Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 11:18 WIB. Smartphone - Apple optimis kecanggihan ponsel masa depan dengan teknologi AI.
  • 11:15 WIB. Smartphone - Snapdragon 660 jadi pemikat di ponsel anyar HTC, HTC U11 Life.
  • 11:12 WIB. Samsung - Gandeng DeePhi Tech, prosesor anyar Samsung bakal punya kecerdasan buatan.
  • 11:08 WIB. Smartphone - 100 ribu Nokia 7 ludes dipesan di penjualan perdana.
  • 11:07 WIB. Apple - Steve Wozniak, pendiri Apple: Saya senang dengan iPhone 8 saya.
  • 10:43 WIB. Cristiano Ronaldo - Ronaldo sabet penghargaan 'FIFA Best Male Player Award' kalahkan Lionel Messi.
  • 09:37 WIB. DKI Jakarta - Dishub DKI siap terapkan janji Anies-Sandi.
  • 09:36 WIB. DKI Jakarta - Anies lakukan sidak ke kantor Kelurahan Cikini.
  • 09:35 WIB. Politik - Deddy Mizwar sebut hubungannya dengan Gerindra dalam keadaan baik.
  • 09:35 WIB. Densus Tipikor - Busyro ragu dengan Polri terkait Densus Tipikor.
  • 09:34 WIB. e-KTP - KPK serius selesaikan kasus megakorupsi e-KTP.
  • 09:33 WIB. Energi Listrik - Luhut tegaskan tidak ada revisi pada target 35.000 MW.
  • 09:32 WIB. Pilkada - Wiranto sebut Pilkada masih rawan konflik.
  • 09:26 WIB. Badai Lan - Diterjang Badai Lan, warga Jepang mengungsi.
  • 09:24 WIB. Korea Utara - Korea Utara dapat proyek jutaan dollar dari Afrika Selatan.

Banyak Lembaga Konservasi Minati Gajah Sumatera

Foto Berita Banyak Lembaga Konservasi Minati Gajah Sumatera
Warta Ekonomi.co.id, Bengkulu -

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu Abu Bakar mengatakan bahwa minat beberapa pihak untuk melestarikan gajah sumatra (Elephas maximus Sumatranus) cukup tinggi yang ditandai dengan permohonan mendapatkan satwa langka itu.

"Ada banyak lembaga konservasi yang menghubungi kami yang intinya berminat mendapatkan gajah untuk keperluan konservasi," kata Abu Bakar di Bengkulu, Rabu (23/11/2016).

Ia mengatakan hal itu terkait aksi sejumlah netizen yang menggalang suara, menolak pemindahan sejumlah gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) di Taman Wisata Alam Seblat ke salah satu lembaga konservasi di Denpasar, Bali.

Meski belum mengetahui perihal permintaan gajah dari lembaga konservasi di Bali tersebut, Abu mengakui bahwa sejumlah lembaga konservasi di Indonesia memang kerap menghubungi BKSDA Bengkulu untuk mendapatkan gajah untuk upaya konservasi gajah Sumatera.

"Saya belum mengetahui ada surat dari lembaga konservasi di Bali yang ditujukan ke Kementerian LHK, tapi memang beberapa lembaga sering menghubungi kami, tidak hanya dari Bali tapi juga Lombok dan Jawa Timur," kata dia.

Pada dasarnya kata Abu, pihaknya menyambut baik upaya pihak lain mengkonservasi gajah Sumatera yang tujuannya tentu untuk kesejahteraan satwa yang lebih meningkat. Namun, semua keputusan terkait konservasi gajah Sumatera berada di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Jakarta.

"Kalau perintah dari Jakarta menyuruh dipindahkan maka kami harus laksanakan, tapi kalau belum ada perintah berarti tetap di Seblat, " ujarnya.

Abu menambahkan bahwa keberadaan PLG Seblat di TWA Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara pada hakekatnya untuk kesejahteraan gajah agar dapat berkembangbiak sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan konservasi.

Saat ini tambah dia terdapat 12 ekor gajah binaan di PLG Seblat yang menunjang pariwisata di TWA Seblat sekaligus mendukung patroli pengamanan kawasan hutan dari perambahan. Sementara sejumlah netizen menggalang suara dengan tagar #stoppemindahangajahseblat dan #tolakpemindahangajahseblat sebagai penolakan terhadap pemindahan gajah Sumatera yang terdapat di PLG Seblat ke lembaga konservasi di luar Sumatera.

Foto dua ekor gajah Sumatera di PLG Seblat dilengkapi tagar #stoprelokasigajahseblat diposting di akun instagram @fianbkl pada Selasa pukul 11.00 WIB. Beberapa menit setelah diunggah, foto tersebut telah diposting ulang oleh sejumlah pengguna media sosial instagram, disukai sebanyak 270 pemilik akun dan 20 komentar dari netizen. (Ant).

Tag: Sumatera Utara (Sumut)

Penulis: ***

Editor: Leli Nurhidayah

Foto: WWF Indonesia

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,625.67 3,589.31
British Pound GBP 1.00 17,969.80 17,787.37
China Yuan CNY 1.00 2,051.82 2,031.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,597.00 13,461.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.42 10,519.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,742.83 1,725.33
Dolar Singapura SGD 1.00 9,993.39 9,892.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,991.43 15,827.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,212.14 3,177.76
Yen Jepang JPY 100.00 11,997.71 11,874.56

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5950.026 20.477 563
2 Agriculture 1751.129 -2.958 18
3 Mining 1552.962 25.084 45
4 Basic Industry and Chemicals 640.078 5.136 68
5 Miscellanous Industry 1356.573 4.636 43
6 Consumer Goods 2515.806 9.475 45
7 Cons., Property & Real Estate 505.801 1.377 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.060 -0.919 58
9 Finance 1032.495 2.054 90
10 Trade & Service 916.336 3.244 131
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 76 102 26 34.21
2 ZINC 575 715 140 24.35
3 RIMO 496 615 119 23.99
4 AKKU 51 62 11 21.57
5 BRMS 58 70 12 20.69
6 TRAM 152 183 31 20.39
7 IMAS 900 1,050 150 16.67
8 ALTO 358 410 52 14.53
9 BYAN 8,000 9,000 1,000 12.50
10 BUMI 212 236 24 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 685 515 -170 -24.82
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 HDTX 390 312 -78 -20.00
4 FMII 540 454 -86 -15.93
5 MREI 4,500 3,860 -640 -14.22
6 INTD 420 366 -54 -12.86
7 MDKI 284 250 -34 -11.97
8 CANI 336 296 -40 -11.90
9 VICO 292 262 -30 -10.27
10 BRAM 7,775 7,000 -775 -9.97
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 152 183 31 20.39
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 BUDI 98 96 -2 -2.04
4 BUMI 212 236 24 11.32
5 RIMO 496 615 119 23.99
6 TLKM 4,270 4,250 -20 -0.47
7 WIKA 1,900 1,990 90 4.74
8 PGAS 1,680 1,745 65 3.87
9 PBRX 500 494 -6 -1.20
10 LEAD 103 108 5 4.85

Recommended Reading

Selasa, 24/10/2017 05:55 WIB

Hakim PN Terjerat Kasus Marlina

Selasa, 24/10/2017 05:00 WIB

Busyro Ragukan Polri Bentuk Densus Tipikor

Selasa, 24/10/2017 04:00 WIB

KPK Terus Kembangkan Kasus e-KTP

Selasa, 24/10/2017 03:00 WIB

DPR Minta BPK Audit Otsus Aceh