Portal Berita Ekonomi Senin, 23 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 14:45 WIB. Prancis - Marcus/Kevin mundur dari turnamen Prancis Terbuka karena Marcus alami cedera.
  • 14:35 WIB. Kominfo - Rencana Kominfo blokir 30 juta situs porno dinilai mubazir.
  • 14:27 WIB. LUNA - LUNA G8 dibanderol di bawah Rp4 juta.
  • 13:48 WIB. Smartphone - Luna perkenalkan ponsel pintar teranyarnya yang memiliki resolusi kamera depan sebesar 28 megapiksel ke pasar Indonesia, LUNA G8.
  • 13:30 WIB. Facebook - Facebook gulirkan timeline kedua bernama Explore.
  • 13:21 WIB. GoPro - HERO6 kemungkinan dibanderol dengan harga sekitar Rp7,5 juta di pasaran.
  • 13:20 WIB. Elektronik - Pertengahan Oktober ini, GoPro merilis kamera aksi generasi teranyarnya, HERO6.
  • 13:15 WIB. Smartphone - Harga ponsel perdana Essential didiskon USD200 (sekitar Rp2,7 juta) sehingga menjadi USD499 (Rp6,7 juta).
  • 13:12 WIB. Apple - Apple hentikan jual iPhone 7 Versi 256 GB guna genjot penjualan iPhone 8 dan 8 Plus versi 256 GB, juga iPhone X.
  • 10:27 WIB. Panglima TNIĀ - Kedubes AS 'siap fasilitasi' kepergian Panglima TNI Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat.
  • 10:27 WIB. Apple - Belum dijual, iPhone X digugat sebuah perusahaan asal Jepang bernama Emonster.
  • 10:20 WIB. Panglima TNIĀ - Kemlu panggil wakil dubes AS soal pelarangan masuk Panglima Gatot Nurmantyo ke Amerika Serikat.

Serikat Pekerja Mathilda Tolak Kerja Sama Asing RDMP

Foto Berita Serikat Pekerja Mathilda Tolak Kerja Sama Asing RDMP
Warta Ekonomi.co.id, Balikpapan -

Serikat Pekerja (SP) Mathilda menggelar doa bersama dan Aksi Peduli Refinery Development Master Plan (RDMP). Aksi peduli ini digelar di dalam pagar area kilang Pertamina RU V Kalimantan, Senin (9/1/2017).

Ketua SP Mathilda Mugiyanto mengatakan pihaknya mendukung akselerasi pembangunan dan pengembangan kilang sebagaimana diamanahkan melalui Perpres Nomor 146/2015 demi mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui peningkatan penyediaan BBM dan produk turunan migas lainnya secara terintegrasi.

"SP Mathilda menolak skema pembiayaan dalam bentuk apapun, termasuk joint venture dengan perusahaan asing atau swasta lainnya dengan cara menggadaikan kilang eksisting atau aset perusahaan lainnya," tandasnya di Balikpapan, Senin (9/1/2017).

Pengembangan kilang, menurutnya, harus bertujuan untuk menguatkan ketahanan energi nasional dan menjaga kemandirian bangsa dalam pemenuhan BBM dalam negeri.

"Untuk itu, praktik unbundling, baik secara terbuka maupun tersembunyi, termasuk agenda penyertaan modal berupa aset perusahaan dalam proses joint venture RDMP harus dihindarkan," tegasnya.

Pekerja Pertamina ini juga mempertanyakan kebijakan direksi yang menurut mereka telah menggadaikan Kilang RU IV Cilacap dalam proses joint venture RDMP, termasuk juga mempertanyakan joint venture pada kilang lainnya.

"Direksi tidak peka terhadap aspirasi pekerja bahwa dengan beralihnya pengelolaan perusahaan ke manajemen joint venture maka perlindungan terhadap hak-hak dan status pekerja serta syarat-syarat kerja lainnya menjadi tidak jelas dan mengarah timbulnya ketidakpastian masa depan pekerja. Untuk itu, rencana tersebut harus dibatalkan," kritiknya.

Mugiyanto bahkan menyebutkan Pertamina pada tahun 2016 mendapat laba hingga Rp40 triliun. Jumlah itu nilainya lebih dari cukup untuk mendanai proyek RDMP. SP mendukung penuh jika penggunaan 100 persen dana Pertamina digunakan untuk pengembangan kilang.

"Seharusnya direksi melakukan perubahan kebijakan strategi pembiayaan investasi dari hulu ke hilir mengingat investasi di hulu juga belum menguntungkan karena turunnya harga minyak. Fokus investasi juga bisa diubah, dari dulu 70 persen ke hulu, ke upaya mencari minyak, dan 30 persen ke arah pengolahan, distribusi, atau ke hilir menjadi lebih sesuai. Bila sekarang sektor hilir memerlukan dana lebih tentu bisa difokuskan ke sini dulu, terlebih lagi di hulu juga sedang tidak bagus iklimnya dengan harga minyak mentah yang sedang jatuh," tukas Mugiyanto.

Diketahui, Dewan Direksi Pertamina menjaminkan Kilang Cilacap untuk mendapatkan dana sebesar Rp30 triliun untuk menambah kekurangan pembiayaan pengembangan kilang-kilang Pertamina, di antaranya Kilang Balikpapan yang dikelola Pertamina Refinery Unit V.

Saudi Aramco, merupakan perusahaan minyak Saudi Arabia dengan penyertaan modal dari Amerika Serikat bersedia mengucurkan dana dengan imbalan 45 persen dari penghasilan kilang tersebut hingga utang Pertamina lunas.

Tag: PT Pertamina (Persero), Balikpapan

Penulis: Andi Aliev

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Andi Aliev

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,627.27 3,590.91
British Pound GBP 1.00 17,951.88 17,767.01
China Yuan CNY 1.00 2,054.68 2,034.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,603.00 13,467.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,638.91 10,529.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,743.55 1,726.01
Dolar Singapura SGD 1.00 9,987.52 9,885.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,012.09 15,850.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.84 3,181.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,957.63 11,837.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51