untuk menarik pasar, tapi hal tersebut tidak berkesinambungan karena biaya operasional maskapai tinggi.

“Jika ada komponen yang susah diturunkan lebih jauh, ada komponen surcharge yang dapat berlaku di waktu tertentu dan dengan persetujuan Menteri. Sehingga pemerintah saat ini mempunyai peran dan kontrol dalam mekanisme pembentukan harga,” papar Andre.



Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,762.62 3,724.98
British Pound GBP 1.00 18,048.36 17,867.37
China Yuan CNY 1.00 2,015.89 1,994.97
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,110.20 13,969.80
Dolar Australia AUD 1.00 9,669.72 9,572.11
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,802.39 1,784.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,366.76 10,262.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,550.85 15,393.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,409.08 3,372.72
Yen Jepang JPY 100.00 12,936.83 12,806.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6148.740 -29.246 660
2 Agriculture 1415.410 17.876 20
3 Mining 1481.348 -43.290 49
4 Basic Industry and Chemicals 941.808 -7.757 75
5 Miscellanous Industry 1184.256 6.302 50
6 Consumer Goods 2070.639 -4.102 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.975 -3.887 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1146.636 -9.799 75
9 Finance 1267.562 -2.638 90
10 Trade & Service 804.666 -3.024 165
No Code Prev Close Change %
1 KAYU 81 109 28 34.57
2 SINI 183 246 63 34.43
3 BMSR 183 246 63 34.43
4 SKYB 59 79 20 33.90
5 SWAT 89 110 21 23.60
6 ANDI 140 171 31 22.14
7 ARTA 342 410 68 19.88
8 SLIS 3,510 4,200 690 19.66
9 PGLI 128 149 21 16.41
10 YPAS 430 498 68 15.81
No Code Prev Close Change %
1 ARTO 3,080 2,310 -770 -25.00
2 OMRE 1,675 1,260 -415 -24.78
3 FORZ 675 510 -165 -24.44
4 TGRA 720 555 -165 -22.92
5 BYAN 14,400 11,600 -2,800 -19.44
6 PORT 550 454 -96 -17.45
7 PCAR 1,650 1,400 -250 -15.15
8 FIRE 1,595 1,375 -220 -13.79
9 LMSH 422 364 -58 -13.74
10 POLU 2,180 1,900 -280 -12.84
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 520 -20 -3.70
2 MAMI 248 250 2 0.81
3 BBRI 3,990 4,000 10 0.25
4 KPIG 136 131 -5 -3.68
5 PTBA 2,580 2,600 20 0.78
6 BBCA 31,400 31,475 75 0.24
7 MSIN 470 470 0 0.00
8 PSAB 262 276 14 5.34
9 TCPI 4,720 4,500 -220 -4.66
10 EXCL 3,450 3,300 -150 -4.35