Global Investa Capital Ungkap Inovasi & Keunggulan Social Trade

Global Investa Capital Ungkap Inovasi & Keunggulan Social Trade Kredit Foto: GIC

Inovasi dan solusi menyelaraskan akhir 2020 ini, Global Investa Capital (GIC) telah resmi meluncurkan dan mengungkapkan keunggulan fitur terbaru Trading Forex yang dinantikan, GIC Social Trade pada 30 November 2020.

Berbagai keunggulan telah dihadirkan melalui fitur tersebut termasuk menghubungkan semua trader, baik Master atau Follower yang mana dapat melakukan perdagangan forex menggunakan pialang manapun yang berizin di Indonesia. Dengan begitu akan memudahkan para trader untuk berbagi dan mengikuti jejak trader sukses hingga menemukan strategi trading nya sendiri.  

Penggunaan teknologi pada GIC Social Trade juga melahirkan suatu peningkatan, untuk pertama kalinya, Follower dapat memilih strategi copy follow ataupun copy reverse serta antara Master dan Follower dapat menggunakan pialang dan aplikasi trading yang berbeda sekalipun. 

Baca Juga: OctaFX Ajari Selebritas dan Fans Belajar Forex

"Copy trade merupakan sebuah fitur yang memungkinkan transaksi Master tersalin ke akun anda. Lalu bedanya dengan Social Trade adalah pengembangan lanjutan dari copy trade dan portofolionya akan ditampilkan secara umum kemudian para Master dapat dipilih oleh Follower," kata  Mochtar Auning, Founder GIC.

Dengan melakukan registrasi di portal Social Trade sampai dengan 31 Desember 2020, baik Master dan Follower akan mendapatkan promo free VPS di bulan pertama. Dan bagi trader yang trading di GIC Trade akan mendapatkan special treatment untuk biaya VPS dan biaya bulanan yang di-charge oleh Master.

GIC juga selalu menyediakan berbagai penawaran menarik bagi para penggunanya. Penawaran menarik tersebut dapat Anda lihat pada laman website GIC Trade. 

Tunggu apalagi? Makin lengkap fitur yang mendukung penuh anda untuk memulai investasi dan Trading Forex melalui GIC Social Trade. Bergabunglah dengan Komunitas GIC Trade dan jadikan transaksi lebih simpel, aman, dan menguntungkan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini