Portal Berita Ekonomi Senin, 25 September 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 06:43 WIB. Properti - IPW merasakan saat ini terjadi tren pertumbuhan pasar properti yang diperkirakan berlanjut hingga 2019.
  • 06:43 WIB. TIKI - Citra Van Titipan Kilat masih memasang target pertumbuhan bisnis konservatif sepanjang tahun ini.
  • 06:42 WIB. Gula - Pemerintah menetapkan perhitungan produksi gula konsumsi untuk sementara pada 2017 sebesar 2,38 juta ton.
  • 06:41 WIB. Peternakan - Presiden Jokowi menginginkan industri peternakan di Indonesia dibangun secara korporasi dari hulu sampai hilir.
  • 06:40 WIB. IHSG - Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG terkoreksi jangka pendek dengan rentang pergerakan 5.895-5.930.
  • 06:39 WIB. IHSG - Binaartha Sekuritas memperkirakan IHSG menuju ke area level support di 5.887 dan 5.863.
  • 05:45 WIB. Tapanuli Utara - Bandara Silangit akan resmi melayani penerbangan rute international pada akhir Oktober.
  • 05:34 WIB. Liga Jerman (25/9) - Bayer Leverkusen 3 - 0 Hamburg SV
  • 05:33 WIB. Liga Spanyol (25/9) - Real Sociedad 2 - 3 Valencia
  • 05:32 WIB. Liga Prancis (25/9) - Marseille 2 - 0 Toulouse
  • 05:31 WIB. Liga Italia (25/9) - Inter Milan 1 - 0 Genoa
  • 22:30 WIB. Gunung Agung - Pengungsi Gunung Agung tembus 34.931 jiwa.
  • 22:29 WIB. IMF - Indonesia siap ubah lokasi pertemuan IMF-World Bank Meeting antisipasi erupsi Gunung Agung.
  • 22:27 WIB. Rohingya - Otoritas Turki akan dirikan 100.000 tenda bagi pengungsi Rohingnya.
  • 22:26 WIB. Yaman - Arab Saudi berhasil gagalkan rudal pemberontak dari Yaman.

Mengenal Aneka Metode Penghitungan Asuransi Jiwa

Foto Berita Mengenal Aneka Metode Penghitungan Asuransi Jiwa
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Tidak setiap orang butuh asuransi. Ada beberapa kategori kenapa Anda butuh asuransi di antaranya dewasa, berpenghasilan, ada tanggungan, ada rencana keuangan yang belum cukup dananya, dan lain-lain.

Anak? Anak tidak butuh asuransi jiwa. Jadi, jika anak Anda saat ini membeli, memiliki asuransi jiwa, baiknya dikonsultasikan dengan perencana keuangan Anda apakah perlu ditutup atau diteruskan. Nah lho. Perlu diketahui data IARFC, sembilan dari 10 orang salah beli asuransi, jangan-jangan Anda masuk kategori ini.

Ketika Anda termasuk dalam kategori orang yang membutuhkan asuransi maka jangan asal membeli produk asuransi. Ada hal yang harus Anda lakukan sebelum memilih produk asuransi jiwa, yakni menghitung uang pertanggungan (UP) atau santunan al khairat (warisan) yang ingin Anda "wariskan" atau wakafkan.

Ada beberapa metode penghitungan UP. Metode yang berbeda akan menghasilkan angka UP yang berbeda pula. Kami, perencana keuangan, menekankan pemilihan metode harus disesuaikan dengan tujuan keuangan serta kemampuan keuangan. Tiap besaran UP akan mempengaruhi besaran premi yang harus Anda bayarkan.

Selain UP, faktor lain yang berperan penentu besaran premi adalah usia, kesehatan, gaya hidup pemegang polis, dan underwriting perusahaan asuransi. Underwriting adalah proses perusahaan asuransi jiwa memutuskan apakah akan menerbitkan polis yang diminta calon nasabah atau tidak.

Dalam hal ini, perusahaan asuransi juga akan memutuskan syarat dan kondisi apa yang diberlakukan serta berapa besar tingkat premi yang dikenakan. Berikut ini beberapa metode penghitungan UP yang mungkin bisa Anda pertimbangkan.

Income Replacement Based

Income replacement based (IRB) adalah metode dengan menghitung berapa pendapatan seseorang hingga pensiun. Misal, pendapatan Anda sebulan Rp10 juta. Usia Anda saat ini 35 tahun dan ingin pensiun di usia 55. Jadi, masa produktifnya (masa bekerja) 20 tahun lagi maka kebutuhan UP Anda adalah jika Anda meninggal UP tersebut bisa digunakan untuk hidup selama 20 tahun. Metode ini biasanya cocok untuk orang yang pensiunnya tidak lama lagi.

