AAJI,  Klaim dan Manfaat Asuransi Jiwa Menurun

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat industri asuransi jiwa yang dirangkum dari 54 perusahaan asuransi jiwa dari total 55 asuransi jiwa anggota AAJI meraup pendapatan premi sebesar Rp48,94 triliun dalam tiga bulan pertama tahun ini, meningkat 9,2 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp44,80 triliun.

Hendrisman Rahim, Ketua Umum AAJI mengatakan   total pendapatan asuransi jiwa disokong sebesar 70,3% dari pertumbuhan pendapatan premi bisnis baru dan total premi lanjutan. Tercatat premi bisnis baru tumbuh 2,2 % menjadi Rp19,3 triliun dan menjadi contributor utama (55,6%) dari total pendapatan premi, sedangkan premi lanjutan naik 7,3 %  menjadi Rp15,28 triliun dan memberi kontribusi sebesar 44,4% dari total pendapatan premi kuwartal I 2016.

 

"Meskipun perekonomian sepanjang tahun ini menunjukan perlambatan, kami bersyukur masih bisa bertumbuh dan ini berarti kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi semakin meningkat," jelas Hendrisman  yang didampingi Ketua Bidang kanal Distribusi AAJI Rinaldi Mudahar dan Kepala Departemen Komunikasi AAJI Nini Sumohandoyo, Rabu (22/6).

Dari segi aset, industri asuransi jiwa nasional juga membukukan total aset sebesar Rp397,25 triliun, meningkat 4,3 % dibanding dengan perolehan kuartal I 2015.”Melihat kondisi ini kami optimistis tahun ini pertumbuhan premi industri asuransi jiwa bakal mencapai 20 persen. 

"Kita punya target setiap tahun industri asuransi dari sisi premi bertumbuh 10-30 persen, semoga tahun ini bisa bertumbuh di angka 20 persen bisa dicapai," ujarnya. 


Hendrisman menuturkan, pertumbuhan premi kuartal I tahun ini juga disertai dengan penurunan jumlah klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh industri asuransi jiwa. Tercatat total klaim dan manfaat yang dibayarkan turun 4,8 % dari Rp22,64 triliun menjadi Rp21,55 triliun. 

Klaim penarikan sebagian (partial withdrawal) mengalami penurunan 48,3 % menjadi Rp3,31 triliun pada kuartal I dari Rp6,41 triliun di kuartal I tahun lalu.

Berdasarkan jenis klaim, terjadi peningkatan sebesar 47,6 % klaim kesehatan (medical), dari Rp1,86 triliun menjadi Rp2,74 triliun. Peningkatan juga terjadi pada klaim maturitas sebesar 38,8 % menjadi Rp2,15 triliun, klaim meninggal dunia naik 17,2 % menjadi Rp2 triliun, serta klaim polis yang ditebus naik 3,8 % menjadi Rp10,74 triliun.

Menurut Rinaldi Mudahar, penurunan klaim penarikan sebagian yang signifikan menunjukan kesadaran nasabah untuk menjaga nilai tunai polisnya.

"Walaupun klaim polis yang ditebus meningkat dibanding kuartal I tahun lalu namun kami melihat tren penurunan secara berkelanjutan sepanjang tahun lalu. Hal ini juga menjadi indikasi meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mempertahankan polisnya demi tujuan jangka panjang," ujar Rinaldi.

WE Discover

Berita Terkait

Video Pilihan

Terpopuler

Terkini