Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 05:35 WIB. IHSG - Binaartha Securities memprediksi IHSG berpotensi terkoreksi sehat dalam perdagangan hari ini.
  • 05:34 WIB. IHSG - Reliance Securities masih memprediksi IHSG akan tetap dalam tekanan.
  • 05:34 WIB. IHSG - Indosurya Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak positif di level 5.868-5.968.
  • 22:15 WIB. Apple - Apple melihat perangkat 'mobile'-nya sebagai sebuah 'platform' untuk kecerdasan buatan.
  • 22:13 WIB. China - Donald Trump desak China agar dapat menekan Korea Utara.
  • 22:12 WIB. Jepang - Jepang ke AS dan Korea Selatan: ancaman nuklir Korea Utara kritis dan sudah dekat.
  • 22:09 WIB. Hollywood - Director Film Hollywood, James Toback, hadapi beberapa laporan terkait tindak pelecehan seksual.
  • 22:05 WIB. Rohingya - PBB buka forum penggalangan dana untuk Rohingya.
  • 22:01 WIB. Nuklir - AS dikabarkan menempatkan pembom nuklir dengan level siaga tinggi.
  • 21:31 WIB. Bank Jateng - Bank Jateng direncanakan akan membuka kantor cabang di wilayah Yogyakarta.
  • 21:31 WIB. Daihatsu - Astra Daihatsu Motor Balikpapan optimistis peluncuran unit baru akan menggairahkan penjualan otomotif.
  • 21:29 WIB. Energi - Nebras Power menggandeng PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga gas uap senilai US$1 miliar.
  • 21:27 WIB. MEDC - Mitsubishi Corporation resmi hengkang dari Medco Energi Internasional.
  • 21:26 WIB. GMFI - Garuda Maintenance Facility Aero Asia membukukan pendapatan US$310,5 juta pada kuartal III-2017.
  • 21:25 WIB. NTB - Pemprov Nusa Tenggara Barat mengklaim telah melakukan berbagai perbaikan akuntabilitas kinerja instansi.

BNI Syariah akan Tingkatkan Perolehan Dana dari K/L dan BUMN

Foto Berita BNI Syariah akan Tingkatkan Perolehan Dana dari K/L dan BUMN
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Perseroan Terbtas Bank BNI Syariah membidik pertumbuhan pembiayaan mencapai 17 hingga 20 persen pada tahun ini dengan dukungan pertumbuhan simpanan yang memadai dan iklim positif dari kebijakan Komite Nasional Keuangan Syariah.

Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono di Jakarta, Selasa (10/1/2017), menuturkan bahwa pertumbuhan pembiayaan yang cukup agresif itu akan ditopang dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di level yang sama, yakni 17 s.d. 20 persen.

Untuk mendongkrak DPK tersebut, kata Imam, BNI Syariah akan meningkatkan perolehan dana Kementerian/Lembaga dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disimpan di perbankan syariah. "Ketika ditunjuk jadi bank syariah yang menjadi bank persepsi pada tahun 2016, kami belum terlalu optimal. Sekarang kami mulai gencar dan banyak juga menyimpan dana pemerintah, termasuk pemerintah daerah," katanya setelah penandatanganan nota kesepahaman tentang sinergi pendayagunaan harta wakaf, zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya.

Pertumbuhan DPK diharapkan juga diperkuat dengan dana pemerintah hasil penerbitan surat utang syariah (sukuk) pada tahun 2017. Pemerintah berencana mendongkrak penerbitan sukuk untuk menambah alternatif pembiayaan program-program pembangunan. "Dana dari penerbitan sukuk oleh Pemerintah, sebaiknya ditempatkan di perbankan syariah," ujar dia.

Di awal 2016, BNI Syariah juga menargetkan pertumbuhan pembiayaan yang cukup agresif, 15 s.d. 20 persen. Namun, pada bulan Oktober 2016, Imam melihat target pertumbuhan pembiayaan 2016 tersebut sulit tercapai karena pertumbuhan ekonomi domestik belum sekencang yang diharapkan.

Misalnya, untuk lini pembiayaan perumahan atau kredit pemilikan rumah (KPR), pelonggaran rasio "Loan to Value" dinilai baru akan berdampak pada tahun 2017. Pembiayaan perumahan BNI Syariah diharapkan tumbuh 15 persen pada tahun 2017 setelah pada 2016 diperkirakan 10 s.d. 12 persen.

Harapan pada KNKS Dengan terbentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Imam berharap perbankan syariah dapat tumbuh pesat. Ia mengharapkan harmonisasi kebijakan antarotoritas, baik antara Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, dan juga Kementerian Keuangan.

Misalnya, untuk pengenaan pajak pada deposito perbankan syariah. Menurut Imam, tarif pengenaan pajak pada deposito syariah perlu diperlonggar dan mengikuti skema pajak pada reksa dana dan saham. Saat ini, pajak deposito syariah masih mengikuti skema pajak pada deposito konvensional, yakni sekitar 20 persen.

Jika mengikuti skema pajak reksa dana atau saham, tarif pajak dapat berkurang hingga 5 persen sehingga akan mendorong pertumbuhan bisnis syariah."Pajak deposito syariah lebih cocok menggunakan skema, seperti reksadana dan saham, karena fluktuasi pada deposito syariah yang tidak tetap. Jika pajak skema reksa dana diterapkan ke deposito syariah, partisipasi masyarakat akan meningkat di bank syariah," ucapnya. (Ant)

Tag: Bank Syariah, PT Bank BNI Syariah

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,627.27 3,590.91
British Pound GBP 1.00 17,951.88 17,767.01
China Yuan CNY 1.00 2,054.68 2,034.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,603.00 13,467.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,638.91 10,529.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,743.55 1,726.01
Dolar Singapura SGD 1.00 9,987.52 9,885.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,012.09 15,850.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.84 3,181.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,957.63 11,837.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5950.026 20.477 563
2 Agriculture 1751.129 -2.958 18
3 Mining 1552.962 25.084 45
4 Basic Industry and Chemicals 640.078 5.136 68
5 Miscellanous Industry 1356.573 4.636 43
6 Consumer Goods 2515.806 9.475 45
7 Cons., Property & Real Estate 505.801 1.377 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.060 -0.919 58
9 Finance 1032.495 2.054 90
10 Trade & Service 916.336 3.244 131
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 76 102 26 34.21
2 ZINC 575 715 140 24.35
3 RIMO 496 615 119 23.99
4 AKKU 51 62 11 21.57
5 BRMS 58 70 12 20.69
6 TRAM 152 183 31 20.39
7 IMAS 900 1,050 150 16.67
8 ALTO 358 410 52 14.53
9 BYAN 8,000 9,000 1,000 12.50
10 BUMI 212 236 24 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 685 515 -170 -24.82
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 HDTX 390 312 -78 -20.00
4 FMII 540 454 -86 -15.93
5 MREI 4,500 3,860 -640 -14.22
6 INTD 420 366 -54 -12.86
7 MDKI 284 250 -34 -11.97
8 CANI 336 296 -40 -11.90
9 VICO 292 262 -30 -10.27
10 BRAM 7,775 7,000 -775 -9.97
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 152 183 31 20.39
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 BUDI 98 96 -2 -2.04
4 BUMI 212 236 24 11.32
5 RIMO 496 615 119 23.99
6 TLKM 4,270 4,250 -20 -0.47
7 WIKA 1,900 1,990 90 4.74
8 PGAS 1,680 1,745 65 3.87
9 PBRX 500 494 -6 -1.20
10 LEAD 103 108 5 4.85