Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian II)

Foto Berita Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian II)

WE Online, Jakarta- Indonesia pernah tercatat sebagai produsen kopi terbesar kedua di dunia setelah Brasil, namun kini Indonesia hanya pada posisi ketiga di bawah Brasil dan Vietnam. Padahal sebelumnya, Vietnam belajar mengembangkan tanaman kopi dari Indonesia pada tahun 1970-an, kata Kalla.

Wapres JK dalam kunjungan ke Lampung itu, membeberkan, pertumbuhan konsumsi kopi dunia setiap tahun naik 15 persen, tapi produksi kopi Indonesia hanya naik 1 persen, bahkan dalam lima tahun terakhir malah stagnan. Dulu Vietnam produksi kopinya hanya 630.000 ton per tahun, sekarang Vietnam sudah memproduksi 1,2 juta ton per tahun atau dua kali lipat produksi kopi Indonesia.

Kalla mengingatkan, produksi kopi di Indonesia tak banyak berubah sejak dikembangkan zaman kolonial. Pada sisi lain produktivitas kopi per hektare per tahun masih 600--700 kg, jauh di bawah produktivitas kopi Vietnam yang mencapai 1,5 ton per hektare, dan Brasil di atas 2 ton per hektare per tahun.

"Dulu produksi kopi Vietnam setahun 630.000 ton, sekarang naik dua kali lipat menjadi 1,2 juta ton per tahun. Kita masih 600.000 ton dari dulu sampai sekarang. Padahal kita yang lebih dulu, kita yang ajari mereka," kata Wapres JK.

Lahan budidaya kopi Indonesia hampir sama dengan Brasil, yakni sebesar 1.246.810 hektare, namun produksi kopi Indonesia pada tahun 2015 hanya 685.000 ton, kalah dibandingkan Brasil sebesar 3 juta ton, dan Vietnam 1,32 juta ton.

Wapres JK menyatakan, Indonesia juga memiliki keunggulan berbagai jenis kopi speciality dengan cita rasa khas yang dikenal dunia, seperti kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Lampung, kopi Java, kopi Kintamani, kopi Toraja, kopi Bajawa, kopi Wamena dan kopi luwak.

"Pemerintah daerah sudah sepakat akan memberikan pelatihan bagi petani kopi, agar produksinya meningkat," kata Kalla.

Karena itu, Wapres minta terutama untuk Provinsi Lampung yang merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air, harus bisa meningkatkan produksi kopi lebih tinggi dari sebelumnya.

Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) menunjukkan produk kopi merupakan salah satu andalan ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS), sehingga ekspor kopi akan terus ditingkatkan dalam tahun-tahun mendatang.

Indonesia memasok kopi ke AS sebesar 255,76 juta dolar AS pada periode Januari--November 2015. Sedangkan pada 2014, ekspor kopi Indonesia ke AS sebesar 323,22 juta dolar AS.

Menurut Kemendag, pada Januari--November 2015, nilai ekspor kopi Indonesia ke seluruh dunia mencapai 1,12 miliar dolar AS, meningkat 19,4 persen dibandingkan periode sama tahun 2014. AS menduduki peringkat pertama sebagai negara tujuan ekspor kopi Indonesia, disusul Jepang sebesar 98,2 juta dolar AS, Jerman sebesar 84,9 juta dolar AS, Italia sebesar 78,8 juta dolar AS, dan Malaysia sebesar 67,2 juta dolar AS.

Menurut data International Coffee Organization, pada 2014, Indonesia menduduki peringkat keempat sebagai produsen kopi robusta terbesar di dunia. Indonesia pun juga tercatat sebagai eksportir kopi spesial arabika terbesar kedua di dunia dengan volume 150 ribu ton per tahun.

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK), Lampung

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35