Portal Berita Ekonomi Sabtu, 21 Oktober 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

Executive Brief
  • 21:13 WIB. Jerman - Seorang pria melakukan penyerangan terhadap empat orang dengan sebilah pisau di Jerman.
  • 21:09 WIB. Malaysia - Empat pekerja asing tewas ┬ádan 10 hilang saat tanah longsor terjadi di Penang, Malaysia.
  • 20:50 WIB. Mesir - Sedikitnya 52 polisi Mesir tewas dalam bentrokan dengan pegaris keras di gurun barat.
  • 18:16 WIB. Nasional - Puan: Kaluarga cegah radikalisme.
  • 18:13 WIB. Densus Tipikor - DPR: Densus Tipikor untuk kembalikan kepercayaan publik terhadap Polisi.
  • 18:13 WIB. Susi - Menteri Susi ingin punya stasiun TV sendiri.
  • 18:12 WIB. Politik - SBY: Nilai kinerja Jokowi jangan berlebihan.
  • 18:11 WIB. Pilpres - Budi Arie Setiadi: Hanya Prabowo yang bisa lawan Jokowi di Pilpres 2019.
  • 18:10 WIB. Pilpres - Nama Ahok, Gatot, Jokowi dan Tito masuk simulasi Pilpres.
  • 18:09 WIB. Jakarta - PDIP: Tak perlu ada paripurna untuk Anies.

BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Atas Nasional

Foto Berita BI Catat Pertumbuhan Ekonomi Lampung di Atas Nasional
Warta Ekonomi.co.id, Bandar Lampung -

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir selalu di atas nasional.

"Ekonomi Lampung tahun lalu tumbuh sebesar 5,15 persen atau di atas nasional yakni sebesar 5,02 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Lampung Arief Hartawan, di Bandarlampung, Selasa (21/3/2017).

Ia mengharapkan ekonomi Lampung pada tahun ini akan tetap tumbuh baik dengan mengoptimalkan sejumlah peluang ekonomi pada beberapa sektor.

Menurutnya, upaya untuk mengoptimalkan peluang ekonomi itu perlu agar dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung agar dapat melesat lebih cepat.

"Selain pertanian, perkebunan, perikanan, industri, juga didorong sektor pariwisata agar tumbuh dan berkembang sehingga ekonomi daerah ini akan tetap naik," ujarnya lagi.

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo menyatakan dari sisi geografis Provinsi Lampung memiliki keunggulan, mengingat daerah ini berada di pintu gerbang Pulau Sumatera, sehingga hilirisasi produk-produk pertanian dapat lebih optimal.

Ia menyatakan, potensi tersebut menjadikan Provinsi Lampung nomor empat dalam hal ketahanan pangan secara nasional.

"Kemudian, program-program Provinsi Lampung yang berbasis ketahanan pangan, industrialisasi, dan pembangunan pariwisata dari basis pertanian diharapkan dapat mendorong investasi di daerah ini, sehingga mendorong variabel pertumbuhan ekonomi," ujarnya pula.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Lampung Untung Nugroho menyatakan, kondisi keuangan Lampung dalam keadaan stabil dan baik, yaitu meningkat sebesar 5,15 persen pada 2016 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penyaluran kredit perbankan pada sektor ekonomi produktif, OJK mendorong kredit usaha rakyat, sehingga Provinsi Lampung menempati posisi 10 besar nasional dan nomor dua di Sumatera setelah Sumatera Utara," katanya lagi. (Ant)

Tag: Bank Indonesia (BI), Lampung

Penulis: ***

Editor: Vicky Fadil

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,622.47 3,586.11
British Pound GBP 1.00 17,819.44 17,635.67
China Yuan CNY 1.00 2,055.47 2,034.89
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,585.00 13,449.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,652.00 10,542.67
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,741.38 1,723.90
Dolar Singapura SGD 1.00 9,998.53 9,896.98
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,058.83 15,892.68
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,215.77 3,181.31
Yen Jepang JPY 100.00 12,005.13 11,881.79

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5929.549 19.019 564
2 Agriculture 1754.087 -2.560 18
3 Mining 1527.878 5.182 45
4 Basic Industry and Chemicals 634.942 2.086 68
5 Miscellanous Industry 1351.937 10.222 43
6 Consumer Goods 2506.331 7.379 45
7 Cons., Property & Real Estate 504.424 4.833 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1160.979 7.471 59
9 Finance 1030.441 4.914 90
10 Trade & Service 913.092 -9.075 131
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 462 575 113 24.46
2 AKSI 442 545 103 23.30
3 BACA 193 220 27 13.99
4 TRAM 135 152 17 12.59
5 WTON 575 635 60 10.43
6 NIPS 428 470 42 9.81
7 GPRA 143 157 14 9.79
8 BPFI 450 490 40 8.89
9 DSFI 119 129 10 8.40
10 BRAM 7,200 7,775 575 7.99
No Code Prev Close Change %
1 TRUS 195 127 -68 -34.87
2 HOME 272 214 -58 -21.32
3 TIFA 244 197 -47 -19.26
4 HDTX 478 390 -88 -18.41
5 BIRD 4,700 4,260 -440 -9.36
6 APII 254 234 -20 -7.87
7 MPPA 635 585 -50 -7.87
8 ADMG 224 208 -16 -7.14
9 BUVA 560 525 -35 -6.25
10 JGLE 133 125 -8 -6.02
No Code Prev Close Change %
1 HOME 272 214 -58 -21.32
2 TRAM 135 152 17 12.59
3 BUMI 204 212 8 3.92
4 TIFA 244 197 -47 -19.26
5 TLKM 4,210 4,270 60 1.43
6 PBRX 500 500 0 0.00
7 WIKA 1,810 1,900 90 4.97
8 BBCA 20,325 20,350 25 0.12
9 PGAS 1,660 1,680 20 1.20
10 SRIL 390 388 -2 -0.51