Portal Berita Ekonomi Kamis, 22 Februari 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:52 WIB. AP I - Angkasa Pura I menawarkan sejumlah insentif bagi maskapai yang berminat membuka rute penerbangan baru.
  • 20:40 WIB. SMF - Sarana Multigriya Finansial mencatatkan laba bersih unaudited mencapai Rp400 miliar pada 2017.
  • 20:38 WIB. SMF - Sarana Multigriya Finansial menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp1,3 triliun.
  • 20:37 WIB. HRTA - Hartadinata Abadi mengatakan akan memperbesar pendapatan dari wholesale.
  • 20:35 WIB. MEDC - Medco Energi Internasional mengusulkan pajak bunga surat utang luar negeri diturunkan menjadi 15%.
  • 20:34 WIB. HRTA - Hartadinata Abadi berhasil meningkatkan kapasitas produksi menjadi 730 kilogram per bulan.
  • 20:32 WIB. Manufaktur - Pemerintah menargetkan produksi aluminium nasional menembus angka 2 juta ton setiap tahun.

Pelaku UKM di Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur

Foto Berita Pelaku UKM di Geopark Ciletuh Butuh Dukungan Infrastruktur
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kawasan Geopark Ciletuh, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, memerlukan dukungan infrastruktur.

Wakil Dekan I Fakultas Komunikasi Bisnis Universitas Telkom Ade Irma Susanty mengatakan pihaknya tengah melakukan penelitian di Kawasan Geopark Ciletuh. Dia menilai banyak potensi kearifan lokal di kawasan tersebut, namun norma-norma lokal yang dianut masyarakat setempat perlu jadi bahan pertimbangan sehingga tak semua potensi UKM bisa bisa dioptimalkan secara maksimal.

"Kami menemukan banyak kearifan lokal di Geopark, banyak potensi yang dapat dikembangkan di seluruh area Geopark. Namun demikian, misal di Kampung Adat Sinar Resmi, adanya batasan lahan yang boleh digunakan untuk melakukan cocok tanam akan menyebabkan jumlah produksi yang dapat dijual menjadi terbatas," katanya kepada wartawan di Bandung, belum lama ini.

Ade memaparkan produk yang bisa dijual semisal gula aren dan kripik pisang, proses produksi jadi terbatas karena bahan baku yang tersedia juga terbatas. "Ketika permintaan melonjak, sangat mungkin tidak terpenuhi sehingga sulit menciptakan customer satisfaction," ungkapnya.

Sementara produk pangan utama yakni beras malah sama sekali tak bisa dikomersialkan ke luar sekalipun produk yang dihasilkan berkualitas dan memiliki gimmick pemasaran kuat. Oleh karena itu, secara makro, pihaknya menyarankan agar ada kebijakan pemerintah daerah yang integratif.

"Satu kluster UKM dengan lainnya saling sinergi sehingga akses pasar tetap luas tanpa mengurangi nilai kearifan lokal," ujarnya.

Dosen spesialias kajian UKM ini menambahkan akses ke sejumlah destinasi wisata konservasi Ciletuh pun belum merata. Jalan utama umumnya sudah baik, namun ke lokasi masih relatif jelek dan menyulitkan pengunjung. Dia mencontohkan jalan penghubung di Curug Sodong, Desa Ciwaru, yang belum bagus dan malah berpotensi merusak kendaraan wisatawan.

"Tadinya kita bayangkan ada jualan kuliner khas Sukabumi di Curug Sodong, namun tidak ada. Ini wajar karena UKM pun pasti berhitung laku atau tidak? Apalagi korporasi, jika akan buka akses pasar kalau tidak return, pasti tidak buka akses," paparnya.

Akses terbatas ini pula yang membuat air terjun di Kawasan Geopark Ciletuh baru bisa tereksplorasi tujuh dari 12 titik. Seharusnya, jika tidak ada kendala infrastruktur maka bisa dikemas dalam wisata trekking. Selain itu, UKM yang sudah beroperasi perlu didorong untuk ikut mengmpanyekan gerakan lingkungan bersih.

Ade mengimbau terutama kepada pemerintah daerah untuk mengatasi seluruh kendala tersebut agar membuka peluang bisnis bagi pada pelaku UKM.

"UKM bidang wisata harus sadar lingkungan, tingkatkan kebersihan agar pengunjung nyaman. Ini perlu terus didorong secara konsisten dan berkelanjutan bersama para komunitas," pungkasnya.

Tag: Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,639.71 3,603.35
British Pound GBP 1.00 19,103.18 18,908.79
China Yuan CNY 1.00 2,152.05 2,130.60
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,650.00 13,514.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.47 10,639.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,744.57 1,727.16
Dolar Singapura SGD 1.00 10,355.03 10,247.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,842.74 16,672.22
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,496.41 3,458.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,681.16 12,552.48

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6643.400 -19.476 572
2 Agriculture 1668.809 20.811 19
3 Mining 2008.314 22.080 44
4 Basic Industry and Chemicals 761.066 2.970 69
5 Miscellanous Industry 1368.989 -17.055 43
6 Consumer Goods 2837.898 -13.003 47
7 Cons., Property & Real Estate 538.221 -6.696 65
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1173.358 2.504 62
9 Finance 1218.657 -5.065 90
10 Trade & Service 944.811 -5.448 133
No Code Prev Close Change %
1 BBRM 50 67 17 34.00
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 BMSR 188 228 40 21.28
4 BOSS 935 1,120 185 19.79
5 AKPI 720 820 100 13.89
6 TRUS 300 338 38 12.67
7 AGRS 620 695 75 12.10
8 TIRA 252 280 28 11.11
9 MBAP 3,650 3,960 310 8.49
10 INRU 900 975 75 8.33
No Code Prev Close Change %
1 TALF 430 344 -86 -20.00
2 JSPT 2,110 1,710 -400 -18.96
3 ATIC 775 665 -110 -14.19
4 MFMI 710 615 -95 -13.38
5 VICO 312 272 -40 -12.82
6 BPFI 715 625 -90 -12.59
7 IKAI 404 354 -50 -12.38
8 BRNA 1,330 1,190 -140 -10.53
9 TRST 430 396 -34 -7.91
10 WOMF 266 246 -20 -7.52
No Code Prev Close Change %
1 ENRG 262 268 6 2.29
2 DEWA 50 65 15 30.00
3 MEDC 1,275 1,365 90 7.06
4 BUMI 328 340 12 3.66
5 IKAI 404 354 -50 -12.38
6 BRMS 85 90 5 5.88
7 GDST 93 92 -1 -1.08
8 PGAS 2,630 2,720 90 3.42
9 BMTR 650 655 5 0.77
10 ELTY 50 50 0 0.00