Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 23:17 WIB. Turki - Otoritas Turki akan buka pusat perdagangan di New York, AS.
  • 23:16 WIB. Israel - Palestina ajukan bukti kejahatan perang Israel ke ICC.
  • 23:13 WIB. Rodrigo Duterte - Duterte perintahkan kepolisian Filipina agar tembak mati anaknya jika memang terlibat narkoba.
  • 23:10 WIB. Kamboja - Rusia-Kamboja sepakati kerja sama dalam bidang nuklir.
  • 23:09 WIB. Yaman - WHO: 700.000 orang terkenan wabah kolera di Yaman.
  • 23:08 WIB. UNICEF - Galatasaray gandeng UNICEF bantu soal hak anak.
  • 23:06 WIB. Rusia - Moskow: AS ingin bekerjasama dengan Rusia di Afghanistan.
  • 23:05 WIB. Donald Trump - Hassan Rouhani: pidato trump di Sidang Umum PBB absurd dan penuh dengan kebencian.
  • 23:03 WIB. Thailand - Otoritas Thailand penjarakan seorang biksu Budha karena kampanye anti-Islam.
  • 23:02 WIB. Myanmar - Otoritas India akan kirim bantuan senjata untuk militer Myanmar.
  • 23:00 WIB. Korea Utara - Donald Trump: AS akan berikan sanksi tambahan kepada Korea Utara.
  • 22:58 WIB. Iran - Hassan Rouhani: kesepakatan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat tidak bisa direvisi.
  • 21:54 WIB. Startup - iQueue menawarkan paket antrean untuk satu jam sekitar 20 dolar singapura atau sekitar Rp193 ribu.
  • 21:53 WIB. Startup - iQueue mengaku telah memiliki 10 pengantre profesional yang bergabung di dalam timnya.
  • 21:52 WIB. Startup - iQueue menawarkan layanan untuk mengantre bagi para pelanggannya.

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian I)

Foto Berita Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian I)

WE Online, Jakarta- Kejayaan kopi dari Tanah Air terusik, menyusul produksi kopi nasional saat ini kalah dari Vietnam, padahal sebelumnya produksi dari negara itu berada di bawah Indonesia. Karena itu, berbagai pihak perlu mendorong kembali agar produksi dan produktivitas petani kopi di Indonesia, termasuk dari Provinsi Lampung, terus ditingkatkan, agar dapat mengejar lagi keunggulan dan kejayaan tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla telah meminta Pemerintah Provinsi Lampung dapat mendorong para petani kopi di daerah ini terus meningkatkan produksi dan produktivitas kopi yang dihasilkan, mengingat Lampung merupakan produsen terbesar kopi robusta secara nasional.

"Petani kopi Lampung harus bisa meningkatkan produksi dan produktivitasnya, bagaimana caranya, dengan membantu petani baik itu dari teknologi maupun pupuk yang diperlukan," kata Jusuf Kalla, usai memimpin langsung Rapat Pengembangan Kopi Nasional, di Mahan Agung (rumah dinas gubernur Lampung), di Bandarlampung, Sabtu (13/2).

Usai pertemuan itu, Jusuf Kalla menyatakan bahwa Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air, sehingga diharapkan dapat terus meningkatkan produksi dan produktivitasnya.

"Upaya lain yang perlu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas petani kopi Lampung yakni dengan memberikan pelatihan bercocok tanam bagi petani, agar kualitas hasil perkebunan ini lebih baik dari wilayah lain," kata Kalla.

Nilai ekspor biji kopi robusta Lampung selama tahun 2015 mencapai 582,5 juta dolar Amerika Serikat dengan volume 315.276 ton. Tahun 2015 ekspor biji kopi tertinggi terjadi di bulan Agustus sebesar 40.358 ton senilai 70,6 juta dolar AS. Saat ini harga biji kopi kering sekitar Rp21.000/kg di tingkat pedagang pengepul. Sedangkan di tingkat pengekspor sebesar Rp22.800/kg.

Produksi kopi Lampung mencapai 100.000 ton hingga 131.000 ton per tahun, dengan luas areal kopi mencapai 173.670 hektare. Sedangkan produktivitas kopi Lampung mencapai 800 kilogram hingga 900 kilogram per hektare, dengan sentra produksi tersebar di Kabupaten Lampung Barat 65.010 hektare, Tanggamus 43.897 hektare, serta 22.594 hektare lainnya tersebar di Kabupaten Waykanan, Lampung Utara, Pringsewu, dan Pesawaran.

Menurut Wapres Jusuf Kalla, petani kopi secara nasional akan mendapatkan pelatihan dan bantuan peralatan untuk menunjang peningkatan produksinya.

"Produksi kopi Indonesia sampai dengan hari ini memang stagnan hanya sekitar 500 ribu ton untuk tahun lalu, dengan kenaikan mencapai satu persen," katanya.

Kalla mengatakan, untuk meningkatkan produktivitas kopi secara nasional itu, upaya pemerintah adalah dengan memberikan pelatihan dan pembinaan cara bertani kopi, sehingga petani akan mendapatkan hasil yang lebih tinggi dengan kualitas terbaik. (Bersambung)

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK), Lampung

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,556.17 3,520.79
British Pound GBP 1.00 18,038.27 17,858.41
China Yuan CNY 1.00 2,030.76 2,010.66
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,336.00 13,204.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,694.14 10,585.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,708.91 1,691.93
Dolar Singapura SGD 1.00 9,910.82 9,806.89
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,024.54 15,860.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,182.06 3,148.31
Yen Jepang JPY 100.00 11,962.68 11,841.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10