Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 17:28 WIB. London - Enam orang terluka akibat serangan zat berbahaya di pusat perbelanjaan di London.
  • 15:24 WIB. Lawan Korupsi - Mendagri sebut pelaku korupsi tidak punya malu.
  • 15:23 WIB. OTT - Mendagri harap OTT Wali Kota Cilegon yang terakhir.
  • 15:22 WIB. Film Sejarah - PDIP dukung pemerintah produksi ulang film G30S/PKI.
  • 15:22 WIB. Pansus KPK - PDIP isyaratkan Pansus perpanjang masa kerja.
  • 15:21 WIB. Pilgub Jabar - Dedi Mulyadi sebut Golkar masih buka peluang untuk koalisi.
  • 15:20 WIB. Pansus - Fahri Hamzah melunak usai Presiden kritisi soal Pansus KPK.
  • 15:20 WIB. Jakarta - Gubernur Djarot santai soal kritik terkait pemilihan gubernur.
  • 15:19 WIB. Gunung Agung - Kemenhub sebut abu vulkanik gunung Agung seperti silet yangdilempar ke pesawat.
  • 15:18 WIB. Gunung Agung - Hotel dekat gunung Agung sudah kosongkan kamar.
  • 15:17 WIB. Tol - Menhub minta Tol Trans Jawa harus akomodasi pedagang lokal.
  • 15:16 WIB. Pilgub Jabar - Deddy Mizwar imbau generasi muda untuk lebih kreatif lagi.
  • 15:14 WIB. Nikahsirrih.com - Ketua RW mengaku kecolongan dengan tindakan warganya.
  • 15:14 WIB. Reklamasi - KNTI sebut reklamasi bentuk keserakahan pengusaha.
  • 15:13 WIB. Pil Zombie - Polda DIY gandeng BNN cegah Pil Zombie masuk daerahnya.

Penyelamatan Bumiputera Harus Dikembalikan ke Pemegang Polis

Foto Berita Penyelamatan Bumiputera Harus Dikembalikan ke Pemegang Polis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera saat ini tengah menghadapi permasalahan keuangan yang pelik. Perusahaan terancam default atau gagal bayar terhadap premi jatuh jatuh tempo 6,7 juta nasabahnya Pun begitu, skema penyelamatan perusahaan yang saat ini sedang berjalan dinilai tidak tepat. Langkah yang diambil oleh regulator, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah dengan melakukan restrukturisasi perusahaan melalui mekanisme right issue dikhawatirkan akan membawa dampak turunan yang tidak sedikit.

Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Asuransi dan Dana Pensiun Herris Simanjuntak mengatakan pembentukan undang-undang tentang perusahaan berbadan hukum usaha bersama atau mutual menjadi mendesak untuk dilakukan, karena status badan usaha AJB Bumiputera adalah mutual. Sikap dan langkah yang diambil harusnya mengacu pada Undang-undang yang memayunginya.

“Kalau mutual, seharusnya segala keputusan harus melibatkan pemegang polis selaku pemegang saham, atau dikembalikan ke anggaran dasarnya,” katanya kepada wartaekonomi, Selasa (27/12/2016).

Lebih lanjut dirinya mengatakan selama ini ada pandangan bahwa treatment yang dilakukan oleh otoritas menggunakan landasan undang-undang perusahaan terbatas atau PT.

Sebelumnya pada tahun 2014 lalu, Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi Pasal 7 ayat (3) UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian yang diajukan beberapa pemegang polis asuransi. Dalam putusannya, MK menyiratkan agar pembentuk Undang-Undang membuat Undang-Undang terkait usaha perasuransian yang berbentuk usaha bersama (mutual) paling lambat 2,5 tahun setelah putusan diucapkan. Namun kenyataannya, hingga saat ini proses pembentukan undang-undang mutual masih terkatung-katung kejelasannya.

Sebagai catatan, salah satu langkah yang akan ditempuh oleh otoritas untuk melakukan restrukturisasi AJB Bumiputera adalah melalui mekanisme right issue. Rencananya perseroan akan melakukan backdoor listing atas saham salah satu perusahaan investasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, PT Evergreen Invesco Tbk (GREN).  Dari aksi galang dana ini, perseroan berpotensi meraup dana sekitar Rp10 triliun yang akan digunakan untuk menutup utang perusahaan. 

Tag: Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera

Penulis: Gito Adiputro Wiratno

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92