Human Life Value Based

Human life value based (HLVB) menghitung pendapatan seseorang sampai pensiun tapi dengan memperhitungkan hasil investasi instrumen yang memiliki risiko minim (risk free rate). Ketika A meninggal, UP itu oleh keluarganya ditempatkan (diinvestasikan) di instrumen risk free, seperti deposito, obligasi ritel Indonesia (ORI), dan sukuk ritel. Jadi selain menerima UP, ahli waris juga akan menerima hasil investasi (return). Metode ini menghitung nilai sekarang (present value) pendapatan plus risk free rate.

Income Value Based

Metode income value based (IVB) digunakan untuk mencari tahu berapa besar nilai yang apabila ditempatkan di deposito atau dibelikan obligasi ritel akan menghasilkan return setiap bulan sebesar pendapatan tertanggung.

Selain metode-metode di atas, masih ada beberapa metode lain, yaitu survival value based, family needs based, dan metode fara’id. Ketiga metode ini relatif sulit jika Anda hitung sendiri.

Metode survival value based cocok untuk keluarga yang memiliki utang besar dan utangnya tersebut tidak dilindungi asuransi jiwa kredit. Metode family needs based ini cocok jika seseorang ingin memastikan dengan persis kebutuhan keluarga sepeninggal si tulang punggung tersebut.

Metode fara’id digunakan oleh Anda yang beragama Islam dan ingin menggunakan hukum faraid (warisan) sebagai dasar penghitungan.

Setelah tahu cara menghitung UP saatnya Anda membandingkan produk asuransi yang menawarkan premi paling minim dengan UP yang sama. Saran Kami berkonsultasi pada perencana keuangan atau ikut kelas asuransi akan lebih mudah menghitungnya, selain juga akan mendapat rekomendasi metode dan produk yang tepat sesuai dengan kondisi masing-masing.

Tag: Ila Abdulrahman, AZ Consulting

Penulis: Ila Abdulrahman, Financial Advisor

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: AZ Consulting

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,571.10 3,535.18
British Pound GBP 1.00 18,194.37 18,008.34
China Yuan CNY 1.00 2,033.37 2,013.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,392.00 13,258.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,613.16 10,504.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,715.14 1,697.94
Dolar Singapura SGD 1.00 9,927.35 9,824.38
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,008.80 15,845.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,191.61 3,156.67
Yen Jepang JPY 100.00 11,967.83 11,844.90

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5911.708 5.135 559
2 Agriculture 1790.848 -1.819 18
3 Mining 1449.686 -23.409 44
4 Basic Industry and Chemicals 611.796 -1.479 67
5 Miscellanous Industry 1315.476 -6.099 41
6 Consumer Goods 2534.872 -26.293 45
7 Cons., Property & Real Estate 502.874 -3.817 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1216.129 -6.709 60
9 Finance 1012.974 22.847 89
10 Trade & Service 916.246 -7.545 130
No Code Prev Close Change %
1 POLY 60 81 21 35.00
2 HDTX 318 396 78 24.53
3 ADMG 171 198 27 15.79
4 OASA 418 482 64 15.31
5 BMTR 540 610 70 12.96
6 NAGA 210 236 26 12.38
7 RMBA 382 428 46 12.04
8 OKAS 545 600 55 10.09
9 PNLF 240 264 24 10.00
10 NIKL 3,150 3,460 310 9.84
No Code Prev Close Change %
1 VOKS 324 290 -34 -10.49
2 INCF 220 200 -20 -9.09
3 KPIG 1,235 1,140 -95 -7.69
4 RDTX 6,950 6,450 -500 -7.19
5 INCO 2,790 2,600 -190 -6.81
6 SCMA 2,340 2,200 -140 -5.98
7 WAPO 121 114 -7 -5.79
8 SIPD 860 815 -45 -5.23
9 BYAN 6,500 6,200 -300 -4.62
10 JGLE 155 148 -7 -4.52
No Code Prev Close Change %
1 BMTR 540 610 70 12.96
2 BBCA 19,050 19,875 825 4.33
3 TLKM 4,690 4,640 -50 -1.07
4 BBRI 15,025 15,675 650 4.33
5 MEDC 895 920 25 2.79
6 KBLI 456 442 -14 -3.07
7 AGRO 570 620 50 8.77
8 BMRI 6,600 6,600 0 0.00
9 UNVR 51,000 50,000 -1,000 -1.96
10 PGAS 1,625 1,610 -15 -0.92