Portal Berita Ekonomi Selasa, 23 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:34 WIB. Tesla - Tesla mau bikin saingan Uber, pakai kendaraan otonom bernama robotaxi.¬†
  • 23:17 WIB. Panasonic - Panasonic luncurkan mirorrless anyar full-frame¬†Lumix seri S.
  • 23:02 WIB. Samsung - Samsung tunda peluncuran global Galaxy Fold.
  • 22:53 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis Redmi 7 di Indonesia, harganya mulai Rp1 jutaan.
  • 22:39 WIB. iPhone - iPhone 5G bakal meluncur tahun depan.

Mendorong Kontribusi Digital Terhadap Perekonomian Nasional

Mendorong Kontribusi Digital Terhadap Perekonomian Nasional - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sektor digital maupun teknologi informasi akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara maksimal apabila dimanfaatkan dan diimplementasikan dengan baik.

Saat ini Indonesia telah memiliki kekuatan ekonomi digital yang cukup besar. Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan internet yang cukup pesat dengan pengguna internet sebanyak 100 juta orang. Dari sisi infrastruktur, pemerintah Indonesia juga tengah mengupayakan pembangunan infarstruktur broadband internet melalui proyek Palapa Ring. Sayangnya, kontribusi ekonomi digital terhadap perekonomian nasional masih belum tampak.

Kontribusi Belum Tampak

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Iwan Jaya Azis mengatakan bahwa hingga saat ini kontribusi ekonomi digital maupun teknologi digital bagi perekonomian secara keseluruhan belum tampak.

Iwan Jaya Azis mengatakan bila teknologi digital atau digital ekonomi memiliki kontribusi terhadap perekonomian maka seharusnya jumlah barang dan jasa maupun produktivitas meningkat, namun pada kenyataannya produktivitas justru menurun seiring dengan perkembangan teknologi digital.

"Ada kemungkinan, semoga saya salah, digital ekonomi, digital teknologi oversold atau overdamped. Realitanya belum, jadi realitanya tidak secepat yang kita dengar dan kita baca karena evidence-nya tidak saya lihat," katanya di Jakarta, akhir bulan Agustus.

Ia menyampaikan transformasi ekonomi digital juga belum diikuti oleh perubahan pola pemikiran (mindset) secara luas. Dalam ekonomi digital, imbuhnya, bisnis model lama yang mengamsumsikan lingkungan tertutup (closed) dan stabil (stable) tidak dapat lagi bertahan karena lingkungan telah menjadi dinamis, terbuka (open), dan tidak stabil (unstable).

"Bisnis model harus berubah, kalau tidak dengan cepat apa yang anda lakukan sukses saat ini berubah. Sepuluh tahun ke depan benar-benar akan berubah. Apakah bisnis model yang mengasumsikan bahwa bisnis lama closed and stable environment menjadi open and unstable environment bisa diantisipasi bisa direspons oleh bisnis model yang baru?" katanya.

Untuk itu, perubahan pola pikir tersebut harus disebarkan secara luas. Pendidikan, menurut dia, merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengubah pola pikir. Selain itu, desain kebijakan yang tepat bagi masyarakat juga dibutuhkan. Ia mencontohkan bahwa selama satu dekade lembaga internasional berupaya untuk mengurangi kemiskinan melalui bantuan tunai dengan menggunakan data digital satelit di sejumlah wilayah Afrika seperti Mali dan Kenya yang ternyata menemui kegagalan.

"Ahli-ahli sudah dikerahkan gagal, kenapa? Ternyata sederhana, saat mereka menggunakan satelit, mereka menemukan ternyata banyak masyarakat desa yang tidak terjangkau dan kemudian mereka tidak menerima uangnya. Kedua, yang menerima uang bukan masyarakat yang seharusnya, bukan masyarakat miskin. Kemudian dia menggunakan tipe atap, jadi di Mali kalau rumah di desa kalau sudah dirumbai itu miskin, kalau dari metal itu kaya, dalam satu tahuan diterapkan perbaikannya 80 persen," paparnya.

Mendorong Kontribusi

Chairman iCIO Community Agus Wicaksono mengatakan sektor digital maupun teknologi informasi memiliki potensi besar buat mengakselerasi pertumbuhan perekonomian nasional. Ia mengatakan bahwa salah satunya caranya adalah dengan meningkatkan daya saing nasional lewat implementasi teknologi informasi.

Agus Wicaksono menyampaikan ada tiga faktor utama yang membuat daya saing suatu negara menjadi lemah, yaitu tingkat korupsi yang tinggi, inefisiensi birokrasi, dan persoalan infrastruktur.

"Nah, TI bisa ikut berperan dalam menangani hal-hal tersebut, yaitu soal inefisiensi birokrasi, infrastruktur, dan masalah korupsi. Seperti transparansi informasi itu kan sesuatu yang kelihatan mudah dan sepele, tapi dampaknya luar biasa terhadap pencegahan korupsi. Sedangkan, inefisiensi birokrasi itu bisa didorong dengan adanya TI agar pelayanan publik lebik baik. Terkait infrastruktur itu bukan cuma bicara jalan dan masalah listrik, tetapi juga high speed internet yang bisa meningkatkan daya saing," katanya kepada Warta Ekonomi di Jakarta, pertengahan Agustus.

Ia mengatakan salah upaya untuk mendorong kontribusi sektor digital dan teknologi informasi terhadap perekonomian nasional adalah dengan pembentukan komunitas chief information officer bernama iCIO Community. Ia menjelaskan iCIO Community beranggotakan para chief information officer dengan total anggota sebanyak 200 orang. Disampaikan, para CIO tersebut bekerja di korporasi di tanah dengan beragam latar belakang industri.

"Jadi, iCIO bisa dibilang kumpulan para petinggi IT yang bertanggung jawab di korporasi masing-masing. Komunitas ini menghimpun para petinggi IT itu menjadi suatu komunitas profesional," ujarnya.

Secara internal, imbuhnya, iCIO Community ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman antar-semasa CIO. Adapun secara eksternal, ia memastikan pihaknya ingin menjadi aset bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian nasional.

"Kalau rata-rata tiap anggota memiliki pengalaman 10 tahun dan ada 200 anggota di dalam komunitas ini berarti ada sekitar 200 tahun pengetahuan mengenai implementasi digital, IT, dan teknologi. Itu kan sangat luar biasa. Apalagi, sekarang IT itu merupakan urat nadi di korporasi sehingga kalau kita bisa memanfaatkan hal itu maka kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kita ingin berpartner dengan semua pihak, kita ingin menjadi partner pembangunan di Indonesia," pungkasnya.

Tag: iCIO Community, Agus Wicaksono

Penulis/Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26