Portal Berita Ekonomi Senin, 21 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:01 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup menguat 0,28% ke level 6.466,50. 
  • 11:45 WIB. Warung Pintar - Bisnis Warung Pintar sudah tumbuh 575 kali lipat dalam 12 bulan terakhir.
  • 11:45 WIB. Start Up - Start up teknologi ritel, Warung Pintar, memperoleh pendanaan seri B sebesar US$27,5 juta atau setara dengan Rp390 miliar.
  • 11:44 WIB. Saham  - Harto Djojo Nagaria divestasi 250 ribu saham PT Summarecon AGung Tbk.
  • 11:31 WIB. Perancis - Presiden Perancis disebut setuju wacana merger Renault-Nissan. 
  • 11:30 WIB. Microsoft - Microsoft akhiri dukungan Windows 10 Mobile.
  • 11:28 WIB. Nintendo - Nintendo mau rilis 2-3 gim mobile dalam setahun.
  • 11:27 WIB. Go-Jek - Go-Jek akuisisi fintech asal Filipina untuk memperkuat Go-Pay.
  • 11:06 WIB. Suspensi - BEI kabulkan permohonan suspensi saham Bank Danamon dan Bank Nusantara Parahyangan.
  • 11:06 WIB. Merger - Bank Danamon Indonesia dan Bank Nusantara Parahyangan rencanakan untuk lakukan merger usaha.
  • 10:21 WIB. Rupiah - Pukul 10.20 WIB, rupiah melemah 0,25% ke level Rp14.210 per dolar AS. 
  • 09:20 WIB. Bakti - Bakti Kemenkominfo tahun ini incar pendapatan Rp3,1 triliun.
  • 09:19 WIB. Xiaomi - Xiaomi mau gempur pasar Afrika tahun ini.
  • 09:19 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10+ punya RAM dan memori super besar.
  • 09:17 WIB. NASA - NASA umumkan kerja sama dengan China untuk eksplorasi bulan.

KKI Sebagai Pejuang Kemiskinan di Ujung Jakarta

Foto Berita KKI Sebagai Pejuang Kemiskinan di Ujung Jakarta
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Angka kemiskinan terus bertambah seiring dengan minimnya upaya pemerintah dalam melakukan pemerataan pendapatan masyarakat Indonesia, khususnya yang tinggal di pinggiran kota seperti di Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan data yang diperoleh Koperasi Kasih Indonesia (KKI) dari Badan Penanggulangan Kemiskinan, Cilincing merupakan wilayah yang tergolong paling miskin di Jakarta.

Kondisi tersebut ternyata mampu memanggil jiwa seorang pemuda kelahiran 28 Juli 1985 Leonardo Kamilius untuk mendirikan koperasi simpan pinjam yang diperuntukkan bagi masyarakat Cilincing sebagai upaya mengurangi angka kemiskinan serta menjauhkan masyarakat dari jeratan para rentenir.

Melihat kondisi sosial yang membutuhkan perhatian, Leon merasa terpanggil untuk melakukan sebuah perubahan terhadap kondisi di negerinya tersebut. Di usia yang masih terbilang muda yaitu 25 tahun, dirinya berani mengambil sebuah keputusan untuk berhenti bekerja di sebuah perusahaan internasional.

Keputusan untuk keluar dari pekerjaannya tersebut terdorong oleh keinginan untuk fokus memperhatikan masalah sosial yang terjadi di Jakarta. Namun, saat itu Leon belum memiliki ide untuk membuat sebuah perubahan di sektor ekonomi warga Cilincing.

Terinspirasi dari Grameen Model yang digagas oleh seorang pemenang nobel di bidang ekonomi Muhammad Yunus, Leonardo Kamilius bersama temannya Bruder Petrus Partono dan Lucyana Siregar  mendirikan Koperasi Kasih Indonesia (KKI) pada tahun 2011.

Modal awal yang digunakan Leon untuk mendirikan koperasi berasal dari kantong pribadinya sebesar Rp50 juta. Langkah awal Leon tersebut menjadi inspirasi bagi teman-temannya untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial tersebut. Banyak teman yang merasa simpati kepada Leon karena berani mengambil keputusan untuk terjun menyelesaikan masalah sosial dalam usia sangat muda.

