Portal Berita Ekonomi Senin, 23 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 14:51 WIB. PSG - STriker PSG, Kylian Mbappe raih gelar Golden Boy 2017.
  • 14:49 WIB. Box Office - Film A Madea Halloween 2 merajai Box Office pekan ini dengan pendapatan sebesar US$21,65 juta.
  • 14:47 WIB. TNI - Fahri Hamzah minta penolakan AS terhadap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditanggapi serius.
  • 14:45 WIB. Prancis - Marcus/Kevin mundur dari turnamen Prancis Terbuka karena Marcus alami cedera.
  • 14:35 WIB. Kominfo - Rencana Kominfo blokir 30 juta situs porno dinilai mubazir.
  • 14:27 WIB. LUNA - LUNA G8 dibanderol di bawah Rp4 juta.
  • 13:48 WIB. Smartphone - Luna perkenalkan ponsel pintar teranyarnya yang memiliki resolusi kamera depan sebesar 28 megapiksel ke pasar Indonesia, LUNA G8.
  • 13:30 WIB. Facebook - Facebook gulirkan timeline kedua bernama Explore.
  • 13:21 WIB. GoPro - HERO6 kemungkinan dibanderol dengan harga sekitar Rp7,5 juta di pasaran.
  • 13:20 WIB. Elektronik - Pertengahan Oktober ini, GoPro merilis kamera aksi generasi teranyarnya, HERO6.
  • 13:15 WIB. Smartphone - Harga ponsel perdana Essential didiskon USD200 (sekitar Rp2,7 juta) sehingga menjadi USD499 (Rp6,7 juta).
  • 13:12 WIB. Apple - Apple hentikan jual iPhone 7 Versi 256 GB guna genjot penjualan iPhone 8 dan 8 Plus versi 256 GB, juga iPhone X.

Cangkul yang Dalam, Kementan Targetkan 1 juta Tanam Jagung

Foto Berita Cangkul yang Dalam, Kementan Targetkan 1 juta Tanam Jagung
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kementerian Pertanian menargetkan penanaman jagung satu juta hektar terintegrasi dengan lahan perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia tahun 2017.

 

"Untuk 2017 ini, kita diberi target oleh Presiden Joko Widodo untuk melakukan tanam jagung seluas satu juta hektar di lahan perkebunan sawit," kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi saat berkunjung ke Desa Baung, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Minggu.

 

Ia mengatakan, program integrasi jagung-sawit memiliki banyak keuntungan bagi petani sawit, karena selama periode sawit tersebut belum produktif yakni sampai umur 3-4 tahun, maka petani sawit dapat memiliki penghasilan tambahan dari tanaman jagung.

 

Kemudian, selain memaksimalkan pendapatan usaha tani, dengan menanam jagung sebagai tanaman sela, maka petani dapat memaksimalkan lahan kosong pada perkebunan sawit.

 

"Keuntungan dengan adanya tanaman sela yaitu efisiensi pemanfaatan lahan usaha tani, produktivitas dapat lebih meningkat, pendapatan petani juga lebih meningkat," katanya.

 

Terkait kepastian pemasaran, Kementan melalui Direktur Jenderal Ketahanan Pangan telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) pusat untuk pembelian jagung yang dihasilkan petani.

 

"Jadi petani tidak perlu khawatir untuk masalah pemasaran jagung, selain itu harganya stabil yakni Rp3.700 per kilogram di tingkat petani," katanya.

 

Ia menambahkan, target perluasan tanaman jagung oleh pemerintah nantinya juga akan disertai dengan meningkatnya penyediaan sarana penunjang seperti pupuk, bibit serta alat-alat pertanian bagi para petani.

 

 

"Intinya kita akan berupaya agar program integrasi jagung-sawit dapat berjalan baik dalam rangka membangun swasembada serta meningkatkan produksi jagung di Tanah Air," katanya.

Tag: Kementerian Pertanian (Kementan)

Penulis: ***

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Tri Yari Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,627.27 3,590.91
British Pound GBP 1.00 17,951.88 17,767.01
China Yuan CNY 1.00 2,054.68 2,034.14
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,603.00 13,467.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,638.91 10,529.85
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,743.55 1,726.01
Dolar Singapura SGD 1.00 9,987.52 9,885.49
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,012.09 15,850.66
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.84 3,181.43
Yen Jepang JPY 100.00 11,957.63 11,837.04

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51