Portal Berita Ekonomi Selasa, 24 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 12:47 WIB. Teknologi - Uni Emirat Arab resmi miliki Menteri Artificial Intelligence, Omar Bin Sultan Al Olama (27).
  • 11:18 WIB. Smartphone - Apple optimis kecanggihan ponsel masa depan dengan teknologi AI.
  • 11:15 WIB. Smartphone - Snapdragon 660 jadi pemikat di ponsel anyar HTC, HTC U11 Life.
  • 11:12 WIB. Samsung - Gandeng DeePhi Tech, prosesor anyar Samsung bakal punya kecerdasan buatan.
  • 11:08 WIB. Smartphone - 100 ribu Nokia 7 ludes dipesan di penjualan perdana.
  • 11:07 WIB. Apple - Steve Wozniak, pendiri Apple: Saya senang dengan iPhone 8 saya.
  • 10:43 WIB. Cristiano Ronaldo - Ronaldo sabet penghargaan 'FIFA Best Male Player Award' kalahkan Lionel Messi.
  • 09:36 WIB. DKI Jakarta - Anies lakukan sidak ke kantor Kelurahan Cikini.
  • 09:35 WIB. Politik - Deddy Mizwar sebut hubungannya dengan Gerindra dalam keadaan baik.
  • 09:34 WIB. e-KTP - KPK serius selesaikan kasus megakorupsi e-KTP.
  • 09:33 WIB. Energi Listrik - Luhut tegaskan tidak ada revisi pada target 35.000 MW.
  • 09:32 WIB. Pilkada - Wiranto sebut Pilkada masih rawan konflik.
  • 09:26 WIB. Badai Lan - Diterjang Badai Lan, warga Jepang mengungsi.
  • 09:24 WIB. Korea Utara - Korea Utara dapat proyek jutaan dollar dari Afrika Selatan.
  • 09:23 WIB. Korea Utara - Seorang mahasiswi Korea Utara bernama Grace Jo lari ke AS demi hindari kebrutalan rezim Kim Jong-un.

Keberhasilan Hanya 20 Persen, Pengamat Ragukan Peran Swasta Penuhi Target 35.000 MW

Foto Berita Keberhasilan Hanya 20 Persen, Pengamat Ragukan Peran Swasta Penuhi Target 35.000 MW
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa meragukan peran pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) dalam mengejar target program 35.000 MW pada 2019. Fabby di Jakarta, Selasa (10/1/2017), mengatakan IPP memegang porsi 25.000 MW dan PT PLN (Persero) mengerjakan sisa 10.000 MW dalam program tersebut.

"Saya sejak awal meragukan 25.000 MW ini bisa diambil swasta. Berdasarkan pengalaman selama ini, keberhasilan IPP itu hanya 20 persen saja," katanya. Fabby menilai, "prestasi" itu, akan sulit memenuhi target pemerintah yang tetap ingin agar program 35.000 MW tercapai pada 2019. "Kalaupun IPP bisa, saya tidak yakin 25.000 MW itu bisa dibangun IPP pada 2019, mungkin cuma separuh dari 25.000 MW," katanya.

Kendati enggan mengakui target pemerintah yang ingin proyek itu selesai 2019, Fabby menilai realisasi program tersebut masih jauh dari target perencanaan. Pasalnya, sepanjang 2015 hingga 2016 baru sekitar 21.000 MW yang sudah memulai konstruksi. Itu pun, separuhnya baru saja menandatangani perjanjian jual beli listrik sehingga masih harus menunggu waktu untuk pengerjaan konstruksi.

"Memang diharapkan 2019 bisa masuk 25.000 MW, tapi kalau dilihat kenyataannya sampai akhir 2016 kemarin yang sudah dilelang hanya 11.000 MW proyek PLN dan IPP. Yang konstruksi pun hanya 6.000-an MW," katanya.

Fabby mengusulkan pemerintah menggeser target proyek pembangkit 35.000 MW yang menurut dia baru akan bisa tercapai pada 2022 ketimbang memaksakan harus rampung 2019 seperti target awal. "Proyek 35.000 MW masuk akal, tapi rasionalisasi terhadap waktunya itu yang perlu dipertimbangkan. Mungkin walau Presiden Jokowi bilang targetnya tetap, waktu pencapaiannya yang mungkin digeser ke 2021 atau 2022," katanya.

Pemerintah tetap menargetkan proyek pembangunan pembangkit listrik mencapai 35.000 MW hingga tahun 2019 yang akan masuk dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (9/1) juga menegaskan pemerintah tetap ingin mengejar target 35.000 MW pada 2019. "Kami ingin 35 persen cadangan listrik tetap ada. Kalau lebih, tentu bisa lebih murah daripada 'shortage' (kekurangan) listrik," pungkasnya. (Ant)

Tag: energi listrik, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,625.67 3,589.31
British Pound GBP 1.00 17,969.80 17,787.37
China Yuan CNY 1.00 2,051.82 2,031.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,597.00 13,461.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,627.42 10,519.77
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,742.83 1,725.33
Dolar Singapura SGD 1.00 9,993.39 9,892.70
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,991.43 15,827.44
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,212.14 3,177.76
Yen Jepang JPY 100.00 11,997.71 11,874.56

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5950.026 20.477 563
2 Agriculture 1751.129 -2.958 18
3 Mining 1552.962 25.084 45
4 Basic Industry and Chemicals 640.078 5.136 68
5 Miscellanous Industry 1356.573 4.636 43
6 Consumer Goods 2515.806 9.475 45
7 Cons., Property & Real Estate 505.801 1.377 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.060 -0.919 58
9 Finance 1032.495 2.054 90
10 Trade & Service 916.336 3.244 131
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 76 102 26 34.21
2 ZINC 575 715 140 24.35
3 RIMO 496 615 119 23.99
4 AKKU 51 62 11 21.57
5 BRMS 58 70 12 20.69
6 TRAM 152 183 31 20.39
7 IMAS 900 1,050 150 16.67
8 ALTO 358 410 52 14.53
9 BYAN 8,000 9,000 1,000 12.50
10 BUMI 212 236 24 11.32
No Code Prev Close Change %
1 MTWI 685 515 -170 -24.82
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 HDTX 390 312 -78 -20.00
4 FMII 540 454 -86 -15.93
5 MREI 4,500 3,860 -640 -14.22
6 INTD 420 366 -54 -12.86
7 MDKI 284 250 -34 -11.97
8 CANI 336 296 -40 -11.90
9 VICO 292 262 -30 -10.27
10 BRAM 7,775 7,000 -775 -9.97
No Code Prev Close Change %
1 TRAM 152 183 31 20.39
2 HOME 214 170 -44 -20.56
3 BUDI 98 96 -2 -2.04
4 BUMI 212 236 24 11.32
5 RIMO 496 615 119 23.99
6 TLKM 4,270 4,250 -20 -0.47
7 WIKA 1,900 1,990 90 4.74
8 PGAS 1,680 1,745 65 3.87
9 PBRX 500 494 -6 -1.20
10 LEAD 103 108 5 4.85

Recommended Reading

Selasa, 24/10/2017 05:55 WIB

Hakim PN Terjerat Kasus Marlina

Selasa, 24/10/2017 05:00 WIB

Busyro Ragukan Polri Bentuk Densus Tipikor

Selasa, 24/10/2017 04:00 WIB

KPK Terus Kembangkan Kasus e-KTP

Selasa, 24/10/2017 03:00 WIB

DPR Minta BPK Audit Otsus Aceh