Donasi pun dapat terkumpul hinggal Rp2 miliar pada dua tahun pertama sejak KKI didirikan. Adapun, sistem yang dilakukan KKI dalam menjalankan koperasi ialah dengan sistem menjemput bola atau terjun ke lapangan untuk melakukan sosialiasi kepada warga Cilincing. Dalam proses sosialisasi tersebut, KKI juga mengedukasi masyarakat tentang perilaku ekonomi yang perlu ditingkatkan guna melawan kondisi ekonomi yang terpuruk di wilayah tersebut.

Pola yang digunakan KKI dalam mengedukasi anggotanya, yaitu dengan membentuk kelompok yang terdiri dari para anggota koperasi untuk kemudian dikumpulkan di rumah para anggota secara bergiliran. Mayoritas anggota yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga dibimbing untuk lebih peka terhadap kebiasaan menabung dengan cara-cara yang sederhana, seperti mengumpulkan sisa uang belanja dan sebagainya.

Kemudian anggota diarahkan untuk menabung dan meminjam uang di KKI dengan sistem pinjaman kelompok yang dapat digunakan untuk keperluan hidup, seperti membuka usaha, biaya sekolah, dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya.

Sistem edukasi yang dilakukan KKI tersebutlah yang mampu membedakan KKI dengan koperasi lainnya sebab lembaga keuangan mikro pada umumnya hanya memberikan pinjaman dan tabungan. Adapun, KKI dapat memberikan pinjaman, tabungan, sekaligus edukasi.

Bagi Sandra Surya, yang bertanggung jawab terhadap pengembangan KKI, melakukan perubahan adalah dengan melalui pola pikir masyarakat. Hal tersebut mengingat tujuan KKI yang didirikan untuk membawa masyarakat kurang beruntung keluar dari garis kemiskinan secara permanen melalui perubahan pola pikir dan perilaku.

Kemudian dalam sistem menabung, KKI memiliki dua jenis tabungan, yaitu tabungan sukarela dan tabungan wajib. Tabungan wajib dibayarkan beserta cicilan per minggu setelah anggota meminjam. Kemudian dari cicilan tersebut juga sudah termasuk tabungan yang akan dikembalikan setelah 25 minggu atau 25 kali cicilan.

Dengan tabungan yang tidak disadari tersebut, akhirnya para anggota memiliki kemauan untuk menabung sukarela yang dapat diambil kapan saja. Bagi Sandra, wanita kelahiran 6 Mei 1986 tersebut, KKI akan menerima tabungan meski hanya seribu rupiah karena yang terpenting baginya bukan jumlah tabungan, namun kebiasaan menabung yang harus terus dipupuk.

Di dua tahun pertama KKI berdiri, jumlah anggota atau nasabah koperasi baru mencapai 600 orang anggota. Tentu menjadi kondisi yang sulit untuk mengembangkan sebuah koperasi. Kemudian Leon bertanya kepada teman-temannya mengenai langkah koperasi selanjutnya, atau mungkin dengan menutup koperasi sebagai jalan keluar mengingat pertumbuhan bisnis koperasi yang masih sangat rendah.

Sampai pada akhirnya, Leon bersama teman-temannya memutuskan untuk menargetkan jumlah anggota pada tahun berikutnya untuk bisa sampai pada jumlah 2.000 orang anggota. Jika target yang sudah ditentukan tersebut tidak juga tercapai maka menutup koperasi adalah jalan keluar terakhir yang harus diambil. Namun fakta berkata lain, di tahun berikutnya jumlah anggota bahkan melewati jumlah yang sudah ditargetkan, yaitu menembus hingga 3.000 anggota.

KKI pun batal ditutup dan saat ini masih terus beroperasi dengan total anggota sebanyak 7.000 orang dengan jumlah revenue Rp374 juta setiap bulannya.

Tag: Koperasi Kasih Indonesia (KKI), Leonardo Kamilius, Lucyana Siregar, Bruder Petrus Partono

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: KKI

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56