Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Februari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.660 IDR/USD.
  • 16:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yuan pada level 6,98 CNY/USD.
  • 15:49 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 0,52% pada level 27.959.
  • 15:48 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,28% pada level 2.983.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,21% pada level 3.213.
  • 15:47 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,48% pada level 7.444.
  • 15:46 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,69% pada level 23.523.
  • 15:44 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,06% pada level 2.242.

Waduh, Presiden Filipina Mengaku Pernah Melempar Orang dari Helikopter dan akan Melakukannya Lagi

Waduh, Presiden Filipina Mengaku Pernah Melempar Orang dari Helikopter dan akan Melakukannya Lagi - Warta Ekonomi
WE Online, Manila -

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam pejabat pemerintah yang korupsi dengan melemparkannya dari helikopter yang sedang terbang. Hal itu merupakan peringatan yang telah dilakukannya sendiri dan akan dilakukannya lagi. Mantan jaksa yang mudah marah itu berkata, pernah melemparkan seorang warga negara China dari helikopter yang diduga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.

"Jika Anda korupsi, saya akan menjemput Anda menggunakan helikopter ke Manila dan saya akan melempar Anda. Saya telah melakukan ini sebelumnya, mengapa saya tidak akan melakukannya lagi?" kata Duterte dalam sebuah pidato pada korban badai, Selasa, dalam sebuah tayangan yang diunggah oleh kantor kepresidenan.

Ancaman terbaru Duterte datang beberapa pekan setelah dia mengakui membunuh orang selama 22 tahun sebagai Wali Kota Davao, yang terkadang dilakukannya dengan mengendarai sepeda motor untuk mendapatkan "kesempatan untuk membunuh". Beberapa senator telah memperingatkan Duterte risiko pemakzulan atas komentarnya tersebut.

Amerika Serikat, yang telah lama menjadi sekutu Filipina yang prihatin dengan perang Duterte terhadap obat-obatan dan retorika anti-Amerikanya, mengatakan telah menyadari pernyataannya tentang helikopter. "Seperti yang telah kita nyatakan sebelumnya, kami sangat prihatin dengan laporan pembunuhan di luar hukum oleh atau atas perintah otoritas pemerintah di Filipina," kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Amerika Anna Richey-Allen dalam sebuah surat elektronik kepada Reuters.

Duterte telah berulang kali mengatakan pembunuhan itu adalah bagian dari operasi polisi yang sah, termasuk insiden penyanderaan, dan mereka yang tewas adalah penjahat, bukan tersangka. Tidak segera jelas kapan atau di mana insiden helikopter yang dimaksudkan Duterte telah berlangsung.

Dalam sebuah wawancara pada hari Kamis dengan saluran berita Filipina, ABS-CBN, reaksi Duterte mendatar ketika ditanya tentang kejadian tersebut. "Helikopter untuk melempar seseorang?" Duterte menanyakan. "Jika memang itu benar, saya tidak akan mengakuinya," pungkasnya.

Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, menyebutkan kisah tersebut hanya "legenda kaum urban". Duterte juga mengakui bahwa sebanyak enam orang telah ditangkap pekan lalu dalam sebuah penggerebekan lebih dari setengah ton metafetamin atau yang dikenal oleh warga lokal sebagai "sabu-sabu", yang beruntung dia sedang berada di luar kota.

"Mereka beruntung saya sedang tidak di Manila saat itu. Jika saya tahu ada banyak sabu-sabu di dalam rumah, saya pasti akan pasti membunuhmu," katanya dengan tegas. "Ayolah jangan membuat drama, secara pribadi saya akan menembak Anda jika tidak ada orang lain yang mau melakukannya," tutur Duterte menambahkan.

Utusan tinggi Hak Asasi Manusia PBB meminta dilakukan investigasi kepada Duterte yang mengklaim telah membunuh orang-orang, yang pada pekan lalu Duterte menanggapinya dengan sebutan-sebutan kasar dan tidak pantas. (Ant)

Baca Juga

Tag: Helikopter, Filipina, Rodrigo Roa Duterte

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Antara/Reuters/Romeo Ranoco

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,669.24 3,632.53
British Pound GBP 1.00 17,955.97 17,775.94
China Yuan CNY 1.00 1,972.52 1,952.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,761.47 13,624.54
Dolar Australia AUD 1.00 9,255.96 9,162.50
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,771.76 1,754.11
Dolar Singapura SGD 1.00 9,899.63 9,800.42
EURO Spot Rate EUR 1.00 14,917.43 14,767.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,328.85 3,292.54
Yen Jepang JPY 100.00 12,530.93 12,403.99
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5867.523 0.578 682
2 Agriculture 1295.344 1.210 22
3 Mining 1412.579 2.722 49
4 Basic Industry and Chemicals 859.155 2.813 77
5 Miscellanous Industry 1075.455 -0.736 51
6 Consumer Goods 1905.760 -1.806 57
7 Cons., Property & Real Estate 452.187 5.208 88
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1006.798 -5.088 78
9 Finance 1339.874 0.637 92
10 Trade & Service 700.446 -3.960 168
No Code Prev Close Change %
1 ASPI 105 178 73 69.52
2 ERTX 111 140 29 26.13
3 AYLS 284 354 70 24.65
4 SSTM 382 476 94 24.61
5 MREI 4,200 5,225 1,025 24.40
6 GLOB 274 340 66 24.09
7 KOIN 115 135 20 17.39
8 SHID 3,400 3,930 530 15.59
9 STTP 5,800 6,600 800 13.79
10 TFAS 117 131 14 11.97
No Code Prev Close Change %
1 MINA 164 108 -56 -34.15
2 OCAP 191 126 -65 -34.03
3 YPAS 498 374 -124 -24.90
4 AKSI 480 362 -118 -24.58
5 NZIA 488 380 -108 -22.13
6 TOPS 86 67 -19 -22.09
7 LUCK 570 456 -114 -20.00
8 ITIC 2,750 2,300 -450 -16.36
9 BRAM 4,960 4,260 -700 -14.11
10 INRU 720 625 -95 -13.19
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 885 880 -5 -0.56
2 LUCK 570 456 -114 -20.00
3 BHIT 63 62 -1 -1.59
4 MKNT 50 50 0 0.00
5 KPIG 126 127 1 0.79
6 TLKM 3,640 3,610 -30 -0.82
7 DADA 173 151 -22 -12.72
8 TCPI 6,450 6,675 225 3.49
9 MNCN 1,505 1,505 0 0.00
10 BBRI 4,550 4,470 -80 -1.76