Portal Berita Ekonomi Minggu, 24 Maret 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tolak ukur menguji elektabilitas Prabowo-Sandi.
  • 06:51 WIB. Tim Prabowo - Kampanye terbuka tak ada pegerahan massa.
  • 06:40 WIB.

    Cawapres 01 – Banten daerah kampanye terbuka pertama, diharapkan ada dampak positif.

  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi menyebut kampanyenya paket hemat.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Sandi tak menghadirikan publik figur di kampanye terbuka.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Bagi Sandi  semua daerah sangat dewasa dalam bersikap politik.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Pada kampanye terbuka, Prabowo-Sandi bakal temui seluruh daerah.
  • 06:33 WIB. Cawapres 02 - Perolehan suara ditiap daerah bisa berubah-ubah.
  • 06:32 WIB. Cawapres 02 - Menurut Sandi, semua daerah pemilihan tak ada yang aman.
  • 06:14 WIB. Presiden - Setelah berhasil mengambilalih Freeport, Jokowi masih saja dituduh antek asing.
  • 00:00 WIB. Presiden - Jokowi sebut pengambilalihan Freeport tidak mudah.

Anggota DPR Harap WTO Prioritaskan Negara Berkembang

Anggota DPR Harap WTO Prioritaskan Negara Berkembang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih memprioritaskan pembangunan aktivitas perekonomian dan peningkatan kesejahteraan di masyarakat negara-negara berkembang.

"Kami mengharapkan anggota WTO dapat menunjukkan fleksibilitas dan pragmatis, serta mengutamakan kebutuhan negara berkembang untuk mengakselerasi pembangunan," kata Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf dalam rilis di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Politisi Partai Demokrat itu juga mengemukakan, DPR RI juga menyambut baik diimplementasikannya Trade Facilitation Agreement (TFA) sejak 22 Februari 2017.

Ketua BKSAP menyampaikan, perkembangan tersebut membuktikan bahwa walaupun sulit untuk mencapai kesepakatan dalam forum multilateral, WTO mampu memberikan perubahan.

Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan Kementerian Perdagangan dapat memanfaatkan dengan maksimal mekanisme perdagangan internasional dalam rangka menurunkan harga sejumlah komoditas bahan pangan di Tanah Air.

"Pada kenyataannya, produsen lokal belum mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan jumlah dan kualitas yang sesuai dengan permintaan konsumen," kata Peneliti bidang Perdagangan dan Kesejahteraan Rakyat CIPS Hizkia Respatadi, Sabtu (25/2).

Menurut Hizkia, sangat disayangkan bila pemerintahan Presiden Joko Widodo terutama Kementerian Perdagangan masih mengabaikan potensi perdagangan internasional dalam upayanya menurunkan harga dan mencapai ketahanan pangan.

Dia berpendapat, selama ini pemerintah hanya berfokus kepada kompleksnya rantai distribusi dalam negeri, namun tidak membahas bahwa pasokan bahan pangan oleh produsen lokal belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

Hizkia menyatakan, membuka diri terhadap perdagangan internasional melalui mekanisme yang transparan akan memperbesar akses pada pasokan bahan pangan yang pada akhirnya dapat menurunkan harga di tingkat konsumen.

Sebelumnya, WTO pada Selasa (14/2), dalam "World Trade Outlook Indicator (WTOI)", menyatakan bahwa pertumbuhan perdagangan global akan terus meningkat secara moderat pada kuartal pertama 2017 setelah menguat di kuartal terakhir tahun lalu.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Xinhua, dengan angka saat ini 102,0, poin-poin WTOI di atas tren pertumbuhan perdagangan pada Februari-Maret. WTOI telah meningkat lebih lanjut di atas tren sejak rilis terakhir tiga bulan yang lalu, ketika indikator berdiri di 100,9 pada November 2016.

Menurut statistik WTO, indikator yang terkait dengan perdagangan termasuk angkutan udara, penjualan mobil, pesanan ekspor dan pengiriman kontainer semuanya mencatat kenaikan yang mantap dalam beberapa bulan terakhir, menandakan pertumbuhan yang lebih cepat dalam volume perdagangan barang di beberapa bulan pertama tahun ini. Namun, perdagangan elektronik dan bahan baku pertanian keduanya sedikit di bawah tren.

WTOI adalah indikator utama perdagangan dunia, yang dirancang untuk memberikan informasi "real time" tentang lintasan perdagangan barang tiga sampai empat bulan menjelang statistik volume perdagangan. WTOI menggabungkan beberapa indeks terkait perdagangan menjadi indikator komposit tunggal untuk mengukur kinerja jangka pendek terhadap tren jangka menengah.

Angka 100 dalam WTOI menunjukkan pertumbuhan perdagangan sejalan dengan tren, sementara angka lebih besar atau kurang dari 100 menunjukkan di atas atau di bawah tren pertumbuhan. (Ant)

Tag: World Trade Organization (WTO), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Wto.org

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,794.23 3,755.47
British Pound GBP 1.00 18,692.75 18,500.55
China Yuan CNY 1.00 2,125.36 2,104.15
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,228.00 14,086.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,103.30 10,001.06
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,813.38 1,795.26
Dolar Singapura SGD 1.00 10,546.29 10,439.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,182.93 16,018.60
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,506.16 3,466.90
Yen Jepang JPY 100.00 12,850.43 12,718.74

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6525.274 23.498 629
2 Agriculture 1490.781 9.164 21
3 Mining 1887.862 3.129 47
4 Basic Industry and Chemicals 910.367 -5.244 71
5 Miscellanous Industry 1284.891 0.529 46
6 Consumer Goods 2663.462 4.407 52
7 Cons., Property & Real Estate 465.570 -1.138 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1170.915 5.940 72
9 Finance 1263.236 12.361 91
10 Trade & Service 828.467 0.865 155
No Code Prev Close Change %
1 COCO 420 525 105 25.00
2 GLOB 352 440 88 25.00
3 CAKK 270 326 56 20.74
4 ECII 825 990 165 20.00
5 SMMA 7,700 9,000 1,300 16.88
6 TGKA 3,010 3,500 490 16.28
7 ANDI 1,605 1,805 200 12.46
8 FISH 3,400 3,760 360 10.59
9 LPLI 135 149 14 10.37
10 BKSW 175 193 18 10.29
No Code Prev Close Change %
1 SIMA 224 168 -56 -25.00
2 KICI 310 260 -50 -16.13
3 IDPR 735 640 -95 -12.93
4 PYFA 198 177 -21 -10.61
5 ATIC 990 895 -95 -9.60
6 JMAS 895 810 -85 -9.50
7 LAND 1,085 1,010 -75 -6.91
8 MTSM 240 224 -16 -6.67
9 UNIT 242 226 -16 -6.61
10 AKSI 400 374 -26 -6.50
No Code Prev Close Change %
1 NUSA 101 97 -4 -3.96
2 HOME 102 102 0 0.00
3 GGRM 88,000 85,900 -2,100 -2.39
4 BBRI 3,980 4,060 80 2.01
5 TLKM 3,800 3,820 20 0.53
6 INKP 10,200 9,800 -400 -3.92
7 FREN 308 328 20 6.49
8 CTRA 975 1,030 55 5.64
9 UNTR 27,800 28,000 200 0.72
10 GIAA 555 555 0 0.00