Portal Berita Ekonomi Jum'at, 22 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 11:02 WIB. Liliane Bettencourt - Wanita terkaya di dunia, Liliane Bettencourt, meninggal dunia pada umur 94 tahun.
  • 10:58 WIB. Korea Utara - Otoritas Jepang nyatakan sikap Korea Utara tidak bisa ditolerir.
  • 10:35 WIB. eStore - Acer buka Official eStore, saluran belanja online untuk segala produknya.
  • 10:33 WIB. Gadget - Google akan meluncurkan headset VR terbaru, yakni Daydream View VR.
  • 10:32 WIB. Gim - Situs web distributor gim online, Steam dibanjiri dengan Review Bombing.
  • 10:30 WIB. Apps -  Google dilaporkan berencana untuk memperluas kehadiran layanan Tez di negara Asia lain, termasuk Indonesia dan Filipina.
  • 10:29 WIB. Apps - Aplikasi besutan Google, Tez baru diluncurkan di India.
  • 10:27 WIB. Apps - Google luncurkan sebuah aplikasi sejenis dompet digital yang bernama Tez.
  • 10:24 WIB. Gadget - Baterai iPhone 8 dikabarkan lebih kecil dari iPhone 7.
  • 10:06 WIB. Bursa Transfer - Bayer Leverkusen resmi dapatkan Lucas Alario dari River Plate.
  • 10:03 WIB. Filipina - Presiden Filipina, Duterte persilahkan anaknya dibunuh jika terlibat narkoba.
  • 09:40 WIB. Jabar - Golkar dikabarkan akan mengusung pasangan Ridwan Kamil - Daniel Mutaqien untuk Pilgub Jabar.
  • 09:39 WIB. Jadwal Kualifikasi Piala Asia U-16 (22/9) - Indonesia Vs Laos 16.00 WIB
  • 09:36 WIB. Bursa Transfer - Burnley resmi kontrak mantan kiper MU, Lindegaard.
  • 09:19 WIB. Perikanan - Ganjar minta KKP kawal pengalihan cantrang di Jateng.

KPPU: Rantai Pasok Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai

Foto Berita KPPU: Rantai Pasok Panjang Picu Kenaikan Harga Cabai
Warta Ekonomi.co.id, Makassar -
 
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bersama Pemerintah Kota Makassar dan Bank Indonesia (BI) melakukan pemantauan harga cabai di salah satu pasar tradisional Kota Makassar yakni Pasar Pabaeng-baeng, Rabu, 11 Januari. Hasilnya, terungkap kenaikan harga cabai yang sempat terjadi pada awal tahun dipicu panjangnya rantai pasok dari petani ke pedagang akhir. 
 
Kepala Kantor Perwakilan Daerah KPPU Makassar, Ramli Simanjuntak, mengungkapkan distribusi cabai terlalu panjang. "Temuan yang kita peroleh tadi terungkap bahwa ternyata rantai pasok cabai sampai lima tingkat, mulai dari petani, pengumpul petani, pengumpul pasar, pedagang besar sampai pedagang akhir," kata Ramli, Rabu (11/1/2017).
 
Panjangnya rantai pasok, Ramli menerangkan tentunya berimbas pada harga komoditas tersebut. Pasalnya, pasti ada margin alias selisih harga pada tiap tingkatan rantai pasok. Ramli menyebut bila tiap tingkatan rantai pasok mengambil untung Rp5.000 per kilogram, maka sudah ada selisih Rp25 ribu dari harga awal di petani untuk sampai kepada konsumen.
 
Berdasarkan pantauan KPPU, harga cabai hari ini di Pasar Pabaeng-baeng berkisar Rp70 ribu per kilogram. Harganya di petani diperkirakan Rp50-55 ribu per kilogram. Masalahnya, para pedagang tidak memiliki akses langsung ke petani. Kebanyakan pedagang di Pasar Pabaeng-baeng ternyata mengambil cabai di pedagang besar yang berada di Pasar Terong.
 
Ramli mengatakan pihaknya segera mengecek harga dan pasokan cabai di Pasar Terong sampai ke petani pemasok di sejumlah daerah, seperti Enrekang, Jeneponto dan Bantaeng. Sejauh ini, pihaknya belum berani menyimpulkan adanya mafia alias kartel di balik kenaikan harga cabai. Namun, bila ditemukan, pihaknya akan bertindak tegas. "Penimbunan yang mempengaruhi harga pasti ditindak."
 
Kepala Kantor Perwakilan BI Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat, mengatakan cabai masuk kelompok volatile food yang harganya terkadang fluktuatif. Kendati demikian, Sulsel ditegaskannya tidak pernah mengalami masalah terkait cabai. Bahkan, daerah ini surplus dan kerap mengirim ke luar provinsi. "Itu karena produksi cabai di Enrekang saja sudah bisa memenuhi kebutuhan cabai di Sulsel," ucap dia.
 
Wiwiek melanjutkan harga cabai pada hari ini sudah cenderung menurun dan stabil. Tidak hanya cabai, lanjut dia, harga pangan lain yang masuk velotile food, seperti bawang merah dan bawang putih pun cukup stabil. "Harganya kan sekarang sudah menurun dan persediaannya pun cukup," tutur dia.
 
Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengatakan pihaknya sudah memastikan bahwa tidak ada penimbunan cabai yang dilakukan oleh mafia dan kartel. Ia menduga kenaikan cabai di Makassar lebih ke faktor psikologis yakni para pedagang melihat di televisi bahwa harga cabai di daerah lain melambung sehingga ikut juga menaikkannya. "Belum ada indikasi kartel, semuanya masih karena mekanisme pasar," kata dia.
 

Tag: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Cabai

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Vicky Fadil

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Mar
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Mar
3 href="MockTestReporting/" />MockTestReporting/ - Feb
4 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Jun
5 href="mock_isuite/" />mock_isuite/ - Dec
6 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10