Portal Berita Ekonomi Rabu, 20 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 05:11 WIB. Liga Jerman (20/9) - Wolsburg 1 - 1 Werder Bremen
  • 05:11 WIB. Liga Jerman (20/9) - Schalke 0 -3 Bayern Muenchen
  • 05:10 WIB. Liga Spanyol (20/9) - Barcelona 6 - 1 Eibar
  • 05:09 WIB. Liga Spanyol (20/9) - Valencia 5 - 0 Malaga
  • 05:08 WIB. EFL Cup (20/9) - Tottenham Hotspurs 1 - 0 Burnley
  • 05:07 WIB. EFL Cup (20/9) - Leicester City 2 - 0 Liverpool
  • 05:06 WIB. Liga Italia (20/9) - Bologna 1 - 1 Inter Milan
  • 22:34 WIB. e-KTP - KPK menyatakan pemeriksaan Setya Novanto tergantung kondisi kesehatan.
  • 21:56 WIB. HPM - Honda optimis pameran GIIAS 2017 dapat mendongkrak penjualan di Jawa Timur.
  • 21:54 WIB. Gadget - Huawei merilis video sindiran terhadap kegagalan Face ID pada iPhone X.
  • 21:52 WIB. FSTJ - Food Station Tjipinang Jaya akan menggelar OP 75.000 ton beras di DKI Jakarta.
  • 21:52 WIB. VOD - Pelanggan Hooq diklaim tembus 10 juta.
  • 21:50 WIB. Gadget - Motorola mengeluarkan 3 ponsel baru berkualitas dengan harga bersahabat, yakni Moto G5S Plus, Moto E4 Plus, dan Moto C Plus.
  • 21:49 WIB. Malware - CCleaner dimanfaatkan hacker untuk menyusupkan malware ke dalam software-nya.
  • 21:44 WIB. Malware - Sekitar 21 juta perangkat Android diduga telah terinfeksi malware gara-gara pengguna menginstal aplikasi wallpaper.

Pemerintah Perlu Benahi Tata Niaga dan Pasokan Hortikultura

Foto Berita Pemerintah Perlu Benahi Tata Niaga dan Pasokan Hortikultura
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pemerintah perlu mengembangkan teknologi produksi hortikultura untuk komoditas pangan nusantara agar dapat mencegah kerentanan iklim seperti yang dialami cabai yang harganya melonjak akhir-akhir ini. "Kami melihat perkembangan teknologi produksi hortikultura kita masih tertinggal dari berbagai negara. Padahal dengan jumlah penduduk yang besar kebutuhan pangan menjadi sangat strategis," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Bidang Ekonomi dan Keuangan Ecky Awal Mucharam dalam rilis di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Menurut Ecky, kalau tidak ada kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan, akan menyebabkan kerentanan pangan dan fluktuasi harga yang terus berulang dan merugikan rakyat. Dia berpendapat bahwa lonjakan harga pangan setiap tahun yang terus berulang, seharusnya didekati dengan manajemen peningkatan produksi dan manajemen pasokan yang baik.

"Seringkali kita melihat untuk komoditas yang musiman selalu harganya jatuh saat panen berlimpah dan harga membumbung saat panen terbatas. Ini harusnya bisa diselesaikan jika ada kebijakan manajemen pasokan yang baik," katanya. Ecky mencontohkan, fluktuasi harga cabai sebenarnya sudah menjadi masalah klasik di Tanah Air, sehingga diperlukan adanya langkah komprehensif dan tepat untuk mengatasi masalah pasokan dan permintaan komoditas tersebut.

Untuk itu, ujar dia, pemerintah perlu membenahi tata niaga dan manajemen pasokan komoditas hortikultura, serta harus memangkas kartel-kartel pangan dan harus mengelola stok komoditas secara tepat. "Saya kira, pemerintah juga perlu serius menjalankan rencana untuk membangun gudang besar berpendingin (cold storage) seperti yang dimiliki Dubai untuk mengelola pangan-pangan strategis," katanya.

