Portal Berita Ekonomi Rabu, 24 April 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:42 WIB. Tiket - Organisasi PHRI: naiknya harga tiket pesawat juga timbulkan efek berantai ke sektor bisnis.
  • 16:40 WIB. Tiket - Lonjakan harga tiket pesawat menjadi fokus perhatian serius dari Asita.
  • 16:40 WIB. Bengkulu - Wilayah Bengkulu kini 100% telah berlistrik.
  • 16:39 WIB. Kerajinan - Jokowi: produk kerajinan harus terus ikuti keinginan pasar.
  • 16:39 WIB. Tebu - DI 2019, tebu yang digiling PTPN X sebesar 4,3 juta ton.
  • 16:38 WIB. Gula - PTPN X menargetkan produksi gula total sebesar 352.184 ton.
  • 16:37 WIB. Pelabuhan - Pelabuhan menjadi kunci peningkatan daya saing ekonomi nasional.
  • 16:36 WIB. Properti - Harga properti di wilayah Jawa semakin meningkat.
  • 16:36 WIB. Tanah - Harga tanah di tengah kota semakin naik, pembangunan properti beralih ke luar Jabodetabek.
  • 16:35 WIB. Jokowi - Jokowi harapkan ekosistem penjualan produk kerajinan secara online segera dibangun.
  • 16:34 WIB. Garuda - Garuda Indonesia klaim kinerja keuangan terus membaik.
  • 16:34 WIB. Sukabumi - Kementan dorong Sukabumi jadi sentra bawang putih.
  • 16:32 WIB. Jokowi - Jokowi ingin ekspor kerajinan naik kelas.
  • 16:32 WIB. AS - AS kirim delegasi perdagangan ke China minggu depan.
  • 16:30 WIB. Kementan - Kementan targetkan 1.000 desa pertanian organik.

32 Perusahaan Siap Kembangkan Hutan Tanaman Energi

32 Perusahaan Siap Kembangkan Hutan Tanaman Energi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengungkapkan sebanyak 32 perusahaan siap untuk mengembangkan hutan tanaman energi dengan luasan 1,1 juta hektare.

Menurut Indroyono di Jakarta, Selasa (21/3/2017), rinciannya ada 10 unit yang sejak awal memang disiapkan untuk hutan tanaman energi dengan luas total sekitar 297.645 hektare. Selain itu ada sekitar 22 unit lagi yang sudah menyatakan komitmen untuk pengembangan hutan tanaman energi dengan luas konsesi sekitar 790.000 hektare.

"Hutan tanaman energi yang dikembangkan, khususnya adalah untuk menghasilkan biomassa. Pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi diyakini lebih mudah dan dekat untuk mencapai tahap masal," katanya.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, tantangan paling besar untuk pengembangan hutan tanaman energi adalah harga jual listrik yang dihasilkan masih lebih tinggi dari tarif dasar listrik saat ini. Ketentuan saat ini mengatur Harga Jual Listrik dari energi baru dan terbarukan ke PLN dipatok maksimal 85 persen dari Biaya Pokok Produksi (BPP) listrik masing-masing wilayah.

Berdasarkan kebijakan tersebut, lanjut Indroyono, pengembangan bioenergi dari biomasa di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah akan penuh tantangan karena harga listrik yang dihasilkan lebih mahal ketimbang biaya pokok produksi listrik di wilayah itu.

"Meski demikian, untuk wilayah Indonesia timur masih ada peluang. Sebab disana banyak memanfaatkan pembangkit diesel yang harga listriknya lebih mahal," katanya.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, hutan mampu memasok energi terbarukan untuk kebutuhan manusia. Pada saat yang sama, ujarnya, pengelola hutan berkelanjutan juga bisa menopang kehidupan dan menjadi benteng dari bencana perubahan iklim.

