Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:33 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup merah 0,06% ke level 6.497,88. 

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian IV-Selesai)

Kopi Lampung, Menjawab Harapan dari Pak Wapres (Bagian IV-Selesai) - Warta Ekonomi

WE Online, Jakarta- Produksi kopi Lampung rata-rata mencapai 100.000 ton hingga 131.000 ton per tahun, dengan luas areal kopi mencapai 173.670 hektare. Sedangkan produktivitas kopi Lampung mencapai 800 kilogram hingga 900 kilogram per hektare. Menurut Wapres JK, pemerintah pusat segera menggulirkan dana Rp1,5 triliun per tahun untuk pengembangan budi daya kopi di Tanah Air.

"Ada 11 daerah yang mendapatkan dana untuk pengembangan budi daya kopi itu," kata Kalla.

Ia menyebutkan, dana sebesar itu nantinya akan terus bergulir selama lima tahun ke depan, sehingga kuantitas maupun kualitas kopi nasional makin meningkat. Produksi kopi nasional mendatang, lanjutnya, harus dapat ditingkatkan dua kali lipat dari produksi sekarang. Menurutnya, berdasarkan data produksi kopi di Indonesia saat ini hanya meningkat rata-rata satu persen per tahun. Tahun lalu produksi kopi Indonesia hanya berkisar 500 ribu ton.

"Dalam jangka waktu lima tahun terakhir produksi kopi nasional cenderung stagnan," kata Kalla.

Wapres Kalla mengatakan, permasalahan yang kerap ditemui dalam mengembangkan komoditas kopi adalah terkait dengan produktivitas yang tidak meningkat dengan baik, bahkan produksinya cenderung mengalami stagnan. Karena itu, pemerintah pusat segera menggulirkan dana Rp1,5 triliun per tahun untuk pengembangan budi daya kopi di Tanah Air.

Produksi kopi nasional mendatang, katanya, harus dapat ditingkatkan dua kali lipat dari produksi sekarang. Saat ini produksi kopi Indonesia merupakan yang terbesar ketiga di dunia, di bawah Brazil dan Vietnam. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan untuk kopi global bisa meningkat sekitar 15 persen per tahun. Karena itu, produksi kopi di Indonesia harus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan dunia tersebut.

JK juga mengingatkan produksi kopi dari Vietnam yang telah lama bersaing dengan produksi nasional, padahal dahulu, petani kopi Vietnam belajar dalam mengembangkan komoditas kopi dari Indonesia. Berkaitan peningkatan produksi dan produktivitas kopi itu, sejumlah petani kopi di Ulubelu Kabupaten Tanggamus, Lampung menyatakan perlu pembinaan secara intensif yang dilakukan oleh pihak berwenang, sehingga mereka dapat terus menerus mampu menghasilkan produksi kopi lebih banyak dan makin berkualitas.

Para petani kopi di Ulubelu mengemukakan, saat ini selain masih mendapatkan pembinaan dari beberapa mitra perusahaan pengolah biji kopi, mereka juga mendapatkan bimbingan pascapanen dari Komit dan Rumah Kolaborasi (Ruko) Lampung. Pegiat Komit Mahmudi, dan Pengurus Ruko, Supriyanto, menyatakan pihaknya belum lama ini telah menginisiasi pembelian peralatan pengolah biji kopi untuk dapat digunakan oleh para pengolah biji kopi di Ulubelu, sehingga dapat mengolah kopi yang dihasilkan petani kopi setempat dengan kualitas yang diinginkan.

"Kopi bubuk yang dihasilkan dapat ditingkatkan kualitasnya dan punya potensi jual dengan harga lebih tinggi serta pemasaran makin luas," ujar Supriyanto.

Dia berharap, pada saatnya produksi kopi bubuk skala rumahan yang dihasilkan pengolah kopi di Ulubelu dan sentra produksi kopi lainnya di Lampung itu, dapat bersaing di pasaran dengan kopi bubuk pabrikan terkenal maupun kopi bubuk skala pengusaha menengah-besar lainnya.

"Peningkatan produksi dan produktivitas petani kopi harus diimbangi pula dengan penanganan pascapanen yang lebih baik, agar pendapatan dan kesejahteraan petani kopi Lampung semakin meningkat dan kian membaik," ujarnya.

Produksi yang meningkat diiringi produktivitas budi daya kopi kian membaik akan membuat para petani kopi di Lampung dan Indonesia umumnya benar-benar akan merasakan manisnya hasil jerih payah mengusahakan tanaman kopi selama ini. (Selesai- Antara)

Tag: Muhammad Jusuf Kalla (JK)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6501.776 19.066 629
2 Agriculture 1481.617 -16.726 21
3 Mining 1884.733 2.495 47
4 Basic Industry and Chemicals 915.611 21.878 71
5 Miscellanous Industry 1284.362 -1.211 46
6 Consumer Goods 2659.055 -8.500 52
7 Cons., Property & Real Estate 466.708 6.035 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1164.975 0.327 72
9 Finance 1250.875 2.809 91
10 Trade & Service 827.602 -0.578 155
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 216 270 54 25.00
2 COCO 336 420 84 25.00
3 STAR 88 106 18 20.45
4 GAMA 52 62 10 19.23
5 BACA 266 304 38 14.29
6 INPP 735 840 105 14.29
7 DART 300 336 36 12.00
8 SKBM 412 460 48 11.65
9 VRNA 125 137 12 9.60
10 YULE 183 200 17 9.29
No Code Prev Close Change %
1 ECII 1,100 825 -275 -25.00
2 SIMA 298 224 -74 -24.83
3 PNSE 760 575 -185 -24.34
4 TGKA 3,660 3,010 -650 -17.76
5 GLOB 416 352 -64 -15.38
6 PUDP 424 370 -54 -12.74
7 ITMA 765 700 -65 -8.50
8 MINA 870 800 -70 -8.05
9 BBLD 496 458 -38 -7.66
10 TFCO 680 630 -50 -7.35
No Code Prev Close Change %
1 HOME 100 102 2 2.00
2 NUSA 101 101 0 0.00
3 MNCN 825 795 -30 -3.64
4 PWON 685 705 20 2.92
5 FREN 324 308 -16 -4.94
6 STAR 88 106 18 20.45
7 CTRA 930 975 45 4.84
8 BBTN 2,390 2,520 130 5.44
9 BMRI 7,450 7,500 50 0.67
10 UNTR 27,825 27,800 -25 -0.09