Portal Berita Ekonomi Kamis, 28 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:07 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,20% terhadap Yen pada level 107,76 JPY/USD.
  • 17:47 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.706 USD/troy ounce.
  • 17:46 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,57 USD/barel.
  • 17:45 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,91 USD/barel.

Ini Dia Pemenang Wismilak Diplomat Challenge 2016

Ini Dia Pemenang Wismilak Diplomat Challenge 2016
WE Online, Jakarta -

Kompetisi wirausaha yang dipelopori Wismilak, yakni Wismilak Diplomat Challenge (DSC) 2016 telah memilih Gazan Azka Ghafara sebagai juara.

Pria kelahiran Bandung 27 Juli 1995 ini berhasil menyisihkan 10 peserta atau challenger lain yang masuk babak final pada kompetisi yang memasuki tahun ke-7 ini.

"Gazan terpilih karena leadership-nya yang menonjol. Ia berani mengambil keputusan. Kami lihat ia berpotensi menjadi entrepreneur tangguh," demikian Surjanto Yasaputera, Ketua Dewan Komisioner DSC 2016 yang akrab dipanggil Pak Sur, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (15/11/2016).

Sebagai pemenang utama, Gazan memperoleh hadiah hibah modal Rp500 juta dari total hibah yang besarnya mencapai Rp2 miliar. Selain itu, semua pemenang juga mendapat bimbingan usaha dari tim Wismilak DSC.

Babak akhir seleksi dilakukan dalam bentuk kompetisi di tiga kota Surabaya, Yogyakarta, dan Bandung. Para challenger yang dijadikan dua kelompok dihadapkan pada tantangan usaha nyata yang berbeda di tiap kota. Sesi terakhir di Bandung misalnya, mereka harus menjadi event organizer yang bertugas mendatangkan live music di sebuah kafe.

Setiap tim dituntut memberikan strategi terbaik agar pertunjukannya ramai dikunjungi orang. Kompetisi babak akhir yang berpindah-pindah di tiga kota ini sempat disiarkan di TV One setiap minggu, dari awal bulan Oktober sampai pertengahan Nopember 2016 kemarin.

Pada tahap awal kompetisi wirausaha bergengsi ini, Gazan lolos membawa Zanana Chips, merek kripik pisang yang diproduksinya. Selain Gazan, 5 finalis lain juga mendapatkan modal usaha. Mereka ini terdiri dari 2 orang grand finalist dan 3 orang runner up.

Sebagai grand finalist antara lain Gisela Eugenia dengan usaha jasa aplikasi untuk menemukan pengajar bimbel dan I Wayan Lovayana, yang merencanakan workshop pembuatan benda seni untuk menyerap tenaga kerja di Bali. Sedangkan di posisi runner up, ada Kristantya Nugraha yang memproduksi bass gitar, Stephanie Patricia yang membuat aplikasi medi-call, serta Heru Anwari yang membuat sepeda BMX inovatif.

DSC juga masih memberikan penghargaan kepada 5 orang dengan usaha yang memenuhi kriteria social impact dan lima orang lagi business potential.

"Tahun ini kompetisi DSC menjaring beragam katagori usaha, antara lain industri kreatif, agrikultur, teknologi, energi, meski yang paling banyak masih di bidang perdagangan, jasa dan kuliner," demikian Pak Sur.

Menurut ketua dewan juri ini semua finalis tampil istimewa, namun usaha keripik pisang di tangan Gazan mampu mencuri perhatian. Zanana Chips dinilai sangat memahami target pasarnya, karena terus berinovasi mengembangkan mekanisme promosi secara kekinian.

Keripik pisang sudah ditekuni Gazan sejak 2 tahun lalu."Saya bangga berhasil mendapatkan 1 milyar pertama di usia 19, tahun lalu, dari jualan kripik pisang," kata anak muda ini.

Pada usia 16 tahun, Gazan sudah mulai menjadi seorang pengusaha dengan mempekerjakan 2 orang karyawan.

"Saat itu tahun 2012 saya memproduksi ayam tulang lunak dengan merk Ayam Razet, namun bangkrut karena kurangnya modal dan lokasi yang sepi," ujarnya mengenang.

Ia juga sempat jualan risoles di tahun 2013 dengan membuka 3 cabang, namun bisnis ini pun terpaksa gulung tikar karena ditinggal koki. Gazan masih ingat, suatu hari setelah bangkrut dari jualan risoles, tiba-tiba saja ia ingin makan keripik pisang coklat. Namun ia kesulitan menemukan camilan itu di Bandung karena merupakan oleh-oleh khas Lampung. Setelah bertanya kebeberapa teman, Gazan menemukan jawaban yang sama, ?Ternyata banyak juga yang cari keripik pisang coklat Lampung di Bandung!" Karena itu ia segera tergerak untuk memproduksinya.

"Saya sangat yakin karena produk itu kan terbukti laris di Lampung. Bertahan selama belasan tahun dan bahkan eksis sebagai produk oleh-oleh khas dari Lampung," ujar Gazan.

Produk buatannya kemudian ia beri merk Zanana Chips. "Alhamdulillah, sekarang sudah berjalan 2 tahun, peminatnya terus meningkat. Zanana Chips sudah pernah di distribusikan ke lebih dari 70 kota di Indonesia, termasuk keluar negeri seperti Malaysia, Jepang, Amerika, Mesir, dan Brunei," tambahnya bangga.