"Indonesia memiliki banyak potensi sumber energi terbarukan. Semuanya terkait langsung dengan keberadaan hutan dan lingkungan hidup," katanya saat peringatan Hari Hutan Internasional di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sumber energi terbarukan itu di antaranya adalah biofuel, biomassa, panas bumi, air, angin, matahari, gelombang laut dan pasang surut.

Saat ini sekitar 90 persen energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil seperti batubara, minyak bumi, dan gas alam, sisanya, kurang dari 10 persen yang sudah memanfaatkan energi terbarukan. Untuk pengembangan energi terbarukan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tengah mengkaji pengembangan hutan tanaman energi.

Tanaman yang dimanfaatkan adalah jenis yang bisa digunakan sebagai energi biofuel dan biomassa. Misalnya ekaliptus, sengon, nyamplung, akasia, kaliandra, dan kemiri.

Menteri Nurbaya juga mengungkapkan ada potensi panas bumi sebanyak 48 titik di hutan konservasi, 56 titik di hutan lindung, dan 50 titik di hutan produksi.

Sementara ada 145 titik di areal penggunaan lain yang berpotensi sebagai sumber panas bumi, tambahnya, jika dimanfaatkan, titik panas bumi itu bisa menghasilkan energi listrik hingga 28.617 Mega Watt. "Lokasinya antara lain di Telaga Bodas, Kamojang, Batang Gadis, Kerinci Seblat, Halimun Salak, Ciremai, Rinjani, dan Bogani Nawarta Bone," kata menteri. (Ant)

Tag: Hutan, energi

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Sucipto

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,782.13 3,743.97
British Pound GBP 1.00 18,347.13 18,157.82
China Yuan CNY 1.00 2,110.41 2,089.28
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,183.00 14,041.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,986.25 9,883.46
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,808.85 1,790.72
Dolar Singapura SGD 1.00 10,440.96 10,334.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,907.65 15,742.77
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,433.31 3,396.47
Yen Jepang JPY 100.00 12,678.11 12,548.93

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6447.885 -14.937 632
2 Agriculture 1442.951 -28.467 21
3 Mining 1811.281 -5.209 47
4 Basic Industry and Chemicals 822.905 -12.606 71
5 Miscellanous Industry 1326.618 -0.874 46
6 Consumer Goods 2506.178 -0.702 52
7 Cons., Property & Real Estate 493.676 2.433 75
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1162.416 -0.583 73
9 Finance 1299.327 -4.382 91
10 Trade & Service 818.653 3.375 156
No Code Prev Close Change %
1 CAKK 113 141 28 24.78
2 OASA 300 374 74 24.67
3 MBSS 600 705 105 17.50
4 WIIM 256 300 44 17.19
5 KONI 272 318 46 16.91
6 MKPI 15,000 17,175 2,175 14.50
7 FAST 2,100 2,400 300 14.29
8 HDFA 142 162 20 14.08
9 ARTA 406 458 52 12.81
10 MTPS 920 1,035 115 12.50
No Code Prev Close Change %
1 HRME 580 460 -120 -20.69
2 CNTX 570 454 -116 -20.35
3 CPRI 131 112 -19 -14.50
4 ALKA 390 340 -50 -12.82
5 TRIO 121 108 -13 -10.74
6 BUVA 124 111 -13 -10.48
7 LMSH 620 555 -65 -10.48
8 TMPO 178 160 -18 -10.11
9 GSMF 123 111 -12 -9.76
10 MYTX 83 75 -8 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 CPRI 131 112 -19 -14.50
2 JPFA 1,765 1,675 -90 -5.10
3 CAKK 113 141 28 24.78
4 ERAA 1,585 1,655 70 4.42
5 SWAT 118 124 6 5.08
6 CPIN 6,050 5,625 -425 -7.02
7 TLKM 3,850 3,840 -10 -0.26
8 APII 184 185 1 0.54
9 ACES 1,625 1,630 5 0.31
10 BBRI 4,430 4,400 -30 -0.68