Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:33 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup merah 0,06% ke level 6.497,88. 

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian III)

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian III) - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta- Indonesia juga dikenal sebagai negara yang punya varian kopi terbanyak, dengan hampir 100 jenis varian kopi robusta dan arabika yang diciptakan sejak tahun 1699, seperti Sumatera Lintong, Java Estate, Sulawesi Toraja, dan Papua Wamena, dan sejumlah varian kopi terkenal lainnya. Sedangkan nilai ekspor biji kopi robusta Lampung selama 2015 mencapai 582,5 juta dolar AS, dengan volume 315.276 ton. Ekspor biji kopi Lampung itu diharapkan lebih tinggi tahun ini atau minimal sama seperti pada 2015.

"Panen kopi pada tahun ini diperkirakan naik bila kondisi cuaca tak terlalu ekstrem," kata Ketua Renlitbang AEKI Lampung Muchtar Lutfie.

Menurut Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, pada 2015 ekspor biji kopi tertinggi terjadi di bulan Agustus sebesar 40.358 ton senilai 70,6 juta dolar AS. Tingginya ekspor biji kopi pada Agustus itu, mengingat panen raya kopi di Lampung terjadi pada Juni, Juli dan Agustus 2015.

Selain Lampung, beberapa daerah lain, seperti Bengkulu dan Sumatera Selatan merupakan penghasil kopi robusta juga mengekspor komoditas tersebut melalui Pelabuhan Panjang di Bandarlampung. Pengekspor kopi Lampung juga banyak membeli biji kopi dari dua provinsi tersebut.

Panen kopi di Lampung pada 2016, diperkirakan hampir sama dibandingkan tahun lalu, mengingat curah hujan yang tidak terlalu ekstrem, diperkirakan setelah Lebaran 2016 atau sekitar Juli--Agustus. Harapkan Harga Membaik Para petani kopi di Lampung justru mengharapkan harga biji kopi kering di daerah itu bisa di atas Rp20.000 per kilogram.

"Harga kopi saat ini di tingkat petani di bawah Rp19.000 per kilogram," kata Suudi, petani kopi asal Desa Way Harong, Air Naningan Kabupaten Tanggamus.

Ia menyebutkan, harga kopi di atas Rp20 ribu/kg, dengan kondisi ekonomi saat ini diperkirakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari para petani kopi setempat. Selain itu, lanjutnya, petani juga dapat menutupi biaya produksi seperti perawatan tanaman kopi, pembelian pupuk, dan lain-lainnya.

"Masalah petani sekarang kurang ketersediaan pupuk khususnya urea saat diperlukan," ujarnya.

Anggota Kelompok Tani Maju Desa Way Harong itu menjelaskan, kondisi tekstur tanah di wilayahnya berbeda dibandingkan dengan daerah lain terutama di dataran tinggi, seperti di Kabupaten Lampung Barat. Menurutnya, tanaman kopi di kawasan Air Naningan memerlukan perawatan ekstra bila menginginkan kualitas maupun kuantitas yang bagus. Suparno, petani kopi di Lampung lainnya juga mengharapkan harga kopi meningkat, mengingat biaya produksi tanaman perkebunan untuk ekspor itu cukup tinggi.

"Rata-rata harga kopi di tingkat petani sebesar Rp19.000 per kilogram," katanya.

Ia berharap harga biji kopi di atas Rp20.000/kg, sehingga bisa menutupi biaya produksi dan lain-lain. Di sisi lain, menurutnya, harga biji kopi jangan ditentukan oleh harga pasar internasional seperti di bursa London. "Kami memproduksi, dan yang menentukan harga pasaran adalah pasar internasional itu," ujarnya. (Bersambung)

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.776 19.066 629
2 Agriculture 1481.617 -16.726 21
3 Mining 1884.733 2.495 47
4 Basic Industry and Chemicals 915.611 21.878 71
5 Miscellanous Industry 1284.362 -1.211 46
6 Consumer Goods 2659.055 -8.500 52
7 Cons., Property & Real Estate 466.708 6.035 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.975 0.327 72
9 Finance 1250.875 2.809 91
10 Trade & Service 827.602 -0.578 155
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 216 270 54 25.00
2 COCO 336 420 84 25.00
3 STAR 88 106 18 20.45
4 GAMA 52 62 10 19.23
5 BACA 266 304 38 14.29
6 INPP 735 840 105 14.29
7 DART 300 336 36 12.00
8 SKBM 412 460 48 11.65
9 VRNA 125 137 12 9.60
10 YULE 183 200 17 9.29
No Code Prev Close Change %
1 ECII 1,100 825 -275 -25.00
2 SIMA 298 224 -74 -24.83
3 PNSE 760 575 -185 -24.34
4 TGKA 3,660 3,010 -650 -17.76
5 GLOB 416 352 -64 -15.38
6 PUDP 424 370 -54 -12.74
7 ITMA 765 700 -65 -8.50
8 MINA 870 800 -70 -8.05
9 BBLD 496 458 -38 -7.66
10 TFCO 680 630 -50 -7.35
No Code Prev Close Change %
1 HOME 100 102 2 2.00
2 NUSA 101 101 0 0.00
3 MNCN 825 795 -30 -3.64
4 PWON 685 705 20 2.92
5 FREN 324 308 -16 -4.94
6 STAR 88 106 18 20.45
7 CTRA 930 975 45 4.84
8 BBTN 2,390 2,520 130 5.44
9 BMRI 7,450 7,500 50 0.67
10 UNTR 27,825 27,800 -25 -0.09