Portal Berita Ekonomi Minggu, 17 Februari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:55 WIB. Perikanan - KKP bekerja sama dengan Perindo untuk memperkuat sistem logistik perikanan nasional.
  • 12:20 WIB. Emas - Sepanjang Juli-Desember 2018, produksi emas NHM mengalami penurunan sebesar 19,88%.
  • 12:19 WIB. BNI - BNI menggaet sejumlah nasabah baru dari gelaran Travel Fair Balikpapan 2019.
  • 12:19 WIB. Batubara - Kementerian ESDM menyatakan DMO batu bara tahun ini mencapai 128 juta ton.
  • 12:18 WIB. ADHI - Adhi Karya siap membangun pembangkit listrik tenaga sampah di Marunda.
  • 12:17 WIB. BCA - BCA melalui aplikasi m-BCA menambah fitur baru berupa widget keyboard bertajuk BCA Keyboard.
  • 17:41 WIB. Bukalapak - RatingĀ Bukalapak terjun bebas di App Store.

Pemkot Diminta Arahkan Para Perajin Batik

Foto Berita Pemkot Diminta Arahkan Para Perajin Batik
Warta Ekonomi.co.id, Semarang -

Pemerintah Kota Semarang diminta mengarahkan perajin batik agar melakukan produksi secara teratur dan tidak melakukan persaingan yang tidak sehat, kata pengamat batik Grace Wijaya Susanto.

"Mengenai perkembangan industri batik di Kota Semarang, ini tergantung dari pucuk pimpinan," katanya di Semarang, Kamis (29/9/2016).

Dalam hal ini, dibutuhkan pengarahan dari pimpinan yaitu Wali Kota Semarang kepada para perajin batik terkait dengan motif yang bisa digunakan. Tujuannya paling tidak untuk mengeksiskan kembali batik Semarangan.

Sebetulnya, menilik historis Kota Semarang yang pada zaman dahulu banyak disinggahi oleh pedagang dari Tiongkok, Arab, dan Eropa, banyak kekhasan yang dapat diangkat pada batik Semarang.

Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pembatik dalam menentukan motif yang sifatnya "multiculture".

Peneliti Pusat Kajian Batik Semarang Unisbank Dewi Handayani mengatakan awalnya Semarang berciri khas batik pesisir dari Pekalongan dan Lasem.

Namun, saat ini semakin banyak perajin yang lebih bebas dalam mengekspresikan motif yang diinginkan.

"Meski demikian, pihaknya berharap agar pelaku batik dapat berjalan beriringan sehingga tidak timbul persaingan yang tidak sehat dan berakibat pada terkendalanya pemasaran," katanya.

Dia mengakui dengan semakin bebasnya perajin batik mengeksplorasi motif, saat ini semakin banyak yang berusaha mematenkan motif tertentu.

Bahkan, dari data yang diperolehnya, sudah ada lebih dari 50 motif batik Semarang yang dipatenkan, beberapa di antaranya motif Legenda Banyumanik, motif Wewe Gombel, motif Pesona Tugu Muda, dan motif Goa Kreo.

Kondisi tersebut akhirnya berdampak pada tidak sehatnya persaingan antarperajin yang seharusnya dapat memproduksi batik secara bebas dengan motif yang tak terbatas.

Untuk mencari solusi tersebut, pihaknya bersama dengan Asosiasi IUMKM Indonesia Akumandiri pada Kamis (6/9) akan melaksanakan dialog interaktif Rembug Semarangan dengan tema "Batik Semarang, Apakah Ada?" dengan mengundang Wakil Wali Kota Semarang dan pemerhati batik Kota Semarang.

Ketua Akumandiri Naneth Ekopriyono mengatakan pada pelaksanaan tersebut juga akan diundang perajin batik hingga desainer.

Dia mengharapkan melalui dialog interaktif tersebut kekhasan batik Semarangan semakin terlihat. (Ant)

Tag: pameran batik

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,783.30 3,744.53
British Pound GBP 1.00 18,150.85 17,967.77
China Yuan CNY 1.00 2,097.95 2,076.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,187.00 14,045.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,058.58 9,952.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,807.88 1,789.76
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.06 10,334.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.70 15,848.38
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,472.95 3,433.99
Yen Jepang JPY 100.00 12,861.03 12,731.15

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6389.085 -30.933 627
2 Agriculture 1592.350 -13.090 21
3 Mining 1834.293 -25.732 47
4 Basic Industry and Chemicals 878.558 -9.993 71
5 Miscellanous Industry 1329.578 -2.798 46
6 Consumer Goods 2604.636 -24.378 51
7 Cons., Property & Real Estate 450.557 -6.160 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1185.805 7.307 71
9 Finance 1216.771 -0.391 91
10 Trade & Service 811.391 -5.665 155
No Code Prev Close Change %
1 ALDO 1,300 1,625 325 25.00
2 PEHA 2,110 2,630 520 24.64
3 SIMA 330 400 70 21.21
4 LMAS 58 69 11 18.97
5 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
6 LUCK 585 660 75 12.82
7 CASS 640 720 80 12.50
8 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
9 BHIT 84 94 10 11.90
10 DWGL 101 113 12 11.88
No Code Prev Close Change %
1 OCAP 81 54 -27 -33.33
2 HDFA 165 130 -35 -21.21
3 KONI 498 398 -100 -20.08
4 BALI 1,060 860 -200 -18.87
5 PUDP 410 338 -72 -17.56
6 CANI 218 180 -38 -17.43
7 KBLV 585 484 -101 -17.26
8 GLOB 448 372 -76 -16.96
9 JIHD 585 490 -95 -16.24
10 NATO 585 505 -80 -13.68
No Code Prev Close Change %
1 EXCL 2,050 2,340 290 14.15
2 BMTR 398 420 22 5.53
3 BHIT 84 94 10 11.90
4 WSKT 1,865 1,765 -100 -5.36
5 BNLI 1,125 1,260 135 12.00
6 ERAA 1,950 1,955 5 0.26
7 MNCN 855 910 55 6.43
8 TLKM 3,740 3,790 50 1.34
9 ANTM 1,000 950 -50 -5.00
10 BUMI 153 151 -2 -1.31