Portal Berita Ekonomi Rabu, 15 Juli 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup melemah 1,14% pada level 25.477.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,11% pada level 2.183.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup melemah 0,87% pada level 22.587.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,83% pada level 3.414.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup melemah 0,16% pada level 2.626.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 0,46% pada level 6.147.
  • 16:04 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,29% terhadap Yuan pada level 7,01 CNY/USD.
  • 16:04 WIB. Valas - Rupiah ditutup melemah 0,17% terhadap Dollar AS pada level 14.450 IDR/USD.

Masyarakat Adat Nusantara Tunggu Kabar Baik dari Jokowi

Masyarakat Adat Nusantara Tunggu Kabar Baik dari Jokowi
WE Online, Sumatera Utara -

Masyarakat adat tetap mengharapkan kedatangan Presiden Joko Widodo, meski Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya akan hadir pada karnaval sekaligus Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) yang digelar di Kampung Tanjung Gusta, Sumatera Utara.

"Info masuk dari protokol Presiden (Kamis, 16/3) yang saya terima Presiden tidak bisa hadir dan menugaskan Menteri LHK yang hadir," kata Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Abdon Nababan di Tanjung Gusta, Sumatera Utara, Jumat (17/3/2017).

Saat ditanya apakah ada kemungkinan penyerahan SK Menteri LHK untuk Hutan Adat, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Masyarakat Adat, maupun sertifikat komunal, dirinya mengaku tidak mendapat informasi itu. Informasi tambahan yang ia terima hanya Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki akan ikut hadir ke KMAN V.

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara menanti kabar baik dari Pemerintah untuk pembentukan Satgas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang (UU) khusus untuk Masyarakat Adat. Dan, menurut Abdon, tantangan untuk proses pemenuhan hak masyarakat adat dari implementasi Nawacita ini sangat lambat, sehingga pihaknya minta inisiatif Pemerintah untuk mengambil alih pembahasan RUU tentang Masyarakat Adat ini dari DPR guna mempercepat pengesahan.

"Ini yang sebenarnya ingin kami dengar dari Presiden besok di kongres. Katanya sudah ada tim untuk respon ini, entah itu ada di KSP (Kantor Staf Presiden-red) atau melibatkan Kementerian/Lembaga, ini juga yang ingin diketahui masyarakat adat di kongres ini," katanya.

Harapannya, akan ada kabar baik dari Presiden Joko Widodo terkait dua hal di atas. "Yang paling minim ya bisa menempatkan tim untuk mempercepat pengesahan RUU melalui satgas masyarakat adat," lanjut Abdon.

Lebih dari 3000 masyarakat adat yang mengikuti KMAN V menunggu kabar kelanjutan enam janji Presiden yang belum terpenuhi, di antaranya adanya UU Masyarakat Adat, revisi UU sektoral yang berkaitan dengan masyarakat adat sehingga UU Masyarakat Adat nantinya bisa implementatif sesuai amanat dari TAP MPR Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pembangunan Agraria dan Sumber Daya Alam.

Selain itu, penetapan mekanisme nasional dalam penyelesaian sengketa yang berkaitan dengan masyarakat adat, melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012 yang menyebutkan hutan adat bukan hutan negara, karena sejauh ini baru 13.122 hektare (ha) yang diberikan hak kelola lahannya dalam bentuk Hutan Adat. "Masih lambat prosesnya sehingga belum sesuai harapan. Bahkan Kementerian Agraria Tata Ruang belum ada satupun keluarkan sertifikat komunal", katanya.

Selanjutnya adalah janji menyelesaikan korban kriminalisasi masyarakat adat akibat pelaksanaan UU sektoral. "Kami sudah serahkan lebih dari 200 nama ke Presiden baik lewat amnesti, grasi dan sebagainya", lanjutnya.

Dan janji yang terakhir yakni melaksanakan UU Desa khususnya menetapkan Desa Adat. Ini pun, menurut dia, sama dengan sertifikat komunal yang hingga saat ini belum ada.

"Ini yang akan saya laporkan ke kongres nanti. Dan saya akan serahkan ke kongres bagaimana sikapi situasi ini, bagaimana sikap politik mereka setelah ini," ujar Abdon. (Ant)

Baca Juga

Tag: Daerah, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,888.90 3,849.18
British Pound GBP 1.00 18,294.87 18,111.39
China Yuan CNY 1.00 2,081.25 2,059.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,584.56 14,439.44
Dolar Australia AUD 1.00 10,115.85 10,013.75
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,881.68 1,862.94
Dolar Singapura SGD 1.00 10,472.15 10,367.20
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,538.89 16,369.99
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,417.59 3,379.23
Yen Jepang JPY 100.00 13,605.00 13,465.86
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5079.122 14.675 696
2 Agriculture 1082.119 3.406 23
3 Mining 1314.351 -11.407 48
4 Basic Industry and Chemicals 779.246 11.753 80
5 Miscellanous Industry 890.379 7.993 52
6 Consumer Goods 1834.167 20.790 57
7 Cons., Property & Real Estate 311.880 -3.266 92
8 Infrastruc., Utility & Trans. 889.143 -3.438 78
9 Finance 1118.444 0.879 93
10 Trade & Service 605.111 -0.592 173
No Code Prev Close Change %
1 INDO 118 159 41 34.75
2 WOWS 50 67 17 34.00
3 AGRO 154 206 52 33.77
4 NIKL 500 625 125 25.00
5 SMBR 328 410 82 25.00
6 UANG 550 685 135 24.55
7 PNSE 675 840 165 24.44
8 MBTO 64 79 15 23.44
9 DADA 88 104 16 18.18
10 KMTR 238 274 36 15.13
No Code Prev Close Change %
1 TALF 230 214 -16 -6.96
2 INCI 505 470 -35 -6.93
3 TCPI 3,480 3,240 -240 -6.90
4 HDFA 160 149 -11 -6.88
5 TNCA 160 149 -11 -6.88
6 CENT 102 95 -7 -6.86
7 POLL 5,100 4,750 -350 -6.86
8 DNAR 268 250 -18 -6.72
9 CANI 150 140 -10 -6.67
10 SOFA 90 84 -6 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BRIS 482 490 8 1.66
2 PURA 117 121 4 3.42
3 DOID 210 216 6 2.86
4 KAEF 1,195 1,340 145 12.13
5 BBRI 3,160 3,170 10 0.32
6 TOWR 1,065 1,065 0 0.00
7 INDY 930 920 -10 -1.08
8 TLKM 3,090 3,080 -10 -0.32
9 INAF 1,025 1,180 155 15.12
10 PTBA 2,170 2,140 -30 -1.38