Portal Berita Ekonomi Rabu, 18 September 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:15 WIB. Pemilu Israel - Jajak pendapat 3 TV Israel tunjukkan 32 kursi Partai Likud (Benjamin Netanyahu) vs 33 kursi Partai Blue and White (Benny Gantz)
  • 07:11 WIB. Serbuan Aramco - Menteri Energi Arab Saudi: Produksi minyak Saudi sepenuhnya pulih pada akhir September
  • 05:57 WIB. Iran - Ayatollah Ali Khamenei: Pejabat Iran sepakat tidak akan ada pembicaraan pada tingkat apapun dengan AS
  • 22:34 WIB. Jepang  - Menkeu Taro Aso rekomendasikan Masatsugu Asakawa menjadi Presiden ADB
  • 21:03 WIB. Pariwisata - Universal Beijing Resort yang klaimnya terbesar di dunia akan dibuka 2021
  • 20:58 WIB. China - Asisten interaktif besutan Tencent, "Xiaowei" bakal diluncurkan akhir tahun
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Strait Times ditutup melemah 0,65% pada level 3.183
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup menguat tipis 0,01% pada level 2.062
  • 16:10 WIB. Bursa - Shanghai Composite Index ditutup melemah 1,74% pada level 2.978
  • 16:09 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup menguat 0,06% pada level 22.001
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,23% pada level 26.790
  • 16:02 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,41% terhadap dollar di level Rp 14.100

Banyak TKA Ilegal Masuk ke Indonesia Berkedok Turis

Banyak TKA Ilegal Masuk ke Indonesia Berkedok Turis - Warta Ekonomi
WE Online, Makassar -

Kepala Divisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sulsel, Ramli HS, mengaku tidak mudah untuk mendeteksi tenaga kerja asing alias TKA ilegal. Terlebih, banyak dari mereka yang masuk ke Indonesia berkedok turis alias wisatawan. Karena itu, diimbaunya agar masyarakat pro-aktif melaporkan bila mendapati fenomena tersebut.

"Banyak yang kita dapati modusnya datang ke Indonesia sebagai turis. Tidak tahunya malah bekerja, seperti berjualan. Padahal dokumen yang dimiliki hanya visa kunjungan dan tentunya tidak ada izin kerja," kata Ramli, saat dihubungi Warta Ekonomi, Selasa (17/1/2017).

Kasus teranyar terkait TKA ilegal yang diungkap Kemenkumham Sulsel yakni adanya warga Tiongkok yang berjualan di Pasar Palopo dan Pasar Masamba, Ahad, 8 Januari. Warga Tiongkok bernama Huang Huayin (50) itu sudah dideportasi ke negara asalnya pada Kamis, 12 Januari. Sebelumnya, tiga warga Tiongkok juga diusir karena berjualan di Pasar Palopo dan Mal Makassar.

Ramli mengimbuhkan pihaknya sulit mendeteksi turis asing yang nyambi sebagai pekerja lantaran mereka datang ke Sulsel menggunakan penerbangan domestik memanfaatkan jalur lain. Dari negara asalnya, warga asing tersebut tidak langsung menuju Sulsel, melainkan melalui bandara di Jakarta, Batam dan Bali.

Menurut Ramli, untuk menindak TKA ilegal memang dibutuhkan sinergitas instansi terkait, seperti Polri, TNI, Kejaksaan, Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Kependudukan dan Catata Sipil. "Makanya, kami bentuk timpora (tim pengawasan orang asing) yang terus kita genjot kinerjanya," ucap dia.

Kepala Bidang Lalulintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulsel, Andi Pallawarukka, mengatakan pengawasan TKA ilegal terus dilakukannya dengan melakukan sidak ke beberapa perusahaan atau industri. Sejauh ini, pihaknya belum menemukan adanya pelanggaran izin tinggal maupun izin kerja di perusahaan atau industri lingkup Sulsel.

Berdasarkan data Kemenkumham Sulsel, sepanjang 2016 tercatat 34 warga asing yang diusir karena pelanggaran izin tinggal. Rinciannya yakni 10 warga Bangladesh, 10 warga India, lima warga Perancis, lima warga Tiongkok, dua warga Malaysia, dan masing-masing satu warga Jerman dan Pakistan.

Ramli menyebut bahwa untuk warga asing yang memiliki izin bekerja di Sulsel tercatat hanya 391 orang. Mayoritas diakuinya berasal dari Tiongkok yakni 227 orang. Mayoritas pekerja asing itu bekerja di sektor konstruksi. Sisanya mencari nafkah di sektor perdagangan dan jasa.

Tag: Tenaga Kerja Asing Ilegal

Penulis: Tri Yari Kurniawan

Editor: Sucipto

Foto: Tri Yari Kurniawan

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,778.03 3,739.77
British Pound GBP 1.00 17,598.96 17,421.21
China Yuan CNY 1.00 2,003.53 1,983.46
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,171.00 14,029.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,700.05 9,600.04
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.94 1,793.53
Dolar Singapura SGD 1.00 10,297.94 10,192.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,607.94 15,445.93
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,394.25 3,356.22
Yen Jepang JPY 100.00 13,109.16 12,975.40

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6236.690 17.255 653
2 Agriculture 1401.290 40.171 21
3 Mining 1677.442 -1.658 49
4 Basic Industry and Chemicals 892.715 -1.823 72
5 Miscellanous Industry 1156.368 -32.269 49
6 Consumer Goods 2234.077 11.452 53
7 Cons., Property & Real Estate 497.631 1.437 81
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1214.642 17.931 75
9 Finance 1252.622 4.164 90
10 Trade & Service 806.759 0.554 163
No Code Prev Close Change %
1 TFAS 180 278 98 54.44
2 OKAS 193 260 67 34.72
3 ITIC 1,000 1,250 250 25.00
4 ETWA 82 96 14 17.07
5 JSKY 720 840 120 16.67
6 KOTA 478 550 72 15.06
7 KARW 91 102 11 12.09
8 YELO 134 150 16 11.94
9 MINA 2,300 2,570 270 11.74
10 BMSR 100 110 10 10.00
No Code Prev Close Change %
1 SDRA 800 675 -125 -15.62
2 TFCO 635 545 -90 -14.17
3 TRST 400 360 -40 -10.00
4 JAWA 124 112 -12 -9.68
5 LPLI 158 144 -14 -8.86
6 INTD 159 145 -14 -8.81
7 MPRO 790 725 -65 -8.23
8 AHAP 62 57 -5 -8.06
9 BUKK 1,770 1,630 -140 -7.91
10 GLOB 420 390 -30 -7.14
No Code Prev Close Change %
1 IPTV 540 540 0 0.00
2 MAMI 130 139 9 6.92
3 MNCN 1,285 1,275 -10 -0.78
4 MSIN 466 466 0 0.00
5 TFAS 180 278 98 54.44
6 BMTR 364 354 -10 -2.75
7 HMSP 2,290 2,330 40 1.75
8 PGAS 2,050 2,180 130 6.34
9 GGRM 54,600 54,625 25 0.05
10 ERAA 1,860 1,980 120 6.45