Portal Berita Ekonomi Senin, 11 Desember 2017

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:02 WIB. PII - Pelabuhan Indonesia Investama membidik dana kelolaan Rp21 triliun dalam lima tahun mendatang.
  • 14:01 WIB. Levante -  Maserati meluncurkan generasi terbaru dari produk andalan di kelas SUV, Levante.
  • 11:14 WIB. Politik - Airlangga siap libas Titiek di Munaslub.
  • 11:05 WIB. Digital - YouTube siapkan pesaing Spotify dan Apple Music.
  • 11:02 WIB. Android - Google rilis daftar jam tangan pintar yang mendukung Android Wear Oreo.
  • 10:36 WIB. LG - LG G7 bakal punya pemindai iris mata canggih.
  • 10:34 WIB. Google - Max Born, pencetus salah satu teori di bidang mekanika kuantum Born Rule hadir di Google Doodle (11/12/2017).
  • 10:31 WIB. Google - Google pernah digugat tiga karyawan wanitanya berkaitan perhitungan gaji yang dinilai diskriminatif.
  • 10:29 WIB. Uber - Oktober 2017, 3 karyawan Uber menggugat perusahaan atas tuduhan diskriminasi gender dan minoritas pekerja tertentu.
  • 10:26 WIB. Vivo - Smartphone V7 siap meluncur dengan edisi eksklusif Mobile Legends: Bang Bang untuk konsumen Indonesia.
  • 10:11 WIB. Smartphone - iPhone X, Galaxy Note 8, dan Pixel 2 XL jadi smartphone terbaik sepanjang 2017.
  • 10:03 WIB. WhatsApp - 31 Desember 2017, OS BlackBerry, BlackBerry 10,  Windows Phone 8.0, dan OS yang lebih lawas tak lagi dapat dukungan WhatsApp.

32 Perusahaan Siap Kembangkan Hutan Tanaman Energi

Foto Berita 32 Perusahaan Siap Kembangkan Hutan Tanaman Energi
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengungkapkan sebanyak 32 perusahaan siap untuk mengembangkan hutan tanaman energi dengan luasan 1,1 juta hektare.

Menurut Indroyono di Jakarta, Selasa (21/3/2017), rinciannya ada 10 unit yang sejak awal memang disiapkan untuk hutan tanaman energi dengan luas total sekitar 297.645 hektare. Selain itu ada sekitar 22 unit lagi yang sudah menyatakan komitmen untuk pengembangan hutan tanaman energi dengan luas konsesi sekitar 790.000 hektare.

"Hutan tanaman energi yang dikembangkan, khususnya adalah untuk menghasilkan biomassa. Pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi diyakini lebih mudah dan dekat untuk mencapai tahap masal," katanya.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, tantangan paling besar untuk pengembangan hutan tanaman energi adalah harga jual listrik yang dihasilkan masih lebih tinggi dari tarif dasar listrik saat ini. Ketentuan saat ini mengatur Harga Jual Listrik dari energi baru dan terbarukan ke PLN dipatok maksimal 85 persen dari Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik masing-masing wilayah.

Berdasarkan kebijakan tersebut, lanjut Indroyono, pengembangan bioenergi dari biomasa di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah akan penuh tantangan karena harga listrik yang dihasilkan lebih mahal ketimbang biaya pokok produksi listrik di wilayah itu.

"Meski demikian, untuk wilayah Indonesia timur masih ada peluang. Sebab disana banyak memanfaatkan pembangkit diesel yang harga listriknya lebih mahal," katanya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hutan mampu memasok energi terbarukan untuk kebutuhan manusia. Pada saat yang sama, ujarnya, pengelola hutan berkelanjutan juga bisa menopang kehidupan dan menjadi benteng dari bencana perubahan iklim.

"Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan. Semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup," katanya saat peringatan Hari Hutan Internasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sumber energi terbarukan itu di antaranya adalah biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut.

Saat ini sekitar 90 persen energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sisanya, kurang dari 10 persen yang sudah memanfaatkan energi terbarukan. Untuk pengembangan energi terbarukan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengkaji pengembangan hutan tanaman energi.

Tanaman yang dimanfaatkan adalah jenis yang bisa digunakan sebagai energi biofuel dan biomassa. Misalnya ekaliptus, sengon, nyamplung, akasia, kaliandra, dan kemiri.

Menteri Nurbaya juga mengungkapkan ada potensi panas bumi sebanyak 48 titik di hutan konservasi, 56 titik di hutan lindung, dan 50 titik di hutan produksi.

Sementara ada 145 titik di areal penggunaan lain yang berpotensi sebagai sumber panas bumi, tambahnya, jika dimanfaatkan, titik panas bumi itu bisa menghasilkan energi listrik hingga 28.617 Mega Watt. "Lokasinya antara lain di Telaga Bodas, Kamojang, Batang Gadis, Kerinci Seblat, Halimun Salak, Ciremai, Rinjani, dan Bogani Nawarta Bone," kata menteri. (Ant)

Tag: Hutan, energi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,630.21 3,593.85
British Pound GBP 1.00 18,242.76 18,056.48
China Yuan CNY 1.00 2,057.99 2,037.43
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,614.00 13,478.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,236.37 10,131.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,743.66 1,726.20
Dolar Singapura SGD 1.00 10,071.02 9,966.72
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,035.93 15,871.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,335.13 3,299.39
Yen Jepang JPY 100.00 11,984.15 11,861.30

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6030.958 24.123 565
2 Agriculture 1610.227 -10.603 19
3 Mining 1538.050 -2.472 43
4 Basic Industry and Chemicals 636.241 4.003 68
5 Miscellanous Industry 1376.665 -9.663 43
6 Consumer Goods 2663.715 23.660 45
7 Cons., Property & Real Estate 477.155 1.237 66
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1120.511 -1.862 60
9 Finance 1078.885 7.268 89
10 Trade & Service 893.449 1.729 132
No Code Prev Close Change %
1 OMRE 470 560 90 19.15
2 TALF 326 388 62 19.02
3 GOLD 484 565 81 16.74
4 INAF 3,040 3,520 480 15.79
5 SIPD 620 710 90 14.52
6 BALI 1,285 1,470 185 14.40
7 ARMY 155 177 22 14.19
8 CTTH 101 115 14 13.86
9 INCF 220 248 28 12.73
10 AKKU 52 58 6 11.54
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 785 625 -160 -20.38
2 AKPI 745 615 -130 -17.45
3 RDTX 7,425 6,550 -875 -11.78
4 BTEK 91 81 -10 -10.99
5 BMSR 240 218 -22 -9.17
6 BSSR 2,490 2,270 -220 -8.84
7 ERTX 133 122 -11 -8.27
8 BUVA 525 484 -41 -7.81
9 PSDN 278 258 -20 -7.19
10 TAMU 3,000 2,790 -210 -7.00
No Code Prev Close Change %
1 PBRX 486 482 -4 -0.82
2 SRIL 352 368 16 4.55
3 LMAS 65 65 0 0.00
4 KREN 505 505 0 0.00
5 BBRI 3,380 3,370 -10 -0.30
6 TLKM 4,200 4,140 -60 -1.43
7 BUMI 248 254 6 2.42
8 BMTR 550 580 30 5.45
9 BBCA 20,975 21,125 150 0.72
10 TRAM 150 156 6 4.00