Portal Berita Ekonomi Kamis, 21 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:54 WIB. Startup - iQueue menawarkan paket antrean untuk satu jam sekitar 20 dolar singapura atau sekitar Rp193 ribu.
  • 21:53 WIB. Startup - iQueue mengaku telah memiliki 10 pengantre profesional yang bergabung di dalam timnya.
  • 21:52 WIB. Startup - iQueue menawarkan layanan untuk mengantre bagi para pelanggannya.
  • 21:46 WIB. Startup - Universitas Teknik Sepuluh November bangun ITS Worklink Space untuk dukung program pemerintah mengembangkan 1.000 start up.
  • 21:23 WIB. BBM - Komik online BBM tembus 30 juta pembaca tiap bulan.
  • 21:22 WIB. ALFI - ALFI Sulselbar memperkirakan volume pengiriman barang melalui moda laut bakal mengalami penurunan.
  • 21:21 WIB. Ride Sharing - Uber diperiksa pemerintah AS terkait dugaan penyuapan di Asia.
  • 21:19 WIB. OS - Pengguna iOS 11 dapat mengunduh aplikasi dengan kapasitas yang lebih besar hingga 150MB melalui jaringan seluler.
  • 21:19 WIB. Gadget - HTC masih ingin merilis smartphone premium setelah diakuisisi Google.
  • 21:18 WIB. Wearable - Amazon dilaporkan tengah mengembangkan kacamata pintar (smart glasses) yang dibekali asisten virtual Alexa.
  • 21:18 WIB. Lion Air - Lion Air Group memperluas jaringan dengan membuka rute Balikpapan-Medan.
  • 21:17 WIB. Gadget - Bos Xiaomi: Pihaknya belum ada rencana memboyong smartphone tanpa bezel Mi MIX 2 ke Indonesia.
  • 21:17 WIB. ACST - Acset Indonusa optimis mencapai target kontrak baru yang telah direvisi menjadi Rp7,5 triliun sepanjang 2017.
  • 21:15 WIB. Great Eastern - Singapore Great Eastern mengeksplorasi penjualan saham di operasi Malaysia sebanyak US$1 miliar.
  • 21:15 WIB. GMF - Garuda Maintenance Facility AeroAsia membidik lima investor strategis untuk pelepasan 10% saham.

Triwulan IV 2016, BI Perkirakan Konsumsi Rumah Tangga Melambat

Foto Berita Triwulan IV 2016, BI Perkirakan Konsumsi Rumah Tangga Melambat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia memperkirakan konsumsi rumah tangga sepanjang triwulan IV 2016 tumbuh melambat dibandingkan triwulan IV 2015, berdasarkan perkiraan pertumbuhan indeks penjualan riil (IPR) triwulan IV 2016 sebesar 9,5 persen (year on year/yoy).

Perkiraan IPR sebesar 9,5 persen (yoy) pada paruh terakhir 2016 itu lebih rendah dari IPR triwulan IV-2015 sebesar 9,9 persen (yoy), namun lebih tinggi dibandingkan triwulan III-2016 sebesar 9,4 persen (yoy), sebut laporan BI dalam survei penjualan eceran November 2016 yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Untuk Desember 2016, BI memprediksi penjualan eceran akan tumbuh 10,5 persen (yoy), karena penjualan kelompok makanan, yang tumbuh dari 8,6 persen (yoy) pada November 2016 menjadi 10,1 persen (yoy) pada Desember 2016.

"Sedangkan, penjualan kelompok non makanan diperkirakan tumbuh melambat dari 12,1 persen (yoy) pada November 2016 menjadi 11,0 persen (yoy) pada Desember 2016," tulis laporan BI.

Sedangkan pada November 2016, BI melihat penjualan eceran akan meningkat karena realisasi IPR November 2016 yang tumbuh 10,0 persen (yoy) menjadi 202 poin, lebih tinggi dibandingkan IPR sebesar 8,1 persen (yoy) pada Oktober 2016.

Peningkatan IPR tersebut didorong penjualan ritel pada kelompok makanan yang tumbuh menjadi 8,6 persen (yoy) pada November 2016 dibandingkan Oktober 2016 yang sebesar 4,2 persen (yoy).

"Sementara penjualan eceran non-makanan melambat dari 13,9 persen menjadi 12,1 persen (yoy)," tulis laporan BI.

Pada survei bulanan yang dilakukan terhadap 700 pengecer di 10 kota tersebut, BI juga mengindikasikan adanya penurunan tekanan kenaikan harga pada Februari 2017.

Hal itu terlihat dari survei Indeks Ekspektasi Harga Umum pada Februari 2017 lebih rendah 4,0 poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 129,6. Tekanan kenaikan harga diperkirakan akan kembali meningkat pada April 2017 jelang Ramadan dan Idul Fitri pada Mei 2017. (Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI), Ekonomi Indonesia

Penulis: ***

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,556.17 3,520.79
British Pound GBP 1.00 18,038.27 17,858.41
China Yuan CNY 1.00 2,030.76 2,010.66
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,336.00 13,204.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,694.14 10,585.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,708.91 1,691.93
Dolar Singapura SGD 1.00 9,910.82 9,806.89
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,024.54 15,860.64
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,182.06 3,148.31
Yen Jepang JPY 100.00 11,962.68 11,841.09

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10