Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.494 USD/troy ounce
  • 16:27 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 53.85 USD/barel
  • 16:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,07 USD/barel
  • 16:23 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 0,82% pada level 26.566
  • 16:17 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup melemah 0,43% pada level 2.941
  • 16:21 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,57% pada level 3.142
  • 16:15 WIB. Valas - Dollar menguat 0,16% terhadap Poundsterling pada level 1,2852 USD/Pound
  • 16:14 WIB. Valas - Dollar menguat 0,04% terhadap Euro pada level 1,1120 USD/Euro
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar melemah 0,11% terhadap Yen pada level 108,37 Yen/USD
  • 16:13 WIB. Valas - Yuan ditutup melemah 0,04% terhadap USD pada level 7,0739 Yuan/USD
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,06% terhadap USD pada level Rp.14.032/USD
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,52% di akhir sesi II.
  • 14:21 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka melemah 0,04% pada level 7.209
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,34% pada level 22.625
  • 14:20 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup melemah 0,39% pada level 2.080

Indonesia Perlu Mahkamah Pelayaran yang Kuat karena Sektor Martim Meningkat

Indonesia Perlu Mahkamah Pelayaran yang Kuat karena Sektor Martim Meningkat - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Indonesia sebagai poros maritim dunia dengan program tol laut, perlu memiliki Mahkamah Pelayaran yang kuat, kata Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo. Sugihardjo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (9/1/2017), mengatakan mahkamah pelayaran yang kuat diperlukan karena dinamika pergerakan sektor maritim baik untuk angkutan penumpang maupun barang semakin meningkat.

Untuk itu, menurut dia, Mahkamah Pelayaran sebagai unit kerja di bawah Kementerian Perhubungan yang melaksanakan sidang pemeriksaan lanjutan kecelakaan kapal yang disebabkan oleh ada atau tidaknya kelalaian nahkoda atau perwira kapal lainnya dalam menerapkan standar profesi kepelautan akan direvitalisasi.

"Dinamika pergerakan sektor maritim berkembang semakin pesat tapi Mahkamah Pelayarannya tetap. Ini tidak bisa seperti ini karena gap-nya (jaraknya) akan semakin jauh," katanya. Dalam penguatan fungsi dan perannya, Sugihardjo menjelaskan, Mahkamah Pelayaran tidak akan menduplikasi fungsi pengadilan umum dan tidak akan masuk ke ranah pengadilan umum.

"Selain itu, revitalisasi Mahkamah Pelayaran harus memperhatikan regulasi yang mengaturnya, sudah sesuai atau tidak dengan Undang-Undang karena apabila ingin mengubah Undang-Undang, memerlukan waktu yang cukup panjang," katanya.

Dia menambahkan, Kementerian Perhubungan sedang menyusun rancangan Peraturan Presiden yang mengatur Mahkamah Pelayaran dan diharapkan akan selesai pada kuartal pertama 2017. Saat ini, payung hukum Mahkamah Pelayaran adalah Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Terkait revitalisasi Mahkamah Pelayaran, Menteri Perhubungan sudah menugaskan Mahkamah Pelayaran untuk melakukan studi banding ke beberapa negara untuk melihat proses "maritime court" (pengadilan maritim) di negara-negara tersebut.

Ketua Mahkamah Pelayaran, Peni Pudji Turyanti menjelaskan sejak 2014-2016, Mahkamah Pelayaran sudah menyelesaikan 85 kasus kecelakaan kapal dan tersisa enam kasus yang akan diselesaikan pada Selasa (10/12).

Sementara itu, menurut data dari Ditjen Perhubungan Laut, dari tahun 2014-2016, terdapat 403 kecelakaan kapal. "Kami sepakat akan melakukan revitalisasi Mahkamah Pelayaran dan juga akan menyusun tim untuk merumuskan proses revitalisasi Mahkamah Pelayaran," katanya. (Ant)

Baca Juga

Tag: Pelayaran, transportasi laut

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,765.06 3,727.40
British Pound GBP 1.00 18,152.87 17,970.86
China Yuan CNY 1.00 1,993.57 1,972.90
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,121.25 13,980.75
Dolar Australia AUD 1.00 9,663.17 9,560.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,800.81 1,782.71
Dolar Singapura SGD 1.00 10,352.82 10,246.06
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,705.65 15,545.20
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,369.82 3,333.91
Yen Jepang JPY 100.00 13,035.40 12,904.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6225.497 26.510 659
2 Agriculture 1332.891 -2.425 20
3 Mining 1590.141 -0.785 48
4 Basic Industry and Chemicals 925.305 17.446 74
5 Miscellanous Industry 1203.327 2.887 50
6 Consumer Goods 2101.126 -17.473 54
7 Cons., Property & Real Estate 509.572 2.077 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.902 6.189 75
9 Finance 1270.661 9.673 90
10 Trade & Service 809.357 1.928 166
No Code Prev Close Change %
1 MKNT 50 59 9 18.00
2 CASS 545 630 85 15.60
3 ISAT 3,090 3,390 300 9.71
4 AUTO 1,140 1,240 100 8.77
5 ALKA 440 478 38 8.64
6 POOL 1,790 1,940 150 8.38
7 CCSI 282 304 22 7.80
8 TELE 338 364 26 7.69
9 NZIA 1,200 1,290 90 7.50
10 BRPT 935 1,005 70 7.49
No Code Prev Close Change %
1 OPMS 230 189 -41 -17.83
2 LPLI 127 110 -17 -13.39
3 TIRA 254 224 -30 -11.81
4 OKAS 218 194 -24 -11.01
5 JSPT 950 850 -100 -10.53
6 POLU 2,440 2,200 -240 -9.84
7 KRAH 1,150 1,050 -100 -8.70
8 PSDN 165 151 -14 -8.48
9 GLOB 454 420 -34 -7.49
10 IGAR 318 298 -20 -6.29
No Code Prev Close Change %
1 MAMI 236 236 0 0.00
2 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
3 MNCN 1,325 1,335 10 0.75
4 ABBA 218 214 -4 -1.83
5 MKNT 50 59 9 18.00
6 OPMS 230 189 -41 -17.83
7 KPIG 137 137 0 0.00
8 HMSP 2,200 2,120 -80 -3.64
9 BRPT 935 1,005 70 7.49
10 ISAT 3,090 3,390 300 9.71