Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:13 WIB. Jerman - Seorang pria melakukan penyerangan terhadap empat orang dengan sebilah pisau di Jerman.
  • 21:09 WIB. Malaysia - Empat pekerja asing tewas ┬ádan 10 hilang saat tanah longsor terjadi di Penang, Malaysia.
  • 20:50 WIB. Mesir - Sedikitnya 52 polisi Mesir tewas dalam bentrokan dengan pegaris keras di gurun barat.
  • 18:16 WIB. Nasional - Puan: Kaluarga cegah radikalisme.
  • 18:13 WIB. Densus Tipikor - DPR: Densus Tipikor untuk kembalikan kepercayaan publik terhadap Polisi.
  • 18:13 WIB. Susi - Menteri Susi ingin punya stasiun TV sendiri.
  • 18:12 WIB. Politik - SBY: Nilai kinerja Jokowi jangan berlebihan.
  • 18:11 WIB. Pilpres - Budi Arie Setiadi: Hanya Prabowo yang bisa lawan Jokowi di Pilpres 2019.
  • 18:10 WIB. Pilpres - Nama Ahok, Gatot, Jokowi dan Tito masuk simulasi Pilpres.
  • 18:09 WIB. Jakarta - PDIP: Tak perlu ada paripurna untuk Anies.

Mundurnya Dua Pengelola Statuter Tunjukkan Ada Kepentingan Berbeda

Foto Berita Mundurnya Dua Pengelola Statuter Tunjukkan Ada Kepentingan Berbeda
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Langkah penyelamatan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB) terus mendapatkan batu sandungan. Kini dikabarkan dua anggota pengelola statuter AJBB bentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri dari tugasnya. padahal sebelumnya ada titik terang dari proses restrukturisasi AJBB dimana pemilik Mahaka Grup Erick Tohir dan konsorsiumnya tertarik menyuntikkan dana AJBB.

Menurut mantan Komisaris AJBB Irvan Rahardjo, pecahnya tim pengelola statuter menunjukkan ada kepentingan yang berbeda di dalam tim bentukan OJK tersebut.

"Antara pihak yang memperhatikan kepentingan pemegang polis jangka panjang dengan resiko menuai gugatan hukum berhadapan dengan kepentingan investor yang ingin meraup keuntungan jangka pendek," jelas Irvan kepada Warta Ekonomi di Jakarta, Jumat (6/1/2017).

Oleh sebab itu, Jalan terbaik adalah dengan membubarkan Pengelola Statuter. Pasalnya hingga saat ini belum ada payung hukum badan usaha mutual dan amanat UU Nomor 40 Tahun 2014 tentang perasuransian agar mutual diatur tersendiri.

"Karena OJK harus menghormati Anggaran Dasar Bumiputera selama belum ada payung hukum badan usaha mutual yg menjadi amanat Mahkamah Konstitusi Perkara Uji Materi pasal 7 ayat 3 UU 2/1992 tahun 2014 dan amanat UU 40 /2014 tentang Perasuransian agar mutual diatur tersendiri," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, anggota yang mundur dari pengelola statuterdisebutkan adalah Dirman Pardosi yang menjabat anggota pengelola statuter bidang teknik dan pemasaran, serta Supandi yang merupakan anggota pengelola statuter bidang investasi, pengelolaan dana, dan anak perusahaan.

Dengan berkurangnya dua anggota, kini tersisa lima orang di jajaran pengelola statuter AJB Bumiputera. Mereka adalah Koordinator Pengelola Statuter merangkap Anggota Pengelola Statuter Bidang Aktuaria dan Perencanaan Perusahaan Didi Achdijat; Anggota Pengelola Statuter Bidang Pengawasan Internal Sriyanto Muntasram; Anggota Pengelola Statuter Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan Yusman; Anggota Pengelola Statuter Bidang Akuntansi dan Keuangan Agus Sigit; dan Anggota Pengelola Statuter Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Adhie Massardi.

Tag: Asuransi, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51