Setelah tahu peminatnya banyak, Zanana Chips mulai melakukan pengembangan produk. Jika pada awalnya hanya ada varian rasa coklat, Gazan kemudian melakukan inovasi dengan penambahan varian rasa lain seperti rasa susu, greentea, smoked beef, dan classy spicy. Selain ragam cita rasa yang tengah populer, produk ini juga mempunyai kemasan yang menarik. Menurut Gazan, ia mencoba menonjolkan sisi emotional benefit karena menyasar kelompok anak muda millennial yang selalu menuntut kebaruan dan keaslian ide.

Dari Zanana Chips, sampai pertengahan tahun ini Gazan mampu mendapatkan omzet sekitar Rp 400 juta hingga Rp 450 juta per bulan, angka yang stabil seperti tahun sebelumnya. Namun ia tidak cepat berpuas diri. "Saya masih ingin memperbanyak jalur distribusi, agar Zanana Chips bisa tersedia di berbagai kota dan mudah ditemukan oleh konsumen," ujarnya.

Saat ini dengan system penjualan online, konsumen baru bisa mendapatkan camilan yang diinginkan dalam waktu ?2 - 3 hari setelah order, jarak waktu yang sungguh menghambat penjualan.

Menurut Pak Sur, Gazan mampu melihat dan menangani tantangan yang berbeda pada tiap tahapan usahanya. "Saat baru memulai, ia tahu bagaimana caranya survive. Setelah mendapatkan profit, ia lalu berusaha mengefisiensikan proses produksi dan mengelola karyawan. Setelah growing, ia mulai melakukan inovasi produk dan distribusi. Tantangan usaha memang akan selalu ada dan berbeda-beda pada setiap tahapan atau besaran usaha," demikian ujar Pak Sur.

Sebagai salah satu pemenang Kompetisi Wirausaha DSC 2016, Gazan merasa bersukur bisa mendapat bantuan hibah tambahan modal usaha serta bimbingan manajerial dari tim DSC. Sekarang ia bercita-cita bisa ikut menggerakkan anak muda seangkatannya untuk berani terjun berwirausaha.

"Dalam berbagai sesi capacity building yang kami dapat dari tim DSC, kami selalu diingatkan untuk bisa bermanfaat bagi lingkungan dan sesama. Sungguh percuma jika bisa menjadi pengusaha sukses tapi tidak berguna untuk masyarakat dan lingkungan," ujarnya menjelaskan.

Keinginan Gazan ini disambut positif oleh tim Wismilak DSC. ?Setelah 7 tahun pelaksanaan kompetisi wirausaha ini, kami rasa sudah saatnya para pemenang memberikan kontribusinya pada masyarakat. Kami ingin mereka mampu menjadi agent of change bagi generasinya, ikut menularkan virus positif, yakni virus wirausaha,? tambah Pak Sur mengakhiri perbincangan.

Keinginan Gazan sesuai dengan semangat yang diusung DSC, bahwa nilai sebuah kesuksesan akan lebih berarti bila membawa manfaat bagi masyarakat.

Baca Juga

Tag: PT Wismilak Inti Makmur Tbk

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,949.10 3,908.77
British Pound GBP 1.00 18,277.97 18,088.76
China Yuan CNY 1.00 2,073.12 2,052.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,834.81 14,687.20
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.83 9,749.36
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,913.58 1,894.41
Dolar Singapura SGD 1.00 10,458.10 10,350.39
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,263.40 16,097.17
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.95 3,366.31
Yen Jepang JPY 100.00 13,807.53 13,666.33
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4641.555 14.756 692
2 Agriculture 963.201 0.898 22
3 Mining 1246.724 -8.375 49
4 Basic Industry and Chemicals 710.347 10.261 78
5 Miscellanous Industry 804.178 2.663 52
6 Consumer Goods 1823.628 -10.136 58
7 Cons., Property & Real Estate 319.961 0.618 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 872.329 -7.636 78
9 Finance 913.212 8.117 93
10 Trade & Service 598.977 5.924 172
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 147 187 40 27.21
2 ARII 605 735 130 21.49
3 DPUM 84 99 15 17.86
4 MCAS 645 760 115 17.83
5 MLPT 462 535 73 15.80
6 DART 260 298 38 14.62
7 TMPO 119 136 17 14.29
8 MARK 442 505 63 14.25
9 IKAN 356 406 50 14.04
10 SCMA 825 940 115 13.94
No Code Prev Close Change %
1 INCI 400 372 -28 -7.00
2 SDPC 100 93 -7 -7.00
3 HRME 186 173 -13 -6.99
4 ICBP 8,950 8,325 -625 -6.98
5 TALF 288 268 -20 -6.94
6 RDTX 4,900 4,560 -340 -6.94
7 STTP 9,400 8,750 -650 -6.91
8 CASS 232 216 -16 -6.90
9 KEEN 290 270 -20 -6.90
10 NFCX 1,395 1,300 -95 -6.81
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,520 2,630 110 4.37
2 PURA 79 74 -5 -6.33
3 TLKM 3,250 3,170 -80 -2.46
4 BBCA 24,850 24,825 -25 -0.10
5 PWON 362 400 38 10.50
6 MDLN 67 68 1 1.49
7 PGAS 890 885 -5 -0.56
8 BTPS 2,360 2,520 160 6.78
9 MNCN 855 910 55 6.43
10 BRIS 290 308 18 6.21