Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:38 WIB. Mobil listrik - VW bicara intensif dengan Northvolt untuk batrei mobil listrik.
  • 19:47 WIB. ISIS - 3 orang Prancis dihukum mati di Irak karena terlibat ISIS.
  • 18:39 WIB. EU - 400 juta orang sedang memilih parlemen di Uni Eropa.

Pusat Logistik Berikat Berikan Fleksibilitas Pengiriman Barang

Pusat Logistik Berikat Berikan Fleksibilitas Pengiriman Barang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan kehadiran Pusat Logistik Berikat (PLB) bisa memberikan fleksibilitas pengiriman barang serta menekan biaya logistik yang masih mahal.

"PLB memiliki keunggulan yaitu memberikan fleksibiltas dalam proses pengiriman barang. Perusahaan dapat menimbun barang persediaannya di lokasi manapun yang diinginkan di Indonesia," ujar Heru dalam diskusi membahas potensi PLB di Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Heru mengungkapkan hal yang dapat dilakukan institusi Bea Cukai untuk mendukung program yang bertujuan untuk meningkatkan kembali gairah kinerja sektor perdagangan tersebut adalah memberikan fasilitas gudang dan pembebasan pajak.

"Kami dapat memberikan pembebasan bea masuk untuk barang modal serta fasilitas gudang untuk penimbunan barang modal dan pembangunan pusat logistik untuk alat-alat yang digunakan untuk membuat kapal laut dan pesawat udara," katanya.

Heru mengharapkan semakin banyak perusahaan asing maupun lokal yang tergabung dalam PLB agar kegiatan logistik di Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di kawasan yang memiliki keunggulan dalam kemudahan konektivitas.

Asisten Deputi Sistem Logistik dan Fasilitas Perdagangan Kementerian Koordinator Perekonomian Erwin Raza menambahkan kehadiran PLB yang semakin bertambah di berbagai daerah bisa menciptakan efisiensi biaya logistik.

"Biaya logistik Indonesia merupakan yang tertinggi, sekitar 24 persen dari PDB berdasarkan kajian Bank Dunia. Saat ini yang sedang dilakukan secara simultan oleh pemerintah terkait hal ini adalah mengharmonisasikan peraturan dan kebijakan," ujarnya.

Menurut dia, pengembangan PLB merupakan bagian dari upaya pembangunan nasional secara menyeluruh, karena proyek ini bisa mendorong peningkatan sumber daya manusia yang memahami bidang logistik dalam jangka panjang.

Positif Direktur Utama PT. GMF Aero Asia Juliandra Nurtjahjo menambahkan fasilitas PLB ini telah melahirkan respon positif terkait efisiensi biaya logistik karena proses penyimpanan, penimbunan, dan "clearance" dapat dilakukan di tempat yang sama.

"Tentunya hal merupakan sebuah insentif untuk kami dalam meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa dan meningkatkan nama baik penerbangan Indonesia di dunia internasional," kata Juliandra.

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan telah meluncurkan PLB pada Maret 2016, sebagai gudang multifungsi untuk menampung barang ekspor impor.

Fasilitas yang menjadi bagian dari paket kebijakan jilid II ini bertujuan untuk mendukung distribusi logistik yang murah dan efisien, mendukung pertumbuhan industri dalam negeri serta menjadikan Indonesia sebagai hub logistik di wilayah Asia Pasifik.

Hingga sekarang, pemerintah telah membangun 28 PLB yang melayani berbagai sektor seperti minyak dan gas, pertambangan, pemeliharaan (maintenance), perbaikan dan reparasi (repair and overhaul), otomotif dan farmasi.

Rinciannya sebanyak 11 PLB telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo sejak periode Maret 2016 dan sebanyak 17 PLB baru disepakati dalam perhelatan acara Jakarta International Logistics Summit and Expo (JILSE) 2016 pada Rabu (19/10).

Sekitar 10 PLB akan dibangun dalam waktu dekat setelah melalui proses konsultasi dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai serta bekerja sama dengan asosiasi maupun pemain utama di industri. (Ant)

Tag: logistik, Bea Cukai

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6057.353 24.657 633
2 Agriculture 1373.110 2.580 21
3 Mining 1637.715 -11.489 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.150 -0.477 71
5 Miscellanous Industry 1249.820 10.190 46
6 Consumer Goods 2391.895 9.088 52
7 Cons., Property & Real Estate 446.447 1.873 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.346 19.080 74
9 Finance 1223.772 6.088 90
10 Trade & Service 792.573 -3.999 156
No Code Prev Close Change %
1 BMSR 86 116 30 34.88
2 PTSN 835 1,040 205 24.55
3 KONI 214 264 50 23.36
4 KOIN 204 242 38 18.63
5 AKPI 450 530 80 17.78
6 HDFA 112 131 19 16.96
7 TRIM 147 170 23 15.65
8 KOBX 161 180 19 11.80
9 POLY 89 98 9 10.11
10 ANDI 1,670 1,820 150 8.98
No Code Prev Close Change %
1 TAXI 90 59 -31 -34.44
2 CNTX 590 458 -132 -22.37
3 GOLD 530 420 -110 -20.75
4 BRAM 8,225 6,600 -1,625 -19.76
5 DUTI 4,600 3,750 -850 -18.48
6 CANI 193 160 -33 -17.10
7 SKBM 450 376 -74 -16.44
8 MKNT 116 97 -19 -16.38
9 FIRE 10,375 8,925 -1,450 -13.98
10 MBTO 139 122 -17 -12.23
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,055 25 2.43
2 BBRI 3,850 3,850 0 0.00
3 TLKM 3,660 3,750 90 2.46
4 SOCI 196 210 14 7.14
5 BMRI 7,575 7,700 125 1.65
6 JPFA 1,400 1,425 25 1.79
7 FREN 266 284 18 6.77
8 TARA 765 785 20 2.61
9 BBCA 28,025 28,050 25 0.09
10 ERAA 1,105 1,145 40 3.62