Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:32 WIB. JSMR - Jasa Marga mencatatkan laba bersih sebesar Rp584,83 miliar pada kuartal I 2019.
  • 06:30 WIB. KSB - Krakatau Bandar Samudera membidik tender untuk menjadi pengelola pelabuhan milik PLN.
  • 06:30 WIB. GMFI - Pendapatan GMF AeroAsia kuartal I 2019 tumbuh, tapi laba tahun berjalan turun.
  • 06:29 WIB. BTN - BTN mengkaji akuisisi Asuransi Jiwasraya.
  • 06:17 WIB. BTN - BTN akan menerbitkan MTN sebesar Rp500 miliar untuk melunasi polis JS Saving Plan yang jatuh tempo.
  • 06:16 WIB. Holding Asuransi - Diperkirakan bakal ada sembilan perusahaan asuransi yang bergabung dalam holding asuransi.
  • 06:15 WIB. Holding Asuransi - Holding asuransu diperkirakan akan mengurangi capital outflow.
  • 00:10 WIB. Blue Bird - Blue Bird beli taksi listrik Tesla di importir umum.
  • 00:09 WIB. Tesla - Taksi robot Tesla meluncur tahun depan.
  • 00:09 WIB. Twitter - Twitter sebut tak hilangkan trending topic tertentu.
  • 00:07 WIB. Go-Food - Go-Food kini punya 400 ribu mitra pedagang makanan.
  • 23:55 WIB. CIA - CIA bakal punya akun Instagram.

Ahli: Penggundulan Hutan Picu Wabah Mematikan Ebola dan Wabah Lain

Ahli: Penggundulan Hutan Picu Wabah Mematikan Ebola dan Wabah Lain - Warta Ekonomi
WE Online, Wellington -

Penggundulan hutan menciptakan "waduk penyakit" di Afrika Tengah dan Barat, sehingga memicu wabah mematikan Ebola dan dapat menimbulkan wabah lain, kata seorang dokter hewan Selandia Baru pada Senin (20/2/2017).

Guna menghindari wabah Ebola dan virus lain pada masa depan, perlu untuk memahami proses yang mengakibatkan kondisi darurat infeksi serta memproduksi intelijen yang membantu pemantauan dan pengawasan, kata Asisten Profesor Massey University David Hayman.

"Pengursakan hutan tropis di banyak wilayah di dunia mengakibatkan umat manusia dan hewan liar berada pada lingkungan yang saliang berdekatan," kata Hayman, yang memberi sumbangan untuk satu studi internasional, di dalam satu pernyataan.

"Ini telah berlangsung selama beberapa dasawarsa, tapi hubungan dengan virus Ebola tidak difahami dengan baik. Temuan kami menunjukkan bahwa ada peningkatan resiko penyakit virus Ebola, karena ada tempat bergolak fragmentasi hutan saat hewan dipaksa terlibat kontak dengan manusia," kata Hayman, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin petang.

"Secara efektif, melalui penggerogotan kita sendiri ke ruang gerak mereka, kita membawa bendungan penyakit --habitat tempat pembawa penyakit biasanya hidup, tumbuh dan berlipat-- makin dekat ke diri kita sendiri," katanya.

Para peneliti tersebut melakukan analisis dengan menggunakan data cakupan lahan dan catatan wabah virus Ebola untuk menetapkan hubungan itu di Afrika Tengah dan Barat dan memperlihatkan rembesan virus Ebola dari alam liar ke manusia kebanyakan terjadi di tempat fragmentasi hutan.

"Pengambil keputusan di Afrika dan dunia yang lebih luas dapat melakukan tindakan penting untuk mengubah prilaku mereka guna menghindari fragmentasi hutan lebih jauh dan membantu mengurangi resiko wabah lain, serta meningkatkan pengawasan di wilayah yang sudah terpecah, karena fragmentasi habitat hewan liar dapat menambah penyakit pada manusia," katanya.

Hayman sebelumnya terlibat dalam penelitian yang mengidentifikasi bukti mengenai virus Ebola pada kelelawar Afrika Barat. (Ant)

Tag: Hutan, Kehutanan

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,773.33 3,735.70
British Pound GBP 1.00 18,375.19 18,187.78
China Yuan CNY 1.00 2,109.36 2,088.49
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,150.00 14,010.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,087.54 9,986.33
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,803.65 1,785.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,436.64 10,331.86
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,920.17 15,755.65
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,426.15 3,388.15
Yen Jepang JPY 100.00 12,659.93 12,531.31

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6462.822 48.079 632
2 Agriculture 1471.418 6.415 21
3 Mining 1816.490 35.325 47
4 Basic Industry and Chemicals 835.511 4.182 71
5 Miscellanous Industry 1327.492 19.942 46
6 Consumer Goods 2506.880 31.053 52
7 Cons., Property & Real Estate 491.243 -0.634 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.999 14.156 73
9 Finance 1303.709 2.892 91
10 Trade & Service 815.278 5.604 156
No Code Prev Close Change %
1 HRME 466 580 114 24.46
2 ABBA 147 169 22 14.97
3 LUCK 840 960 120 14.29
4 BCAP 149 170 21 14.09
5 ALMI 525 595 70 13.33
6 CNTX 505 570 65 12.87
7 GSMF 110 123 13 11.82
8 JSKY 1,080 1,200 120 11.11
9 ZINC 555 615 60 10.81
10 MYTX 75 83 8 10.67
No Code Prev Close Change %
1 TRIS 266 200 -66 -24.81
2 ARTA 535 406 -129 -24.11
3 MTPS 1,210 920 -290 -23.97
4 CPRI 168 131 -37 -22.02
5 TRIO 155 121 -34 -21.94
6 IIKP 125 99 -26 -20.80
7 MTSM 238 202 -36 -15.13
8 BBLD 565 480 -85 -15.04
9 GHON 1,500 1,275 -225 -15.00
10 MKPI 17,175 15,000 -2,175 -12.66
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 168 131 -37 -22.02
2 BGTG 82 83 1 1.22
3 TLKM 3,780 3,850 70 1.85
4 TRAM 111 112 1 0.90
5 ABBA 147 169 22 14.97
6 FREN 312 298 -14 -4.49
7 BUMI 113 125 12 10.62
8 ERAA 1,495 1,585 90 6.02
9 UNTR 26,075 27,200 1,125 4.31
10 ESTI 109 100 -9 -8.26