Hal tersebut, lanjutnya, ketika pasokan tinggi, pasokan yang ada bisa disimpan di gudang berpendingin itu untuk selanjutnya dapat digunakan pada saat produksi berkurang. Menurut Ecky, pengembangan teknologi produksi hortikultura yang harus ditingkatkan, selain mengembangkan produk olahan turunan untuk komoditas tersebut agar lebih tahan lama. Pengembangan varietas unggul yang tahan terhadap perubahan musim telah berkembang dan seharusnya dapat dikembangkan secara masif oleh pemerintah.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan kenaikan harga cabai rawit merah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia belakangan ini disebabkan karena cuaca dan musim yang buruk pada 2016. "Yang namanya harga tergantung 'suplay' dan 'demand'. Kadang musiman dan kedua karena 2016 kualitas cabai jelek," kata Jokowi ditemui usai "blusukan" di Pasar Kanjen, Kabupaten Pekalongan pada Senin (9/1). Menurut Presiden Jokowi, harga komoditas yang fluktuatif bisa terjadi jika suplai terganggu akibat keadaan musim.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kenaikan harga komoditas cabai rawit merah diakibatkan curah hujan tinggi, yang menyebabkan komoditas tersebut lebih cepat busuk dan mengurangi pasokan ke pasar konsumen.

Enggartiasto saat ditemui di Kementerian Perdagangan di Jakarta, Senin (9/1) mengatakan bahwa kenaikan harga cabai yang cukup signifikan hanya terjadi pada jenis cabai rawit merah. Sementara untuk jenis cabai merah besar, cabai keriting dan cabai rawit hijau cenderung mengalami penurunan. (Ant)

Tag: Pertanian, pemerintah, Cabai

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,552.97 3,517.59
British Pound GBP 1.00 18,004.72 17,821.07
China Yuan CNY 1.00 2,033.27 2,013.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,324.00 13,192.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,611.23 10,503.47
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,707.92 1,690.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,890.88 9,788.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,942.17 15,778.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,181.47 3,146.95
Yen Jepang JPY 100.00 11,941.21 11,821.85

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5901.326 16.715 559
2 Agriculture 1783.327 -0.607 18
3 Mining 1475.072 19.006 44
4 Basic Industry and Chemicals 607.623 -2.002 67
5 Miscellanous Industry 1335.079 9.143 41
6 Consumer Goods 2548.786 -5.073 45
7 Cons., Property & Real Estate 507.574 5.183 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1227.754 -0.972 60
9 Finance 990.156 3.005 89
10 Trade & Service 920.632 9.128 130
No Code Prev Close Change %
1 DGIK 67 79 12 17.91
2 MEDC 740 845 105 14.19
3 SONA 1,850 2,100 250 13.51
4 BSWD 1,540 1,745 205 13.31
5 INCF 190 214 24 12.63
6 BUMI 202 224 22 10.89
7 MCOR 204 226 22 10.78
8 APII 234 258 24 10.26
9 BMTR 496 545 49 9.88
10 LPLI 175 192 17 9.71
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 420 318 -102 -24.29
2 AHAP 195 160 -35 -17.95
3 VINS 167 146 -21 -12.57
4 BBMD 1,400 1,225 -175 -12.50
5 RMBA 428 380 -48 -11.21
6 MICE 400 368 -32 -8.00
7 ALKA 450 418 -32 -7.11
8 ASMI 980 915 -65 -6.63
9 PKPK 86 81 -5 -5.81
10 IGAR 418 394 -24 -5.74
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 356 14 4.09
2 WAPO 126 123 -3 -2.38
3 PGAS 1,715 1,620 -95 -5.54
4 SSMS 1,450 1,490 40 2.76
5 LEAD 102 112 10 9.80
6 ASRI 364 402 38 10.44
7 PBRX 462 464 2 0.43
8 TRAM 160 168 8 5.00
9 VRNA 102 100 -2 -1.96
10 WSKT 1,815 1,905 90 4.96