Portal Berita Ekonomi Senin, 09 Desember 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:10 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,05% pada level 3.147.
  • 23:09 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka negatif 0,14% pada level 27.977.
  • 23:08 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka positif 0,05% pada level 8.660.
  • 20:11 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,08% terhadap Yen pada level 108,49 JPY/USD.
  • 20:10 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3152 USD/GBP.
  • 20:09 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Euro pada level 1,1076 USD/EUR.
  • 20:08 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 63,66 USD/barel.
  • 20:07 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 58,51 USD/barel.
  • 20:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.464 USD/troy ounce.
  • 15:58 WIB. Valas - Yuan ditutup positif 0,12% terhadap Dollar AS pada level 7,04 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup negatif 0,20% terhadap Dollar AS pada level Rp.14.010/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,37% pada level 3.182.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,08% pada level 2.914.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,01% pada level 26.494.
  • 15:33 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,20% pada level 7.225.

Anggota DPR Harap WTO Prioritaskan Negara Berkembang

Anggota DPR Harap WTO Prioritaskan Negara Berkembang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) diharapkan dapat melahirkan kebijakan yang lebih memprioritaskan pembangunan aktivitas perekonomian dan peningkatan kesejahteraan di masyarakat negara-negara berkembang.

"Kami mengharapkan anggota WTO dapat menunjukkan fleksibilitas dan pragmatis, serta mengutamakan kebutuhan negara berkembang untuk mengakselerasi pembangunan," kata Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf dalam rilis di Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Politisi Partai Demokrat itu juga mengemukakan, DPR RI juga menyambut baik diimplementasikannya Trade Facilitation Agreement (TFA) sejak 22 Februari 2017.

Ketua BKSAP menyampaikan, perkembangan tersebut membuktikan bahwa walaupun sulit untuk mencapai kesepakatan dalam forum multilateral, WTO mampu memberikan perubahan.

Sementara itu, Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menginginkan Kementerian Perdagangan dapat memanfaatkan dengan maksimal mekanisme perdagangan internasional dalam rangka menurunkan harga sejumlah komoditas bahan pangan di Tanah Air.

"Pada kenyataannya, produsen lokal belum mampu memenuhi kebutuhan bahan pangan dengan jumlah dan kualitas yang sesuai dengan permintaan konsumen," kata Peneliti bidang Perdagangan dan Kesejahteraan Rakyat CIPS Hizkia Respatadi, Sabtu (25/2).

Menurut Hizkia, sangat disayangkan bila pemerintahan Presiden Joko Widodo terutama Kementerian Perdagangan masih mengabaikan potensi perdagangan internasional dalam upayanya menurunkan harga dan mencapai ketahanan pangan.

Dia berpendapat, selama ini pemerintah hanya berfokus kepada kompleksnya rantai distribusi dalam negeri, namun tidak membahas bahwa pasokan bahan pangan oleh produsen lokal belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen.

Hizkia menyatakan, membuka diri terhadap perdagangan internasional melalui mekanisme yang transparan akan memperbesar akses pada pasokan bahan pangan yang pada akhirnya dapat menurunkan harga di tingkat konsumen.

Sebelumnya, WTO pada Selasa (14/2), dalam "World Trade Outlook Indicator (WTOI)", menyatakan bahwa pertumbuhan perdagangan global akan terus meningkat secara moderat pada kuartal pertama 2017 setelah menguat di kuartal terakhir tahun lalu.

Sebagaimana dikutip dari kantor berita Xinhua, dengan angka saat ini 102,0, poin-poin WTOI di atas tren pertumbuhan perdagangan pada Februari-Maret. WTOI telah meningkat lebih lanjut di atas tren sejak rilis terakhir tiga bulan yang lalu, ketika indikator berdiri di 100,9 pada November 2016.

Menurut statistik WTO, indikator yang terkait dengan perdagangan termasuk angkutan udara, penjualan mobil, pesanan ekspor dan pengiriman kontainer semuanya mencatat kenaikan yang mantap dalam beberapa bulan terakhir, menandakan pertumbuhan yang lebih cepat dalam volume perdagangan barang di beberapa bulan pertama tahun ini. Namun, perdagangan elektronik dan bahan baku pertanian keduanya sedikit di bawah tren.

WTOI adalah indikator utama perdagangan dunia, yang dirancang untuk memberikan informasi "real time" tentang lintasan perdagangan barang tiga sampai empat bulan menjelang statistik volume perdagangan. WTOI menggabungkan beberapa indeks terkait perdagangan menjadi indikator komposit tunggal untuk mengukur kinerja jangka pendek terhadap tren jangka menengah.

Angka 100 dalam WTOI menunjukkan pertumbuhan perdagangan sejalan dengan tren, sementara angka lebih besar atau kurang dari 100 menunjukkan di atas atau di bawah tren pertumbuhan. (Ant)

Baca Juga

Tag: World Trade Organization (WTO), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Wto.org

Loading...

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,757.83 3,720.04
British Pound GBP 1.00 18,524.17 18,338.46
China Yuan CNY 1.00 2,004.08 1,983.30
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,091.11 13,950.90
Dolar Australia AUD 1.00 9,631.27 9,528.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,799.88 1,781.93
Dolar Singapura SGD 1.00 10,358.83 10,255.00
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,580.54 15,421.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,384.85 3,349.56
Yen Jepang JPY 100.00 12,976.43 12,843.77

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6193.791 6.923 667
2 Agriculture 1443.038 8.692 20
3 Mining 1476.026 1.626 50
4 Basic Industry and Chemicals 977.472 -2.356 76
5 Miscellanous Industry 1189.164 -11.910 50
6 Consumer Goods 2061.454 6.260 56
7 Cons., Property & Real Estate 518.354 8.147 83
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1126.422 -11.329 76
9 Finance 1301.830 3.637 90
10 Trade & Service 768.878 2.683 166
No Code Prev Close Change %
1 REAL 170 228 58 34.12
2 MSKY 1,250 1,560 310 24.80
3 PICO 3,500 4,310 810 23.14
4 PDES 615 735 120 19.51
5 ARKA 1,785 2,060 275 15.41
6 PCAR 1,995 2,290 295 14.79
7 POLY 60 68 8 13.33
8 BKSW 135 151 16 11.85
9 BKSL 68 76 8 11.76
10 TALF 262 292 30 11.45
No Code Prev Close Change %
1 TGRA 160 120 -40 -25.00
2 MAMI 246 185 -61 -24.80
3 DEAL 210 158 -52 -24.76
4 BIPP 65 50 -15 -23.08
5 PAMG 62 50 -12 -19.35
6 KARW 79 64 -15 -18.99
7 FORZ 59 50 -9 -15.25
8 SHID 2,950 2,500 -450 -15.25
9 NIKL 428 364 -64 -14.95
10 ESIP 370 318 -52 -14.05
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,395 1,505 110 7.89
2 IPTV 525 525 0 0.00
3 TOWR 745 735 -10 -1.34
4 TCPI 5,700 5,500 -200 -3.51
5 BKSL 68 76 8 11.76
6 WSKT 1,420 1,470 50 3.52
7 TLKM 4,100 4,070 -30 -0.73
8 PSAB 240 220 -20 -8.33
9 PPRO 67 74 7 10.45
10 ESIP 370 318 -52 -14.05