Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Oktober 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:50 WIB. EURO - (14/10) 1,1029 USD/Euro (15/10) 1,1033 USD/Euro (16/10) 1,1072 USD/Euro (17/10) 1,1124 USD/Euro (18/10) 1,1171 USD/Euro
  • 08:44 WIB. YUAN - (14/10) 7,0675 Yuan /USD (15/10) 7,0818 Yuan/USD (16/10) 7,0935 Yuan /USD (17/10) 7,0774 Yuan/USD (18/10) 7,0817 Yuan/USD
  • 08:42 WIB. Bursa Dow Jones - (14/10) 26.787 (15/10) 27.024 (16/10) 27.001 (17/10) 27.025 - (18/10) 26.770
  • 08:39 WIB. RUPIAH - (14/10) Rp. 14.139/USD (15/10) Rp. 14.165/USD (16/10) Rp. 14.169/USD (17/10) Rp. 14.148/USD (18/10) Rp. 14.144/USD
  • 08:39 WIB. Bursa Nasdaq - (14/10) 8.048 - (15/10) 8.148 - (16/10) 8.124 (17/10) 8.156 - (18/10) 8.089

Mentor Inkubasi Bisnis Telkom Sebut 90 Persen Ide Kreatif Tidak Jadi Inovasi Bisnis

Mentor Inkubasi Bisnis Telkom Sebut 90 Persen Ide Kreatif Tidak Jadi Inovasi Bisnis - Warta Ekonomi
WE Online, Bandung -

Riset empiris menunjukkan 70% hingga 90% ide kreatif tidak dapat berubah menjadi inovasi bisnis karena kelemahan ekosistem pendukung. Karena itu, sangat penting bagi Indonesia membangun banyak inkubator bisnis dalam usaha menumbuhkan startup.

Mentor program Indigo.id sekaligus pakar manajemen strategik, Didit Herawan mengatakan Inkubator bisnis membantu startup untuk dapat tumbuh berkembang menjadi bisnis besar karena memberi ekosistem inovasi bagi tumbuh dan berkembangnya startup.

"Program inkubator bisnis seperti Indigo.id itu seperti layaknya inkubator di rumah sakit yang membantu bayi untuk hidup,"katanya kepada wartawan di Bandung, Sabtu (4/2/2017)

Lebih jauh mantan Country Director Motorola Network Indonesia ini mengatakan, pemerintah harus mendorong tumbuh kembangnya program seperti Indigo.id dikarenakan bisa menjadi terobosan dan transformasi bagi bisnis banyak perusahaan mapan.

Dia mencontohkan PT Telkom. Dengan program inkubasi tersebut, maka melangkah lebih cepat dibanding perusahaan-perusahaan lain di Indonesia dalam mendorong kewirausahaan dari segala penjuru, baik dari dalam korporasi maupun luar.

Di sisi lain, lanjutnya, Indigo.id memiliki keunggulan sumber daya berupa jejaring bisnis Telkom di tingkat nasional maupun internasional, sehingga mencakup dalam sebuah ekosistem pendukung pertumbuhan startup.

Menurutnya, tren dunia sudah mengarah digitalisasi di semua aspek kehidupan. Indonesia harus terus mengikuti India yang telah melaju cepat dalam digitalisasi dan penyebarluasan  Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

"Program inkubator relevan dengan visi pemerintah jadikan Indonesia ekonomi digital terbedar di Asean tahun 2020," ujarnya.

Didit menambahkan umumnya startup di tanah air sangat memerlukan mentor yang mudah dihubungi, memiliki wawasan luas, memiliki pengalaman panjang dalam bisnis, dan memiliki jejaring yang baik. Dengannya, dapat mengarahkan penyelesaian masalah dengan lebih komprehensif.

Selain itu, usaha rintisan ini juga membutuhkan segera kemampuan mengenal ekosistem global yang lebih kondusif, bukan sekedar ekosistem lokal yang masih dirasa membatasi gerak startup.

Budaya inovasi di negara maju, sambung dia, sangat berbeda karena sangat memudahkan dibandingkan budaya dan lingkungan inovasi di Indonesia. Peran teknologi internet membantu mempersempit jurang perbedaan, sehingga pemanfaatannya haruslah menjadi bagian dari strategi pengembangan startup.

Startup, lanjutnya, memerlukan itu semua karena mereka umumnya punya ide dan kemampuan teknis yang kuat namun lemah dalam kemampuan manajemen implementasi.

"Pengalaman saya 25 tahun sebagai praktisi di bisnis TIK dan bisnis global diharapkan membantu startup binaan yang ada. Ditambah pengalaman akademis saya selaku pengajar bidang kewirausahaan, manajemen stratejik, manajemen inovasi dan kepemimpinan, juga menjadi bagian penting melengkapi ilmu yang dimiliki para startup," sambungnya.

Didit mengharapkan, bahwa program inkubasi yang mulai ramai belakangan ini akan memunculkan lebih banyak startup dari kalangan muda terdidik di usia yang cukup dini (usia mahasiswa) sekalipun umumnya kurikulum perguruan tinggi masih belum sepenuhnya mendukung mahasiswa berwirausaha dan mandiri pada saat lulus.

"Lebih sering dirasakan kurikulum yang ada menjadi beban bagi mahasiswa yang terus mendapat tekanan dari orang tua dan dosen pengajar agar segera lulus dan mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan," pungkasnya.

Baca Juga

Tag: Inovasi, Bisnis Online

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Sucipto

Foto: Rahmat Saepulloh

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,788.81 3,750.91
British Pound GBP 1.00 18,259.33 18,072.02
China Yuan CNY 1.00 2,008.98 1,988.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,210.70 14,069.30
Dolar Australia AUD 1.00 9,707.33 9,607.92
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,811.83 1,793.66
Dolar Singapura SGD 1.00 10,415.35 10,310.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,812.25 15,649.28
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,398.06 3,361.84
Yen Jepang JPY 100.00 13,091.39 12,959.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6191.947 10.933 658
2 Agriculture 1325.665 -25.837 20
3 Mining 1588.528 -0.347 48
4 Basic Industry and Chemicals 910.095 8.396 74
5 Miscellanous Industry 1196.676 14.510 50
6 Consumer Goods 2101.267 -60.778 54
7 Cons., Property & Real Estate 508.095 4.976 82
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1210.123 5.591 75
9 Finance 1260.490 13.824 90
10 Trade & Service 809.274 3.812 165
No Code Prev Close Change %
1 INTD 170 228 58 34.12
2 TFCO 332 414 82 24.70
3 TIRA 212 250 38 17.92
4 PTSN 374 422 48 12.83
5 MCOR 136 153 17 12.50
6 AMIN 294 330 36 12.24
7 MAIN 970 1,080 110 11.34
8 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
9 LRNA 142 154 12 8.45
10 SKRN 505 545 40 7.92
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 505 412 -93 -18.42
2 OPMS 246 212 -34 -13.82
3 IBFN 238 208 -30 -12.61
4 APEX 555 500 -55 -9.91
5 PDES 1,105 1,000 -105 -9.50
6 BOSS 680 620 -60 -8.82
7 MINA 1,730 1,590 -140 -8.09
8 MREI 4,130 3,820 -310 -7.51
9 AMAG 310 288 -22 -7.10
10 SHID 3,400 3,200 -200 -5.88
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,695 1,880 185 10.91
2 MAMI 232 234 2 0.86
3 LMPI 150 152 2 1.33
4 TELE 364 358 -6 -1.65
5 BBRI 4,050 4,170 120 2.96
6 TCPI 6,125 6,125 0 0.00
7 OPMS 246 212 -34 -13.82
8 JPFA 1,655 1,720 65 3.93
9 HMSP 2,270 2,160 -110 -4.85
10 ANTM 955 935 -20 -2.09